
Seluruh penumpang turun dari bis saat sampai tujuan kecuali Shinta dan anak-anaknya. Shinta Tampak ragu dengan tujuan yang akan diambilnya, kemudian ia memutuskan untuk menemui kakak nya, menemui untuk bersilaturahim bukan untuk menjadi beban.
Setelah beberapa tahun tidak bertemu, entah bagaimana keadaannya sekarang. Apakah kakak beserta keluarganya baik-baik saja? apakah ia masih marah kepada ku?
Perasaan Shinta bercampur aduk, namun rasa bahagianya lebih besar sehingga menciptakan senyum diwajahnya, rindunya akan segera terobati. Ia segera mengambil barang bawaannya kemudian beranjak sambil menggendong bayinya dan menggandeng Aqila. Mereka menaiki angkutan Kota dua kali lalu berpindah ke kendaraan bajaj. Ada rasa cemas saat ia sampai depan rumah saudara kandungnya, ia menguatkan hatinya sejenak, meminta supir bajaj agar menunggunya sebentar lalu menghampiri penjaga keamanan
"Maaf, apakah saya bisa bertemu dengan bapak Rudi Hadiwijaya?" ucap Shinta kepada Satpam yang sedang asyik meminum kopinya
"Ibu salah alamat, ini adalah kediaman bapak Sumitro Wibowo" ucap Satpam
__ADS_1
"ahh.. " Shinta terkejut, matanya terbelalak
"Sudah berapa lama ganti pemilik?" tanya Shinta
"Kalau masalah itu, saya kurang tahu karena saya baru ditempatkan disini enam bulan" jawab Satpam
Shinta terpaku beberapa saat, kemudian kembali dalam bajaj. Ia berfikir Kakaknya mungkin sekarang menempati rumah orang tuanya, rumah yang telah kosong setelah kematian kedua orangtuanya.
Bajaj pun melaju sesuai arahan Shinta. Setelah sampai, Shinta pun dibuat terkejut karena rumah orang tuanya tampak berbeda, lebih indah, mewah dan berkelas. Ia menghampiri petugas keamanan
__ADS_1
"Maaf, apakah Rudi Hadiwijaya tinggal disini?" Tanya Shinta
"Tidak, Ini Rumah milik Tuan Brian" Jawab Satpam
Shinta kembali kedalam bajaj dengan lesu, ada rasa kesal dalam hatinya. Ia meminta supir bajaj mencarikan kostan atau kontrakan rumah yang murah. Setelah berkeliling kian kemari akhirnya didapat sebuah kamar yang sempit dan kumuh, itupun dengan harga yang mahal. Ada rasa tidak puas pada diri Shinta saat melakukan akad namun ia pun tidak sanggup untuk mencari lagi. Mereka ambruk terlelap dalam ruangan yang masih sangat kotor karena kelelahan.
Esok harinya Shinta dan Aqila sibuk membersihkan kamar juga menata barang-barangnya yang tidak seberapa. Pembawaan Shinta memang ramah sehingga tidak sulit berbaur dengan tetangganya, ia mencari informasi tentang letak sekolah untuk Aqila dan pasar untuknya berbelanja.
Shinta memulai usahanya dengan berjualan nasi uduk dan beberapa gorengan, selama satu minggu usahanya merugi karena sepi pembeli, kemudian setelah banyak pembeli pun masih merugi karena banyak yang berhutang tanpa membayar, akhirnya ia tidak meneruskan usahanya.
__ADS_1
Ia berkeliling ke beberapa rumah untuk menawarkan jasanya menjadi asisten rumah tangga. Setelah lelah kian kemari ditolak, ada seorang ibu yang menerimanya. Ia sangat senang dan penuh rasa syukur, senyumannya terpancar dari wajahnya. Rumah majikannya dua kilometer dari tempat tinggalnya, ia hanya bertugas membersihkan rumah dan menyetrika, waktu bekerja dari jam delapan pagi sampai jam dua belas siang.
Shinta bekerja sangat giat dan cekatan sehingga pemilik rumah merasa puas, Shinta pun direkomendasikan oleh nyonya rumah ke rumah saudaranya yang jarak rumahnya tidak jauh dari tempatnya bekerja. Saudara nyonya rumah itupun merasa puas pula dengan cara Shinta bekerja.