
"Jadi... apa tujuan nona Su datang pada tempat berbahaya ini? Apakah anda tahu, putra saya sedang berada diistana. Jika saja kalian saling berpapasan, bagaimana?" Wang Ai, amat-teramat khawatir pada kondisi kesehatan Su Luxie
"?!" mata Su Luxie membesar, dan kemudian dia bergeleng dengan cepat
"Tidak mungkin, saya tidak merasakan energi negatif miliknya," Su Luxie berbicara tanpa sadar sehingga membuatnya terperangah
"!"
Wang Ai menatap Su Luxie menyelidik "Aura negatif?" Wang Ai menunjukan reaksi terkejut saat mendengar aura negatif dari mulut Su Luxie
"Oh tidak! Raja belum mengetahui jika penyebab koma nya putra mahkota adalah aura negatif miliknya." Benak Su Luxie
"Anda tahu, jika putra saya memiliki energi negatif?" Wang Ai memandang Su Luxie menyelidik
Su Luxie ketar-ketir dengan pertanyaan itu, dirinya tidak tahu apa alasannya menjadi ketar-ketir saat mulai menjelaskan pada Wang Ai. Apakah itu karena efek aura yang dipancarkan oleh Wang Ai ataukah hanya sebatas rasa segan? Entahlah, yang dia tahu iyalah dirinya harus menjelaskan dengan secepatnya.
"S, saya sudah pasti mengetahuinya, karena saya adalah seorang parmacy." Jawab Su Luxie gagu
Setelah mendapat jawaban itu, Wang Ai mulai mengangguk tanda bahwa dirinya sudah tahu. Dia tersenyum kecil pada Su Luxie
"Aku lupa, bahwa yang duduk didepan ku ini adalah medicinal spirit. Tapi... tidak mudah mengetahui jika ditubuh putraku memiliki energi negatif. Yang mengetahui ini hanyalah para parmacy tertentu karena aku secara pribadi telah memberi tahukan pada mereka,"
"Aura negatif putraku adalah warisan dari mendiang istriku, dan sudah lama hal itu dibatasi oleh energi negatif milik istri ku sehingga orang-orang tidak akan menyadari jika ditubuh Wang Yan memiliki energi negatif."
Wang Ai membenak sembari menyesap tehnya dengan nikmat. Sesekali dia memandang Su Luxie yang sudah salah tingkah didepannya
"Saya sudah terlalu banyak bertanya, ya. Jadi... apa yang membawa nona Su kemari?" Tanya Wang Ai
"Saya ingin meminta bantuan yang mulia, saya harap yang mulia bisa membantu gadis kecil ini." Su Luxie mulai serius pada pembicaraan.
Wang Ai menunjukkan reaksi keterkejutan nya. Tumben sekali gadis didepannya ini mau meminta bantuan kepadanya? Apakah matahari terbit dari barat?
"Apa itu, nona? Saya akan membantu semampu saya, jadi sebutkanlah."
"Kakak saya telah mengikuti pembelajaran di akademik angin Xiao timur,"
"?!"
"A, apa nona Su serius?" Wang Ai membesarkan matanya, begitu mendengar hal itu
__ADS_1
Su Luxie mengangguk "Saya bingung apa yang harus saya lakukan. Saya sudah mengirimkan beberapa asasin, tapi... perjalanan menuju Xiao timur itu sangat lama. Sedangkan saya begitu khawatir pada keselamatan kakak saya, apakah yang mulia bisa membantu?" tanya Su Luxie
"!"
"Saya akan mengirimkan surat pada prajurit saya untuk memeriksa keadaan akademik angin. Saya sudah mengirim 3000 pasukan dengan alat sihir teleportasi, jadi nona Su tidak usah khawatir tentang itu." Wang Ai turut merasakan khawatir pada kabar kebaradaan Wang Tiao Tie yang sedang berada di Xiao timur.
Mendengar jawaban itu, seketika saja hati Su Luxie menjadi tenang. Kegundah-gulanaan nya telah menghilang sedikit demi sedikit.
"Syukurlah, terima kasih. Saya benar-benar khawatir tentang itu. Saya mohon bantuannya, yang mulia," Su Luxie meminta dengan wajah yang penuh harapan
Dihatinya terus saja berdoa tentang keselamatan Su Tiao Tie. Dirinya bingung, bagaimana kabar ini akan sampai ditelinga Su An'yang? Dia tidak akan bisa menjelaskan, karena tidak ingin membuat sang ibu menjadi sendih.
