
Suasana didalam kafe sudah mulai sepi setelah pelanggan pergi satu persatu, namun Anwar masih nampak asyik berselancar dengan laptopnya, hal tersebut menimbulkan wajah para karyawan Kafe cemberut menahan rasa kesal.
Seorang karyawan Kafe tidak dapat menahan kesabarannya lagi setelah menunggu selama satu jam, ia mendekati Anwar yang masih duduk manis sambil menopang dagu.
"Maaf, Kafenya sudah mau tutup" ucap si karyawan Kafe sambil berusaha keras untuk tersenyum.
Anwar kembali ke dunia nyata setelah mendengar teguran dari karyawan Kafe, ia melirik jam di tangannya, kemudian memasukkan laptopnya kedalam tas. Ia keluar dari Kafe dengan tergesa-gesa, matanya menangkap wajah masam dari para karyawan Kafe.
Setelah keluar dari Kafe, Anwar melihat seorang gadis cantik yang sedang dianiaya oleh lima orang pria berbadan besar. Gadis tersebut menjerit-jerit menahan sakit akibat pukulan dan tendangan di tubuhnya. Anwar teringat saat ibunya dipukuli oleh ayahnya karena eskpresi wajah wanita itu mirip dengan ekspresi wajah ibunya saat dianiaya.
Anwar tidak dapat menahan dirinya untuk tidak memberikan pertolongan kepada gadis cantik itu. Ia menendang salah seorang dari mereka sampai jatuh tersungkur mencium tanah. Melihat temannya dihajar, empat orang pria tersebut memberikan pukulan kepada Anwar dari segala penjuru, namun dapat dihindari Anwar dengan mudah, bahkan tiga orang pria terkena pukulan di wajahnya dan satu orang terkena tendangan di perutnya. Berkali-kali Lima orang pria tersebut berusaha memberikan pukulan dan tendangan kepada Anwar namun selalu dapat ditangkis dan dihindari, sebaliknya mereka harus menahan sakit terkena pukulan maupun tendangan dari Anwar. Akhirnya mereka melarikan diri dengan kondisi babak belur.
__ADS_1
Anwar mendekati gadis cantik yang masih duduk bersimpuh dipinggir jalan, ia merasa iba dengan keadaannya yang masih tampak gemetar dan ketakutan. Ia melepaskan jaketnya untuk menutupi baju gadis tersebut yang terdapat robekan di banyak tempat, lalu membantu gadis malang tersebut untuk berdiri.
"Kamu tidak apa-apa, nona?" ucap Anwar penuh kelembutan.
"Maafkan saya" ucap gadis tersebut
Tiba-tiba gadis cantik tersebut tersenyum manis, lalu tangan mungilnya menancapkan pisau tepat di perut Anwar, darah merah membasahi baju Anwar yang berwarna putih.
"Keji sekali" ucap Anwar
Seorang pria menembak Anwar, peluru yang bersarang di punggungnya terasa panas dan pedih sehingga cengkraman tangannya mengendur.
__ADS_1
"Patahkan kedua tangannya karena ia telah berbuat kurang ajar terhadap Anggun!" perintah Robert
Anwar jatuh tersungkur, luka tusukan di perut dan luka tembakan di punggungnya terasa sakit dan nyeri. Rasa sakitnya bertambah saat kedua tangannya dipatahkan, dan ia pun harus merasakan sakitnya dipukuli berulang kali dengan benda tumpul. Beruntung ia memiliki otak yang dapat bekerja cepat, ia berpura-pura pingsan untuk menghentikan siksaan mereka.
Dugaan Anwar sangat tepat, siksaan pada tubuhnya dihentikan saat mereka merasa Anwar telah tidak sadarkan diri.
"Pantas saja Angel gagal dalam misinya, ternyata orang ini sangat mengerikan" ucap Anggun, ia masih merasa ngeri saat ditatap Anwar
Robert memegang tangan Anggun, ia merasa marah melihat tangan mungil Anggun yang putih memerah akibat cengkraman Anwar. Tubuh Anwar yang sudah tidak berdaya ditendang sekeras-kerasnya.
"Apakah tangan mu merasa sakit?" tanya Robert.
__ADS_1
"Ini hanya luka kecil. Tugas kita telah selesai, mari kita tinggalkan tempat ini" ucap Anggun
Mereka meninggalkan Anwar yang terkapar di jalanan seorang diri tanpa rasa iba sedikit pun.