
Anwar sudah tidak berkeinginan untuk tinggal di kamar hotel yang dipesannya lagi, ia ingin segera pergi dari tempat terkutuk itu. Namun baru saja ia membuka pintu, Anthony menghalangi jalan keluarnya. Anthony membuka pintu kamar mandi, wajah Anthony memerah saat melihat kondisi istrinya yang sangat mengenaskan, wanita terhormat itu dalam keadaan basah kuyup dan telanjang bulat.
"Anwar, jelaskan apa yang terjadi!!" ucap Anthony dengan wajah tidak bersahabat.
Angel menangis tersedu-sedu, mukanya ditutupi dengan kedua telapak tangannya yang mungil. Anthony mengambil handuk, kemudian meletakkannya dengan penuh kelembutan pada tubuh istrinya yang bugil dan menggigil kedinginan.
"Lebih baik saya mati saja, saya telah..." ucapan Angel terhenti, Ia berlari keluar dari kamar mandi, ia sangat kecewa saat menyadari Anwar telah menghilang.
__ADS_1
"Dasar laki-laki tidak berguna, mengapa kamu membiarkan si setan brengsek itu pergi" maki Angel kepada suaminya.
Angel merasa terhina dengan sikap Anwar yang tidak menunjukkan ketertarikan kepadanya sedikit pun, padahal selama ini tidak ada seorang pria pun yang bisa tahan oleh godaannya. Ia pun sangat kesal dengan kegagalan rencanannya, padahal ia telah menyusunnya dengan sangat rapi. Ia terpaksa menghentikan para saksi palsu, wartawan, oknum kepolisian dan oknum pengadilan yang siap membantu aksinya.
...*****...
Anwar melarikan diri saat pasangan suami istri itu lengah, ia tidak ingin menjadi korban kelicikan mereka. Ia melajukan mobilnya keluar dari hotel, lalu menyusuri jalan raya yang dipenuhi oleh berbagai jenis kendaraan.
__ADS_1
Anwar bergegas menolong korban, Suara kereta mengintimidasinya supaya bergerak lebih cepat, ia mengalami kesulitan mengeluarkan korban karena kakinya terjepit badan mobil yang penyok. Suara kereta semakin keras dan mengintimidasi, membuat Anwar semakin gugup, namun ia berhasil menolong korban dan menjauhi rel kereta.
Kereta menyingkirkan mobil yang menghalanginya beberapa saat setelah Anwar berhasil menjauh, membuat jantung Anwar berdetak lebih cepat. Mata Anwar yang jeli melihat sebuah bom yang masih aktif terpasang di mobil, ia menggendong korban di punggungnya lalu berlari menjauh. Suara ledakan mobil sangat keras menulikan telinga dan menggetarkan sekitarnya.
Anwar merasa ngeri dengan kejadian yang baru saja dialaminya, keringat dingin bercucuran di wajahnya. Ia mengangkat korban dengan hati-hati, kemudian memasukkannya kedalam mobil.
Anwar membawa korban ke Rumah Sakit terbaik, karena korban adalah Bagus Anugerah, CEO dari Lion Gold Company, sebuah perusahaan besar yang bukan hanya menguasai tanah air tapi juga sampai ke mancanegara. Anwar menyadari kecelakaan yang terjadi bukanlah kecelakaan biasa tetapi sebuah pembunuhan terencana. Dalam analisanya, rem mobil dirusak agar mobil kehilangan kendali dan mengakibatkan kecelakaan, jika masih selamat maka bom yang dipasang akan menewaskannya.
__ADS_1
Rumah Sakit dilanda kehebohan saat Anwar tiba dengan membawa Bagus Anugerah di Rumah Sakit, dokter-dokter senior bergerak cepat dan para perawat terbaik dikerahkan. Ada guratan-guratan kecemasan yang tergambar pada wajah-wajah mereka.
Seorang pria berwajah tampan berlari-lari mendekati ruangan ICU, ia tampak cemas dan khawatir terhadap kondisi pasien. Seorang dokter berusia lanjut mendekatinya, lalu mereka berbicara dengan sangat serius.