Setelah banyak sekali berbincang, akhirnya Su Luxie bisa membuat alasan agar Wang Ai mau membiarkan nya pulang. Jujur saja, dia kewalahan saat meladeni pembicaraan dari Wang Ai.
Kini, Su Luxie sedang berjalan bersama Merlyn menuju luar gerbang istana. Ditengah-tengah pandangan para prajurit yang memandang, Su Luxie memilih untuk tidak memperdulikan pandangan itu meski tidak nyaman untuk nya.
Merlyn, terus memandang Su Luxie dengan tatapan penuh akan pertanyaan. Seolah-olah dia ingin sekali mencegat Su Luxie dan langsung menanyakan apa saja yang dibicarakan Su Luxie bersama Wang Ai.
Namun, dirinya memilih untuk bertanya saat sudah memasuki kereta kuda.
Mereka terus berjalan tanpa memperdulikan disekeliling lagi. Tanpa sadar, saat Su Luxie berjalan tidak sengaja pula dirinya berpapasan dengan kepala kepolisian.
Karena posisi mereka yang saling berhadap-hadapan, mereka bisa langsung mengenali satu sama lain.
"!"
Begitu pula dengan Su Luxie. Dia menghentikan langkahnya saat melihat sesosok yang sangat familiar baginya.
"Nona Su,"
"Kepala kepolisian?"
Mereka saling bertemu pandang saat tak sengaja berbicara dengan serempak. Tanpa sadar pula mereka tersenyum kecil saat menyadari jika mereka berbicara dengan senada.
"Nona Su ada disini?"
"Iya, karna ada sesuatu yang perlu dibicarakan. Anda, sendiri?"
"Saya kemari ingin melaporkan tugas saya," Jawab kepala kepolisian
__ADS_1
"Apakah baru saja nona menemui baginda kaisar? Apakah nona tahu, dimana beliau?" Tanya kepala kepolisian
"Dia sedang berada di ruangannya, anda hanya perlu bertanya pada kasim yang sedang berada diruang rapat." Jawab Su Luxie
"Oh syukurlah, saya dan putra mahkota tidak perlu mencari beliau lagi." Gumam kepala kepolisian itu mengelus dada
"?!"
Mendengar putra mahkota yang lolos dibibir kepala kepolisian itu, Su Luxie tersentak dan repleks memperhatikan sekitar
"P, putra mahkota? Ohh ayolah, jangan sampai aku mengalami penekanan lagi!" Benak nya mulai tertekan
Menyadari kegelisahan Su Luxie, Merlyn mulai mengambil tindakan.
"Kepala kepolisian, apakah kau tahu dimana putra mahkota sekarang?" Tanya Merlyn
"...D, dia tertinggal diluar. Entahlah, tapi aku lihat dia sedang mengamati kereta Su." Jawab kepala kepolisian itu dengan polosnya dia menunjuk kearah luar
"?!"
"!"
Su Luxie dan Merlyn saling pandang begitu mendengar jawaban itu. Oh ayolah, mereka benar-benar tidak menginginkan hal konyol ini!
"M, mengamati? Ta, tapi mengapa?" lirih Su Luxie sedikit melirik kearah luar gerbang
"Aku tidak tahu, mungkin dia ingin kereta yang seperti itu." Jawab kepala kepolisian
"!"
"Konyol!" Maki Su Luxie
"Sesuai pengamatanku, saat dirinya sudah memastikan jika itu memang benar-benar kereta milik Su, dia pasti akan masuk. Jadi... apa yang harus aku lakukan?" Benak Su Luxie
Dia melihat kembali pada kepala kepolisian "Ba, baiklah, kalau begitu saya pamit." Ucapnya dan langaung pergi melangkahkan kaki menuju arah kanan yang menghubungkan langsung pada taman kerajaan.
"?"
Kepala kepolisian memiringkan kepala saat melihat Su Luxie yang ingin sekali pergi dari sana.
__ADS_1
"Kenapa perlu tergesa-gesa? Apakah dia baru saja melihat setan? Huft, sudahlah." Monolognya dan langsung pergi dari sana.
^^^To be continued_^^^