
Anggun mendapatkan tugas pertama dari Stevan, tugasnya adalah untuk merebut usaha tekstil milik ayah tirinya. Ia sangat senang dengan tugas tersebut karena ia memang sangat membenci ayah tirinya.
Anggun sudah sangat lama memendam kerinduan kepada ibunya, ia mengunjungi ibunya saat ayah tirinya bekerja. Ia terkejut melihat kondisi ibunya yang sedang tertidur lelap di lantai tanpa alas walaupun hanya dengan selembar kain, padahal ada kasur empuk disampingnya. kondisi ibunya sangat memprihatinkan, tubuhnya kurus kering dan dipenuhi oleh berbagai macam bekas luka, ada bekas-bekas luka sayatan dan ada pula bekas-bekas luka memar akibat pukulan benda tumpul, sebagian luka-luka tersebut belum kering.
Anggun mendekati ibunya, tangannya membelai rambutnya dengan penuh kelembutan
"Ibu.. mengapa tidur di lantai?" ucap Anggun dengan suara yang sangat halus
"Jangan pukul saya... tolong... jangan pukul saya......... saya meminta maaf...... tolong... jangan pukul saya" ucap ibu Anggun yang terbangun dari tidurnya. Ia memohon-mohon minta pengampunan sambil memegang kaki Anggun
__ADS_1
"Ibu... ini Anggun, anak ibu" ucap Anggun lirih, tangisnya pecah seketika
"Anggun... Anggun... dimana kamu nak?"
ucap ibu Anggun sambil mencari-cari di seluruh bagian rumah. Ia kembali menghadap Anggun dengan wajah yang dipenuhi oleh air matanya
"Apakah kamu melihat Anggun anak saya?" ucap ibunya Anggun. Tanpa menunggu jawaban dari Anggun, ia kembali mencari-cari anaknya ke seluruh sudut rumah.
"Luka luarnya bisa segera disembuhkan tapi ia mengalami depresi yang sangat berat. Jika tidak dirawat dengan baik, ia bisa gila" ucap Dokter
__ADS_1
Anggun tidak berani membayangkan siksaan yang diterima ibunya Setelah kepergiannya, dendamnya semakin dalam menyusup kedalam jantungnya.
Anggun mempelajari kondisi industri tekstil milik ayah tirinya, setelah memahami apa yang dipelajarinya, ia mulai beraksi. Sebuah perusahaan terkemuka telah memesan tekstil dengan jumlah yang sangat besar namun dalam jangka waktu yang sangat pendek. Karena keserakahan, ayah tirinya menerima order tersebut.
Setelah produk terpenuhi dengan susah payah, dikirimkan kepada perusahaan pemesan tanpa kuality control disebabkan waktunya yang pendek. Kecerobohan ini mengakibatkan banyak barang yang rijek, sehingga bukan hanya dikembalikan namun juga dituntut dengan penalti dengan jumlah besar. Kabar tersebut tersebar luas, sehingga menyebabkan para konsumen mutuskan kontrak kerjasamanya dan mem-blacklist nama industrinya.
Kondisi perusahaan semakin hari semakin terpuruk, produknya tidak laku sedangkan penagihan hutang perusahaan terus berdatangan. Bukan itu saja, para karyawan yang tidak mampu dibayar pun meradang, menyebabkan aksi mogok kerja.
Anggun mengambil alih perusahaan yang telah bangkrut itu dengan mudah, ia memulihkan kondisinya. Setelah pulih, Anggun mengganti peralatan yang sudah kuno dengan yang lebih canggih, ia pun merubah sistem agar lebih efesien, dan memberikan gaji kepada karyawan dengan lebih manusiawi.
__ADS_1
Anggun mengerahkan orang-orangnya untuk menangkap ayah tirinya, setelah tertangkap ia memerintahkan agar ayah tirinya di kurung di kamar yang dipenuhi tikus-tikus yang berhari-hari tidak diberi makan. Suara jeritan ketakutan terdengar menyayat hati, namun hal tersebut justru seperti alunan melodi yang indah bagi Anggun, ia sangat menikmatinya. Namun kegembiraannya tidak berlangsung lama, Stevan memerintahkan agar Anggun membebaskan ayah tirinya, bahkan ayah tirinya dijadikan sebagai salah satu orang kepercayaannya. Anggun sangat kecewa dengan Stevan, namun ia tidak memiliki kemampuan untuk membantahnya.