Melodi Cinta Aqila

Melodi Cinta Aqila
bab 29 Kedalaman hati


__ADS_3

Seorang gadis cantik sedang menyuapi dengan lembut ibunya yang terbaring lemah di ranjang. Sesekali gadis itu membersihkan makanan yang tercecer, ia nampak sabar dan penuh kasih sayang. Gadis cantik itu adalah Anggun, tidak ada yang dapat menebak kedalaman hatinya, ia seperti mempunyai dua kepribadian yang berbeda, ia seperti bidadari yang membawa kebaikan di satu sisi dan seperti setan yang menjerumuskan disisi yang lain.


Kecantikan Anggun sangat luar biasa, kulitnya halus berwarna putih kemerah-merahan, bibir mungilnya merah segar menantang laksana buah ranum yang siap dipetik, hidung tipisnya mancung dan indah, matanya yang bening dan bulat dihiasi bulu mata yang panjang dan lentik, bola matanya bergerak-gerak lincah menandakan kecerdasannya dalam berfikir, wajahnya oval, rambutnya hitam bergelombang, tubuhnya ramping namun sintal, dan dadanya membusung.


"Bu, apakah mau tambah lagi?" ucap Anggun, suaranya lembut dan halus.


"tidak, kamu bisa pergi. Ibu ingin beristirahat" ucap ibunya Anggun.


"Istirahatlah yang tenang" ucap Anggun sambil mencium kening ibunya.


Anggun berjalan dengan langkah gemulai membayangkan bentuk tubuhnya yang ideal, senyum terkulum di bibirnya yang indah penuh keramahan. Ia menghampiri seorang pria tampan yang telah menunggunya sekian lama dengan sabar.


""Maaf, karena membuat mu menunggu lama" ucap Anggun dengan suara sangat halus dan merdu

__ADS_1


Anggun menghadapi kehidupan yang sulit akibat pria dihadapannya. Ia harus tersenyum walaupun marah, ia harus tertawa walaupun hatinya terluka, dan ia pun harus mematuhi segala aturan yang ditetapkannya. Kehidupan penuh basa-basi yang sangat menyiksanya.


"Apakah kamu telah berulah lagi?" Ucap pria tampan itu. Ucapannya halus namun matanya berkilat-kilat.


Tubuh Anggun gemetar dan wajahnya pucat namun ia memaksakan tersenyum.


"Maafkan saya Stevan, saya khilaf, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi" Ucap Anggun


"Rasa cemburu mu akan merusak seluruh rencana besar kita. Sebagai perempuan yang cerdas, kamu seharusnya dapat menguasai perasaan mu " ucap pria yang bernama Stevan.


"Kamu tahu akibatnya jika membuat saya marah bukan? anak mu telah hilang , apakah saya perlu menghabisi ibumu juga?" bisik Stevan ditelinga Anggun.


Stevan melemparkan Anggun dari pangkuannya dengan kasar, ia berdiri lalu meninggalkannya begitu saja.

__ADS_1


...******...


Aqila memasuki rumahnya dengan sedikit gontai, matanya tampak layu dan kosong. Tiba-tiba ia merasa kesepian yang teramat sangat seolah-olah gairah hidupnya telah direnggut. Berulang-ulang ia berusaha menghibur hatinya.


ini adalah cinta yang semu, seiring usia pun cinta ini akan lenyap, tidak perlu sedih, Aqila. Tidak perlu sedih.


"Aqila, apakah kamu sakit sayang?" tanya Shinta yang khawatir melihat sikap anaknya.


"Tidak Bu, Aqila sehat" jawab Aqila sambil memaksakan tersenyum


"Tapi wajah mu pucat, sayang. Mau ibu antar ke dokter?" tanya Shinta


"Aqila baik-baik saja Bu, sungguh" ucap Aqila, ia berusaha meyakinkan ibunya.

__ADS_1


Aqila pergi ke kamar mandi, ia mencuci wajahnya. Air matanya kembali turun di pipinya, namun segera dibasuh dengan air. Berkali-kali ia melakukannya, ia mengerti cintanya hanya cinta semu. Namun ia belum bisa menghapus jejak-jejak yang ditinggalkan dari sosok Arif. jejak-jejak kebaikan hatinya yang menimbulkan kekaguman padanya, dan dari rasa kagum itu tumbuh benih-benih cinta pertamanya


__ADS_2