Melodi Cinta Aqila

Melodi Cinta Aqila
bab 19 Sesosok yang Berbeda


__ADS_3

Disebuah ruangan duduk seorang pria menghadap jendela, matanya tidak henti-hentinya menatap indahnya kota Jakarta. Ia menarik nafas panjang berusaha mengumpulkan sebagian ingatannya yang hilang. Ada yang menusuk perasaannya saat nama Shinta terukir diserpihan ingatannya, namun ia tidak mampu mengingat apa penyebabnya dan ia pun tidak mengetahui siapa wanita itu. Pria itu adalah Anwar, ia menjadi sosok yang berbeda baik dari segi wajah, sifat, maupun tingkah lakunya.


Saat Anwar mengalami kecelakaan mobil, wajahnya terkena serpihan kaca sehingga dilakukan operasi plastik. Bukan hanya wajah, ia pun kehilangan sebagian ingatannya akibat benturan keras di kepalanya. Saat Shinta mengirimkan pesan singkat tentang rencana kepergiannya, ia mengalami kegoncangan hati yang hebat, ia merasa sangat terluka, sedih, kecewa dan marah. Ia tidak mampu mengingat wajah Shinta namun nama itu telah terukir didalam hatinya yang terdalam.


Siapa wanita itu?


Mengapa hanya berupa bayangan saja?


Mengapa ia begitu kuat menguasai pikiran dan perasaan saya?


"Aduh... "Anwar mengaduh, kepalanya terasa berat karena terlalu banyak berfikir.

__ADS_1


Ia menyandarkan kepalanya di kursi kemudian matanya dipejamkan. Ia masih dapat mengingat Seruni dengan baik tapi tidak dengan mengingat Shinta. Seruni adalah wanita yang pernah menjadi pujaan hatinya. Untuk wanita inilah ia mengambil jurusan yang sangat tidak disukainya yaitu jurusan kedokteran, ia pun berjuang keras untuk menjadi seorang dokter kandungan. Setelah kecelakaan yang menimpanya, ayahnya memohon-mohoh untuk meninggalkan profesinya dan meneruskan usaha ayahnya. Ia adalah anak satu-satunya, pewaris tunggal dari perusahaan properti terbesar di Asia, ribuan karyawan berada dipundaknya sehingga ia mengalah untuk meninggalkan profesinya.


Seseorang mengetuk pintu, kemudian masuk seorang wanita yang sangat cantik, pakaiannya sangat sesuai dengan tubuhnya. Wanita tersebut berjalan mendekati Anwar dan menyerahkan beberapa dokumen kemudian kembali ke ruangannya. Anwar tampak tenggelam dalam pekerjaannya, ia memperhatikan layar laptop didepannya sambil memeriksa berkas-berkas yang diserahkan sekretarisnya. Ia pun nampak menelpon seseorang sambil melirik kearah jam tangannya, sesekali tangannya mencorat-coret sesuatu.


----------------------------------------------------------------------------------


Aqila mendapatkan tugas untuk mencari sosok yang inspiratif dari sekolah, Arif berkeras menemaninya untuk membantu mencarikan tokoh tersebut, namun ada rasa malu di hati Aqila jika berjalan bersama Arif. Ia berlari-lari kecil meninggalkan Arif, ia menemukan tempat persembunyian maka tubuhnya langsung menghampiri tempat tersebut, ia tampak gembira saat melihat Arif kebingungan karena kehilangan jejaknya. Ia keluar setelah Arif masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkannya.


Aqila tersentak melihat sosok yang pernah dilihatnya sedang duduk terpaku di sebuah rumah mungil dengan pandangan kosong.


Wanita tersebut tampak terkejut, ia memandang Aqila beberapa saat kemudian tersenyum.

__ADS_1


"Tentu saja ibu ingat, kamu adalah perempuan yang paling baik yang Ibu kenal. Mampir lah nak sebentar" ucap ibu tersebut.


Aqila tersenyum, Ia tidak dapat membendung keinginannya untuk mengetahui tentang sosok wanita yang dihadapannya. Maka ia mampir ketempat tersebut.


Wanita tersebut sangat senang, ia menyuguhkan teh hangat dan beraneka macam kue. Lalu meminta Aqila agar mau mencicipinya. Aqila memakan Beberapa kue


"Wah enak sekali" kata Aqila


"Apakah ibu yang membuatnya?" tanya Aqila.


"Iya, ibu yang membuatnya" jawab wanita tersebut dengan penuh kebanggaan.

__ADS_1


"Setelah suami ibu meninggal, ibu bekerja dengan membuat kue" Sambung wanita tersebut.


Wanita tersebut terdiam beberapa saat kemudian ia menggerakkan bibirnya menceritakan masa lalunya.


__ADS_2