
"Dimana kamu sembunyikan anak saya?" ucap Robert kepada Stevan
"Ck..ck..ck.. saya tidak menyangka kalau kamu berbuat sekejam itu kepada Anggun hanya karena anak mu bermain dikediaman saya beberapa hari" ucap Stevan sambil menepuk jidatnya.
Stevan membubarkan orang-orang yang berada ruangan tersebut dengan isyarat tangannya lalu pergi menuju kamar pribadinya. Ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, pikirannya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang tidak mampu dijawabnya dengan benar.
Mengapa saya memerintahkan orang untuk membunuh Ardian dengan racun?
Mengapa saya memerintahkan Anggun untuk menikahi Gamal?
__ADS_1
Mengapa saya marah kepada Anwar yang mencoba mendekati Shinta?
Mengapa saya sangat marah kepada Anggun yang mau membunuh Shinta?
Mengapa saya menyimpan kalungnya yang terjatuh selama bertahun-tahun?
Mengapa saya selalu memikirkan Shinta jika saya
Stevan adalah putra dari pria kaya bergaya kosmopolitan yang tinggal di Amerika serikat, ibunya adalah seorang wanita cantik berasal dari keluarga terpandang di Sulawesi Utara. Hidupnya berjalan baik dan sempurna, hingga suatu saat ia memergoki ayahnya sedang melakukan hubungan intim dengan wanita lain, parahnya lagi wanita tersebut merupakan kekasihnya sendiri. Wanita yang paling dicintainya dan pria yang paling dihormatinya telah mengkhianatinya, hatinya terasa sakit dan dunia seakan gelap baginya. Saat ia mengadukan masalah tersebut kepada ibunya, ibunya hanya menyuruhnya untuk bersabar.
__ADS_1
Stevan sangat murka saat mantan kekasihnya datang kerumahnya dalam kondisi hamil, wanita yang dibencinya itu minta pertanggungjawaban ayahnya. Ia mendorong wanita tersebut hingga bayi yang dikandungnya keguguran. Ayahnya mengadukan Stevan ke polisi dengan tuduhan penganiayaan dan pembunuhan.
Stevan sangat terguncang saat ia hendak dijebloskan kedalam tahanan, ia frustasi dan putus asa dengan nasibnya. Beruntung ibunya berhasil membujuk ayahnya untuk membatalkan tuntutan kepadanya.
Stevan meninggalkan rumah orang tuanya, ia pergi ke tempat kakeknya di Sulawesi Utara. Namun ia hanya bisa bertahan satu bulan, tradisi dan kebudayaan lokal yang melekat erat ditempat itu sangat tidak cocok dengan dirinya yang dibesarkan dalam lingkungan kosmopolitan. Ia akhirnya memutuskan tinggal di Jakarta dan kuliah di sebuah Universitas swasta yang terletak di jantung ibukota.
Stevan merasa senang saat dirinya digandrungi banyak wanita cantik dari berbagai profesi, ia sangat bangga dijadikan rebutan gadis-gadis seksi dan jelita. Ia sebenarnya tidak perlu mengeluarkan uang untuk bercinta karena para gadis tersebut pasti rela membayarnya dengan harga tinggi namun harga dirinya menolak hal tersebut.
Satu-satunya perempuan yang tidak bisa ia taklukkan adalah Shinta, segala cara telah ia coba untuk meraih hatinya namun tidak pernah berhasil. Ia tidak tahu penyebab penolakan Shinta kepadanya, ia ingin menuntut penjelasan atas penolakannya tersebut, namun harga dirinya tidak mengijinkan. Ia tidak mengerti mengapa ia tidak bisa membencinya walaupun beberapa kali ia merasa dihina dan direndahkan.
__ADS_1
Stevan pernah menampar gadis idola kampus bernama Maria karena menghina Shinta dengan sebutan "Wanita murahan", tapi bukan ucapan terima kasih yang ia dapatkan dari Shinta melainkan kemarahannya, bahkan Shinta meminta Stevan untuk meminta maaf kepada Maria, anehnya Stevan mau melakukan perintahnya tanpa membantah.
Stevan sangat frustasi saat mengetahui Shinta akan menikah, ia menemui Shinta secara diam-diam lalu menyerahkan sebuah pisau kepada Shinta. Ia meminta Shinta untuk membatalkan pernikahannya atau Shinta menghabisi nyawanya dengan pisau tersebut. Shinta tanpa ragu mengarahkan pisau ke lehernya sendiri, Shinta meminta Stevan pergi atau Shinta akan bunuh diri. Stevan menyerah, ia memilih pergi agar Shinta selamat.