
Sudah satu tahun Aqila menimba ilmu di sekolahnya, ia tidak menyadari jika dirinya menjadi pusat perhatian karena terlalu menonjol dibandingkan teman-temannya baik dari segi fisik, akhlak, maupun kecerdasannya. Banyak yang kagum dan menyukainya namun tidak sedikit yang iri dan benci padanya.
Laras adalah orang pertama yang mendeklarasikan dirinya untuk menjadi sahabat Aqila, sifatnya sangat tegas dan disiplin. Jika senang pada seseorang dia akan menjadi sangat baik, dan jika sudah benci wajahnya akan sangat menakutkan. Laras kagum kepada kepada Aqila bukan karena kecantikan atau kecerdasannya yang diatas rata-rata namun karena kebiasaan Aqila yang membersihkan sekolah setiap pagi walaupun bukan jadwal piketnya. Menurut pemikirannya Aqila adalah seorang yang penuh tanggung jawab dan pantas dihormati.
Disekolah Aqila terdapat seorang bintang, ia telah memasuki kelas akhir Sekolah Dasar beda dua tingkat dari Aqila. Ia menjadi populer bukan hanya ketampanannya atau orang tuanya yang tajir tapi juga karena banyaknya prestasi yang diraih olehnya, ia bernama Arif Abdurrahman. Arif yang dikagumi banyak orang ternyata mengagumi Aqila karena menurutnya Aqila berbeda dari kebanyakan perempuan. Dalam pandangannya Aqila adalah seorang yang sederhana dan tidak pernah mengunggulkan dirinya.
__ADS_1
Suara Senda gurau dan canda tawa mewarnai kelas, guru sedang yang berhalangan hadir hanya memberikan tugas sehingga murid-murid merasa gembira. Entah siapa yang memulai dari senda gurau yang riang gembira berubah menjadi saling ejek-mengejak kemudian menjadi kemarahan. Aqila merasa merasa tidak nyaman, ia pergi ke toilet untuk menghindar sekaligus membasuh wajahnya. Didepan wastafel toilet wanita ia membasuh mukanya agar lebih fresh kemudian bercermin mematut diri. Saat berbalik badan ia terkejut karena ada seorang lelaki yang entah sejak kapan telah berdiri menghalangi pintu. Lelaki tersebut tersenyum kepadanya kemudian mendekatinya.
"Apa...yang...mau..kamu..lakukan?" tanya Aqila dengan bibir gemetar sambil berusaha menjauhinya.
Namun lelaki tersebut terus mendekatinya, lelaki itu tidak menjawab pertanyaan Aqila seakan telinganya telah menjadi tuli, matanya berkilat-kilat, nafasnya memburu, dan nafsunya telah mencapai puncak ubun-ubun karena baru saja menonton film porno lewat telpon genggamnya. Ia berusaha menggagahi Aqila yang telah tersudut dipojok ruangan. Aqila berusaha memberontak saat pelukan hampir mendarat di tubuhnya, ia melakukan apa yang dia bisa untuk menjaga kesuciannya, ia pun berteriak-teriak minta tolong, kancing bajunya telah runtuh sebagian, ciuman pun menghujani pipinya beberapa kali.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan, Martin" Seorang guru menendang lelaki bernama Martin itu dengan penuh emosi.
Martin dibawa pergi namun matanya masih menatap Aqila dengan bengis, Ia tidak sadar ada mata lain yang memandangnya penuh kebencian.
Arif merasa curiga saat Martin mengikuti Aqila ke toilet perempuan, apalagi sebelum masuk Martin menempatkan teman-temannya untuk berjaga. Ia langsung menghubungi guru BP dan teman-temannya untuk mencegah Martin berbuat hal yang buruk, ia terkejut dengan apa yang dilihatnya. kejadian ini lebih buruk dari apa yang dia pikirkan.
__ADS_1
Aqila merasa shock, malu dan benci. Ia menangis sejadi-jadinya. Laras yang hadir ditempat itu merasa terenyuh, ia pun ikut menangis sambil memeluk Aqila. Setelah tengisan mereka reda, Laras membantu merapikan rambut Aqila yang kusut, meminjamkan switernya untuk menutupi baju Aqila yang koyak, dan merapikan penampilannya.