Melodi Cinta Aqila

Melodi Cinta Aqila
bab 21 Rahasia Hati Irfan


__ADS_3

Irfan mendekati Aqila yang sedang duduk termenung di taman seorang diri. Hatinya bergetar, jantungnya berdebar sangat kencang dan nafasnya pun tidak beraturan. Sejak pertama melihat Aqila, telah tertanam bibit cinta padanya. Bibit cinta itu pun tumbuh subur tanpa disadarinya. Saat Aqila hampir dinodai oleh Martin, mata Irfan memancarkan kemarahan besar, hampir saja ia menghajar Martin, ia sendiri tidak tahu apa penyebabnya.


Semenjak ibunya cacat, teman-teman sepermainannya sering menjadikan ibunya sebagai bahan ejekan, ia sangat marah kepada mereka yang mengejek ibunya, sering kali berkelahi karena hal itu. Namun saat ibunya datang ke sekolah bersama Aqila, ia marah besar kepada ibunya, marah yang disebabkan rasa malu kepada Aqila. Ia tidak ingin Aqila meremehkannya, ia ingin tampil sempurna dihadapannya.


Irfan duduk disamping Aqila namun tidak merapat, ia memberikan sedikit jarak untuk menghormatinya.


"Hm...." Irfan berdehem untuk memecah kecanggungannya. Aqila menoleh dan tersenyum padanya. Irfan bengong beberapa saat seperti terhipnotis.


"Kak Irfan, bukan kah kupu-kupu itu sangat indah?"


tanya Aqila sambil menunjuk kupu-kupu berwarna biru dan violet dengan jari telunjuknya yang mungil.


"Iya, kupu-kupu itu sangat indah dan cantik" jawab Irfan


"Padahal sebelumnya adalah kepompong, ia berjuang keras untuk menjadi kupu-kupu yang cantik" Ucap Aqila.

__ADS_1


Irfan diam dan mencoba mencerna dan menebak arah pembicaraan Aqila.


"Begitu juga manusia, ia harus berjuang keras untuk mencapai keinginannya. Terkadang dalam perjuangannya seseorang harus menahan diri dari rasa malu dan marah karena cercaan orang lain.Bukankah begitu?" Ucap Aqila.


"Ya, ucapan mu benar" ucap Irfan.


"Saya mendapat tugas dari sekolah tentang sosok inspiratif. Saya telah menemukan sosok tersebut. Ia berjuang dengan keras untuk kebahagiaan orang yang dicintainya. Saya sangat mengaguminya" ucap Aqila


"Siapakah orang itu?" tanya Irfan, ia sangat penasaran tentang sosok istimewa yang dikagumi oleh Aqila. Ada rasa iri menyelip dalam hatinya.


"Apa? Kamu mengetahui siapa ibuku?" ucap Irfan.


Ia terkejut, darahnya seketika bergejolak, mukanya memerah antara marah dan malu.


Aqila sangat takut melihat perubahan wajah Irfan, ia langsung memegang tangan Irfan, sentuhan tangan Aqila langsung menghentikan amarah Irfan bagaikan air yang dapat memadamkan api.

__ADS_1


"Apakah kamu sekarang membenciku atas perlakuan ku terhadap ibu?" ucap Irfan.


Aqila memejamkan matanya beberapa saat untuk menenangkan hatinya.


"Saya tidak berhak membenci kak Irfan karena hal itu" ucap Aqila


"Apa maksudmu?" tanya Irfan


"Yang berhak membenci atau tidak adalah ibu Kak Irfan, bukan saya. Tapi entah mengapa saya pun ikut terluka, luka yang amat dalam"ucap Aqila.


Aqila tidak dapat membendung air matanya yang mengalir deras. Ia adalah seorang yang berhati halus, ia begitu sakit hati saat menyaksikan perlakuan buruk Irfan terhadap ibunya bahkan mengatakan ibunya sebagai pembantu dihadapan banyak orang.


memangnya apa kesalahan ibunya?


dia tidak bersalah apa-apa, dia bahkan mengkhawatirkannya, khawatir karena didorong oleh rasa cinta dan kasih sayang, khawatir anaknya lapar lalu sakit, khawatir yang menyebabkan ia bersusah payah berjalan terpincang-pincang. khawatir yang dibayar makian dan hinaan.

__ADS_1


Irfan termenung, ia menyesali sikapnya terhadap ibunya. Hati Irfan telah benar-benar takluk pada Aqila karena selama ini orang-orang memandang ibunya dengan menghina atau kasihan. Baru Aqila yang memandang ibunya dengan kagum.


__ADS_2