Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 71 : Mati satu tumbuh seribu


__ADS_3

"Manusia, kau keras kepala!"


...****************...


Beralih pada dunia asli, dimana disana terdapat Wang Yan dan Ji Fu sedang bertengkar. Mereka bertengkar memperebutkan Su Luxie, yang masih saja tidak sadarkan diri dipangkuan Wang Yan.


"Apa yang anda pikirkan?! Anda pikir saya akan membiarkan orang asing seperti anda menjaga putri saya?" Ucap Tajam Ji Fu.


"...Saya bukan orang asing, Nona Su tahu siapa saya!" Jawab Wang Yan tidak kalah tajamnya.


"!"


"Tentu saja Luxie mengenal mu! Tidak bisa dipungkiri jika kau adalah matahari kekaisaran yang agung, siapapun pasti akan mengenalmu." Benak Ji Fu terdiam sembari menatap sinis kearah Wang Yan.


Sungguh, mereka terlihat seperti anak kecil yang sedang memperebutkan sebutir permen.


"Tapi saya tidak mengenal anda!" Kata Ji Fu, berbohong.


"Saya juga tidak mengenali anda." Jawab Wang Yan.


"Kau...


BOOMM...,


BOOMM...,


BOOMM...,


"!"


"?!"


Ucapan Ji Fu, terhenti tatkala mendengar suara ledakan keras dari dalam goa persembunyian para iblis.


"Apa itu?" Gumam Ji Fu bergegas berlari dengan cepat, menuju pada goa.


Wang Yan menatap punggung Ji Fu yang sudah menjauh "Barusan...?" Gumamnya merasakan firasat yang tidak enak.


Dengan cepat dia pandang Su Luxie yang masih tidak sadarkan diri, dan kemudian dia alihkan lagi pada arah goa.


"Firasatku, sesuatu yang buruk terjadi didalam sana. Ledakan itu sangat besar." gumama Wang Yan.


BOOMM...,


SHHIIING....


Setelah terdengar suara ledakan yang begitu besar, tidak lama terdengarlah suara bising yang sangat amat membisingkan indra pendengaran.


Wang Yan dengan cepat menutup kedua telinganya karena suara yang bising tersebut.


SHHIING...,


Suara itu masih berlanjut sampai 2 menit berlalu...


"AKHHHH...


"!"


Setelah suara bising itu berhenti, banyak sekali suara teriakan yang terdengar didalam goa tersebut. Hal itu sontak membuat Wang Yan merasakan firasat yang sangat buruk. Kejadian buruk akan terjadi.


"Sial! Apa yang telah dilakukan oleh para iblis itu!" tajam Wang Yan

__ADS_1


Dia melihat kepada Su Luxie yang masih tidak sadarkan diri.


"Nona, bangunlah. Apa kau bisa mendengarku?" ucap Wang Yan menggoncang-goncang tubuh Su Luxie


"Ck! Apa yang aku lakukan. Dia tidak mungkin akan sadar, kan?" Ucapnya tersadar pada tindakannya yang sia-sia


BOOMM...,


"Bedebah! Ledakannya semakin membesar," umpat Wang Yan "Nona, tunggulah aku disini." Lanjutnya, mau tidak mau dia harus meninggalkan Su Luxie agar dia bisa memeriksa kondisi di goa tersebut.


"Aku akan datang menjumpaimu kembali." Katanya mengucapkan kata-kata terakhir pada Su Luxie, lalu mulai bergegas berlari menuju goa.


Sementara, Su Luxie. Dia terbaring di gazebo itu dengan keadaan yang monoton. Masih tidak ada reaksi yang dia tunjukkan.


Angin berdius membawa sepucuk daun oren terbang mendekat kearah Su Luxie.


...****************...


Beralih pada keadaan yang sedang terjadi didalam goa pada saat ini. Suara ledakan yang besar dihasilkan oleh batu mana cacat besar ditengah-tengah kolam itu membuat dinding-dinding dan langit-langit goa terkikis.


Para prajurit banyak yang tidak sadarkan diri akibat suara bising yang dihasilkan oleh gesekan mana jahat pada batu cacat tersebut.


SLASHH...,


SLASHH...,


Suara bising yang dihasilkan oleh dua logam yang saling beradu itu menggema diseluruh ruangan. Para iblis tumbuh dengan sangat cepat seolah tidak ada habisnya. Mereka terus berdatangan bagai sekawanan semut.


Prajurit istana saat ini sudah kewalahan, karena faktanya, para iblis itu datang sedari tadi dari sebelum terdengarnya suara ledakan dan bising itu. Senjata mereka sudah mengalami kerusakan lumayan parah karena harus beradu senjata iblis yang sangat kokoh dan kuat.


