Melodi Cinta Aqila

Melodi Cinta Aqila
Bab 50 Kedalaman Cinta


__ADS_3

Shinta.... siapakah yang kejam dan tidak berperasaan? kamu atau diriku? kamu telah merampas kebebasan yang ku miliki dengan segala pesona yang kamu pancarkan, kamu menjadikan saya seperti pengemis yang hina dina, berkali-kali saya meminta belas kasihan mu dalam meraih secuil cinta dan perhatian mu, namun mengapa kamu begitu kikir untuk memberikannya? mengapa kamu menatap jijik kepada ku dengan mata indah mu.


Steven merasa semua kelebihan yang dimiliki nya tidak berarti, ia menyadari seluruh harta yang dimilikinya tidak dapat membeli sebuah kebahagiaan dan ketampanan yang dibanggakannya tidak dapat meraih hati wanita yang dicintainya. Ia dilanda kesepian dan kehampaan yang tidak diketahui oleh orang lain. Shinta telah merenggut semua gairah hidupnya dan menjatuhkan keangkuhannya.


... *****...


Mata hari sedikit demi sedikit turun dari singgasananya, ia mulai memudarkan sinarnya, guratan jingga meronakan aura malam pertanda sang bulan siap bertahta.


Sudah satu bulan Shinta menapaki lorong rumah sakit yang megah dan luas ini, terkadang ia beriringan dengan beberapa pembesuk dari berbagai daerah. Pikiran Shinta melayang pada hasil diagnosa dokter tentang penyakit yang diidap oleh Bagus Anugerah, penyakit kanker darah, sel-sel di sumsum tulang tidak berkembang dengan normal, sel leukimia tidak membantu tubuh melawan infeksi tetapi menekan perkembangan sel darah lain. Kecelakaan yang dialami Bagus Anugerah membuat kondisinya bertambah buruk dan mengkhawatirkan.


"Shinta, mengapa kamu berada disini?" tanya Anwar sambil tersenyum.


Shinta berlari menghampiri Anwar, lalu membantu Anwar yang nampak kesulitan untuk berjalan. Ia tidak bisa membohongi hatinya yang terkoyak melihat kondisi Anwar yang biasanya kuat dan kokoh seperti batu karang, sekarang nampak sayu dan lemah, bahkan ada pen yang menempel ditangannya.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" tanya Shinta penuh kelembutan.


Anwar merasa senang karena ia dapat membaca dengan jelas wajah Shinta yang dipenuhi rasa takut dan khawatir.


Apakah kamu tahu jika saya tersiksa oleh rasa rindu selama satu bulan ini?


"Saya ingin berjalan-jalan di taman, rasanya bosan terus menerus didalam kamar. O... iya, kamu belum menjawab pertanyaan saya, mengapa kamu berada disini? siapa yang sakit?" tanya Anwar.


"Siapa namanya?" tanya Anwar


Shinta terdiam oleh pertanyaan Anwar yang tidak diduganya, mulutnya tiba-tiba seperti terkunci, hatinya bimbang untuk membuka lembaran kisah hidupnya kepada Anwar.


Anwar dapat membaca kesulitan yang dialami Shinta, tiba-tiba hatinya dilanda oleh ketidak puasan, ia bisa menduga ada suatu rahasia tentang Shinta yang tidak ingin diketahui olehnya.

__ADS_1


"Terima kasih atas bantuannya, saya akan mencoba berjalan sendiri. Kau pergi lah, mungkin saat ini ayah mertua mu sedang menunggu kedatangan mu" ucap Anwar sambil mencoba melepaskan tangan Shinta pada tubuhnya.


Shinta berdiri mematung beberapa saat, ia mengamati wajah Anwar yang dipenuhi oleh rasa kekecewaan, kakinya beranjak meninggalkan Anwar dengan langkah yang berat.


"Shinta"


Shinta menghentikan langkahnya kakinya, ia melirik kearah Anwar yang menghampirinya dengan susah payah.


"Kamu telah mengetahui tentang perasaan saya bukan?" kata Anwar, bibirnya tampak bergetar


"Ku mohon, kamu jangan menjauhi saya. Jangan marah bila ada kata-kata saya yang menyakiti mu, saya tidak sanggup hidup tanpa mu, Shinta" ucap Anwar.


Tubuh Shinta bergetar, perasaannya bercampur aduk, hatinya bergejolak hebat didalam dadanya. Ia jatuh tersungkur, mengucapkan segala puji-pujian kepada Tuhan semesta alam.

__ADS_1


__ADS_2