
"Mengapa kamu melakukan semua ini?" tanya Shinta
"Saya ingin mereka hidup lebih baik, setidaknya ada harapan untuk lebih baik, tidak berputus asa dengan kesulitan yang dialaminya" jawab Anwar
"Keinginan mu sangat mulia, tapi perhatikan pula dirimu. Jangan bekerja terlalu keras, saya khawatir nanti tubuhmu bisa ambruk" ucap Shinta sambil menundukkan kepalanya.
Rasa haru berkecamuk dalam hati Anwar, saat ia melihat tetesan-tetesan air mata Shinta membasahi lantai, ia memberanikan diri untuk memegang tangan Shinta, tangan yang terasa lembut dan hangat.
"Saya berjanji kepada mu, saya akan menjaga diri dengan baik" ucap Anwar, ucapannya penuh getaran keharuan.
"Hm" Agung berdehem, ia ingin mengingatkan Anwar dan Shinta jika masih ada orang lain yang bersama mereka
Shinta menarik tangannya, mukanya memerah menahan rasa malu, lalu ia berlari ke belakang rumah.
Anwar merasa jengkel terhadap Agung, ia seperti dibangunkan saat bermimpi indah.
"Mari kita pulang" ucap Anwar
Anwar bangkit dari duduknya diikuti Agung dan Rijal, mereka pamit kepada Shinta lalu pergi
__ADS_1
...*****...
Anwar memasuki gedung hotel yang terhias dengan indah, penampilannya sangat menarik, tuan rumah menyapanya dengan ramah.
"Selamat datang tuan Anwar, terima kasih telah menghadiri pesta kecil ini, bagaimana keadaan ayah mu?" ucap Anthony sambil tersenyum. Tangannya diulurkan pada Anwar
"Maaf, ayah sedang kurang sehat, jadi hanya saya yang hadir" ucap Anwar, ia menjabat tangan Anthony.
Seorang wanita cantik mendekati Anthony, cara berdandannya sangat elegan dan berkelas, ia bergelayut manja ditubuh Anthony seperti benalu yang menempel di pohon.
"Perkenalan ini istri saya" ucap Anthony
"Saya Anwar" ucap Anwar sambil menjabat tangan Angel.
"Sayang, bisakah kamu temani tamu istimewa kita sebentar?" ucap Anthony Kepada istrinya
"Tentu saja sayang" ucap Angel sambil mencium bibir suaminya
Angel mengajak Anwar berkeliling sambil membanggakan kemajuan perusahaan yang dipimpinnya. Ia secara kurang ajar menumpahkan wine yang dipegangnya pada tubuh Anwar dengan berpura-pura jatuh.
__ADS_1
"Maaf, saya tidak sengaja" ucap Angel
"Tidak apa-apa nyonya, saya mohon pamit untuk membersihkan diri" ucap Anwar
Anwar bergegas menuju kamar yang dipesannya, ia masuk kedalam kamar mandi, lalu melepaskan pakaiannya satu persatu sampai tubuhnya tidak tertutupi sehelai benang pun. Ia menyalakan shower, kemudian membersihkan tubuh yang terkena alkohol agar terbebas dari najis. Setelah merasa tubuhnya bersih, Anwar berendam dalam bathtub yang telah diisi dengan air yang sangat harum. Anwar tidak ingin berlama-lama berendam, ia meraih handuk dan melilitkan ditubuhnya.
Angel masuk kedalam kamar Anwar, senyum genit terkulum dari bibir mungilnya, pikiran-pikiran cabul memenuhi isi kepalanya. Ia melepas pakaian luarnya, lalu masuk kedalam kamar mandi.
Anwar sangat terkejut saat melihat nyonya Angel ikut masuk dikamar mandi, ia sadar badai besar akan menimpa dirinya.
"Nyonya, apa yang anda lakukan ditempat ini?" tanya Anwar
"Tentu saja bersenang-senang dengan mu" jawab Angel, matanya membulat melihat tubuh Anwar yang seksi menggoda
"PERGI!!" teriak Anwar
Angel tidak mau pergi, ia melucuti seluruh pakaian dalamnya untuk memamerkan kemolekan tubuhnya, lalu dengan penuh gairah berusaha mendekati Anwar
Anwar habis kesabarannya, ia menarik tubuh Angel dan melemparkannya ke bathtub, ia membuka pintu kamar mandi dan mengunci Angel di dalam kamar mandi. Anwar sesegera mungkin memakai pakaiannya.
__ADS_1