
Shinta memiliki dua orang majikan, mereka masih bersaudara. Shinta bekerja pada nyonya Dewi dari jam delapan pagi sampai jam dua belas siang, setelah itu ia bekerja di rumah nyonya Desi dari jam satu siang sampai jam empat sore. Kedua nyonya majikan Shinta bekerja membantu usaha milik paman mereka bernama Tuan Rahardian, seorang pengusaha hotel dan restoran bernama Blue Royal.
Blue Royal sedang memerlukan tenaga pekerja tambahan disebabkan adanya pesta ulang tahun perusahaan besar Lion gold company. Shinta yang dinilai selalu bekerja efektif dan efesien diminta untuk ikut membantu oleh kedua majikannya.
Pesta berlangsung dengan sangat meriah, hidangan-hidangan terbaik menghiasi sajian pesta mereka, berbagai acara luar biasa tersaji dengan apik, mulai dari lagu-lagu merdu yang dinyanyikan oleh penyanyi kondang tanah air hingga penyanyi mancanegara, komedi-komedi lucu yang mengocok perut, hingga kuis berhadiah yang menarik. Tamu-tamu tampak puas dengan pesta yang tergambar dari wajah-wajah gembira mereka.
Para karyawan hilir mudik sibuk dengan pekerjaan mereka, Shinta yang sedang bekerja di dapur diminta untuk membantu menyajikan minuman untuk para tamu. Ia pun bergegas meninggalkan dapur. Ia begitu terampil mengerjakan pekerjaannya, tidak ada air yang tercecer sedikit pun saat ia menuangkannya.
Seorang pria yang sedang berbicara dengan rekan-rekan bisnisnya, tanpa sengaja matanya melihat Shinta sekilas, ia terkejut lalu matanya berusaha untuk melihat lebih jelas, ia seolah tidak percaya dengan ketajaman penglihatan matanya, ia mendekati Shinta untuk memastikan. Orang itu adalah Gamal adik dari almarhum suami Shinta.
__ADS_1
"Shinta... apa yang sedang kamu lakukan?" ucap Gamal halus, tapi kata-katanya dapat menusuk hati Shinta yang terdalam.
Tubuh Shinta bergetar hebat, keringat dingin seketika bercucuran diwajahnya, kondisinya seperti penjahat yang tertangkap basah, ia ingin melarikan diri namun pikirannya menyadarkan bahwa hal itu sudah terlambat.
Gamal meraih nampan yang berisi gelas-gelas kristal dari tangan Shinta yang bergetar, lalu dilemparkan sekeras-kerasnya, suara jatuhnya nampan dan pecahan gelas kristal mengagetkan para tamu hotel.
Seluruh tamu yang terkejut otomatis mengalihkan perhatiannya pada Gamal dan Shinta. Seorang pria yang berprofesi sebagai manejer tergopoh-gopoh mendekati Gamal untuk meminta maaf.
"HANYA PELAYAN TENAGA TAMBAHAN KATAMU" teriak Gamal sambil menampar pipi pria tersebut sekerasnya lalu didorong sampai jatuh.
__ADS_1
"Katakan, siapa di antara kalian yang berani menjadikan kakak ipar ku pelayan!!" Ucap Gamal sambil mengedarkan pandangannya yang tajam keseluruhan ruangan.
Seluruh pekerja hotel gemetar, terlebih Dewi dan Desi. Mereka tidak dapat menahan rasa takut yang melanda mereka, mereka bersembunyi diantara para tamu dengan tubuh menggigil.
"Tidak ada yang menjadikan saya pelayan, tapi... saya sendiri lah yang menghendakinya" ucap Shinta lemah.
Gamal tidak dapat menahan harunya, hatinya begitu sakit melihat kondisi Shinta, dan lebih sakit mendengar jawaban Shinta tadi. Ia hampir berlutut dihadapan Shinta untuk meminta maaf namun dua orang pengawalnya mencegah hal itu.
"Shinta, ada banyak hal yang ingin ku bicarakan dengan mu, mau kah kamu mengikuti saya?" Ucap Gamal sambil menuntun Shinta.
__ADS_1
Shinta mengikuti Gamal dengan tenang, ia memiliki banyak pertanyaan didalam dadanya, ia mengikuti langkah Gamal meninggalkan ruangan pesta.