"AKHHH...


"BEDEBAH! MATILAH KALIAN...!" Teriak Ji Fu yang terus saja mengayunkan senjatanya pada para iblis yang tak kunjung habis.


SLASHH...


"Kenapa para iblis ini tidak ada habisnya? Seolah mereka bisa hidup kembali setelah kematian." Gumam Ji Fu mulai heran pada pertumbuhan pesat para iblis.


Pedangnya berayun-ayun dengan indah, menebas para iblis yang berani melawan dirinya.


SLASHH...,


"!"


"Apa yang terjadi?!"


Tiba-tiba, Wang Yan, datang menghampiri Ji Fu, sambil membawa pedang besarnya yang sudah tertutupkan oleh cairan hitam.


"!"


"Apa yang anda lakukan disini? Dimana Luxie?!" Hardik Ji Fu terkejut melihat kedatangan Wang Yan tanpa membawa Su Luxie bersamanya.


Dengan tangan yang terus saja mengayunkan pedang, dia berteriak "Dimana Luxie? Mengapa anda meninggalkannya?!" Hardik nya lagi.


Wang Yan, terdiam.


"!"


SLASHH..


"Saya meninggalkan nya di gazeboh itu. Beliau masih belum sadarkan diri. Dan saya sudah memasang perlindungan pada gazeboh itu." Jawab Wang Yan meskipun tangannya sibuk mengayunkan pedangnya.

__ADS_1


Sejak kapan?


"Pada saat diri ku mendengar suara ledakan pertama, aku sudah memasang perlindungan pada gazebo tersebut." benak Wang Yan.


"APA..., SAYA AKAN MENGHAJAR ANDA SETELAH MEMBERESKAN PARA IBLIS INI!" hardik Ji Fu emosi dan berujung menyerang para iblis dengan sifat brutalnya.


SLASHH..


"SAYA MENANTIKKANNYA, KARENA SAYA AKAN MELAWAN SERANGAN ANDA!" jawab Wang Yan, terdengar menantang.


Setelah percakapan panas itu, mereka terfokuskan oleh para iblis yang terus saja datang dan menyerang mereka.


Gerakan lihai yang mereka tunjukkan terlihat sangat serasi dan seirama. sesekali Wang Yan melesatkan energi negatif nya pada para iblis-iblis yang datang secara bersamaan.


BTHUMMM...


AKHHHHH...


Para iblis lenyap begitu saja, bagai debu yang terhanyutkan oleh air.


SLASHHH...


SLASHHH....


SLASHHH....


Terlihat para asasin berpakaian serba hitam sedang melesat kesana kemari, menghantam keberadaan para iblis dengan senjata milik mereka.


"Para cunguk ini baru datang kemari!" gumam Ji Fu menatap sinis para anggota Black One miliknya.


SLASHHH...


SLASHHH...


Mereka terus mengayunkan senjata mereka pada para iblis yang dirasa tidak akan habis jumlahnya.


Mereka sudah melakukan usaha yang sangat keras untuk menghabisi para iblis itu, namun nihil. Setelah mengerahkan usaha yang sangat keras, mereka tak junjung mendapatkan hasil dari kerja keras mereka.


Para iblis terus datang bagai kawanan semut yang tak terhitung jumlahnya. Mereka dipaksa untuk mundur dan keluar dari dalam goa tersebut.


Keadaan menjadi sangat genting. Kini, Wang Yan, Ji Fu dan para prajurit sedang mundur perlahan-lahan sembari mengamati para iblis didepan mereka satu persatu.


"!"


Wang Yan menunjukkan reaksi terkejut saat tak sengaja melihat penampakan iblis yang ada didepannya.


"Tidak, tidak mungkin! Aku yakin jika dengan tangan inilah, diriku menebas kepala iblis ini hingga terpisah dari tubuhnya. Tapi..., mengapa sekarang dia masih ada didepan ku?!" benak Wang Yan tidak percaya dengan apa yang telah dia lihat.


"SERANG PARA MANUSIA RENDAHAN ITU! KAUM KITALAH YANG AKAN MENJADI PEMENANGANYA!"


"MENANG!"


"MENANG!!"


Mereka secara membabi buta, berlari dengan kencang sambil menodongkan senjata mereka kedepan.


"!"


"KUATKAN PERTAHANAN KALIAN!" teriak Wang Yan menggema.


"BAIK, YANG MULIA!"

__ADS_1


^^^To be continued_^^^


__ADS_2