
Shinta mengikuti langkah Gamal hingga di suatu ruangan VVIP hotel, ia duduk disamping jendela. Wajah cantiknya terpantul indah di cermin, menghiasi keindahan ruangan yang ditempatinya.
Hati Gamal bergetar melihat pantulan wajah Shinta, sampai saat ini Gamal belum bisa menghapus cintanya yang terukir begitu dalam dari hatinya.
Kamu begitu tega Shinta, wajah mu bahkan tidak pernah sekalipun menunjukkan penyesalan yang pernah kamu lakukan
Gamal mencoba menyalahkan Shinta atas tragedi yang terjadi. Bagaimana tidak? Setelah Shinta menelantarkannya, ia begitu frustasi. Ia mencoba menghilangkan penderitaannya dengan berwisata mengelilingi diberbagai daerah baik di Nusantara maupun mancanegara.
Gamal bertemu Anggun di Prancis saat menghadiri galery seni di muse`e du Louvre, ia begitu cantik dengan balutan pakaian dari Christian Dior. Anggun begitu cerdas dan pandai berbicara sehingga dapat membuka hati Gamal yang beberapa tahun tertutup rapat. Ia begitu piawai memainkan peran sebagai korban dalam banyak kasus yang ditimbulkannya, tidak sedikit tokoh penting yang ambruk karena ulahnya. Gamal berpikir jika Shinta tidak meninggalkannya maka ia tidak akan bertemu dengan Anggun.
__ADS_1
"Apakah kamu sudah tidak punya harga diri lagi?"Ucap Gamal kepada Shinta
"Apa yang bisa saya lakukan? apakah saya harus melamar pekerjaan sehingga identitas saya diketahui publik? bukankah hal tersebut dapat mempermalukan nama baik keluargamu?" ucap Shinta datar.
"SHINTA..." teriak Gamal
Shinta berdiri lalu berjalan mendekati jendela. Ia membiarkan wajahnya terkena pancaran sinar cahaya matahari.
"Bahkan ketika mas Ardian meninggal... tidak ada... yang datang, jangankan datang....bahkan... ucapan belasungkawa pun tidak ada." ucap Shinta terbata-bata menahan haru, ia sekuat tenaga berusaha menahan Isak tangisnya namun air matanya jebol menuruni wajahnya yang ayu. Shinta terdiam beberapa saat untuk menenangkan diri.
__ADS_1
"Apakah kamu tahu jika almarhum menanggung banyak hutang, bahkan hutang-hutangnya tidak bisa terbayar setelah menjual seluruh asetnya termasuk rumah dan isinya? Apakah kamu tahu bagaimana caranya agar sisa hutang itu dibebaskan? dengan memohon-mohon sambil berlutut" ucap Shinta. Ia tidak Sudi menceritakan perihal dirinya dan putrinya yang hampir dilecehkan.
"Shinta cukup!!" bentak Gamal, ia tidak sanggup mendengar lebih jauh, hatinya sangat sakit seperti diiris-iris.
"Semua salah saya. Qeira hilang ketika saya mengajaknya ke taman bermain dan kabar kehilangannya diketahui Anggun. kamu tahu apa yang terjadi selanjutnya?" ucap Gamal
Shinta terkejut, namun ia tidak menjawab pertanyaan Gamal, ia membiarkan Gamal untuk kembali bercerita.
"Anggun menculik ibu dan meminta kami sekeluarga mendatangi kediamannya. Ia memberikan pisau kepada ku dan Ardian, Ia memerintahkan saya dan Ardian bertarung dengan ayah sebagai juri " ucap Gamal
__ADS_1
Shinta merasa ngeri mendengar kisah Gamal, ia menutup daun telinga dengan tangannya, namun rasa penasaran memaksa membukanya kembali.
"Jelas kami menolak perintahnya yang gila namun ia tidak segan-segan menyiksa ibu. Ardian tidak dapat mengendalikan dirinya saat mendengar jeritan yang menyayat hati dari ibu. Ia menyerangku dan saya membalasnya. Tapi rupanya Ardian tidak sungguh-sungguh menyerangku, ia hanya pura-pura tetapi tidak dengan saya. saya menusukkan pisau tepat ke ulu hatinya. Setelah Ardian terkapar, Anggun memerintahkan agar Ardian mengasingkan diri sampai akhir hayatnya dan meninggalkan seluruh asetnya. Anggun mengancam akan melakukan hal yang lebih keji jika kami melanggar apa yang ditetapkannya" ucap Gamal