
Anggun mengalami kondisi kejiwaan yang sulit dipahami oleh dirinya sendiri, semuanya serba bertolak belakang. Dendam akibat perbuatan ayah tirinya bukan hanya tidak dapat dilampiaskannya, tapi juga ia diharuskan bersikap baik kepada orang yang paling dibencinya tersebut.Tugas-tugas yang dibebankan Stevan kepada Anggun pun sangat luar biasa, Anggun diharuskan menjadi seorang penghianat, ia harus bisa memanfaatkan orang-orang penting dan berpengaruh, jika sudah tidak berguna maka orang tersebut wajib dibuang di jalanan seperti anjing buduk.
Pepatah mengatakan manusia boleh merencanakan tapi Tuhan yang menentukan. Mungkin itulah gambaran yang tepat bagi Pertemuan Anggun dengan Gamal di musium Louvre Prancis. Kondisi Gamal seharusnya mirip dengan domba yang hampir masuk mulut serigala, karena Anggun telah siap dengan segala tipu dayanya untuk menjerumuskan Gamal, tetapi kenyataannya Anggun lah yang terjerat oleh cintanya kepada Gamal.
Hati Anggun bergetar saat matanya menyaksikan secara langsung ketampanan wajah Gamal, photo yang diterimanya sangat tidak sebanding dengan aslinya. jantungnya seolah-olah mau melompat keluar dari dadanya saat ia berusaha mendekatinya, lidah nya tiba-tiba terasa kelu seperti orang gagu saat mau menyapa, badannya terasa lemas bahkan mau pingsan saat tiba-tiba Gamal tersenyum kepadanya.
"Apakah kamu dari Indonesia?" sapa Gamal
__ADS_1
"Benar" jawab Anggun sambil mengatur nafasnya yang memburu akibat detak jantung yang tidak mau berkompromi dengannya
"Saya pun dari Indonesia, nama saya Gamal" ucap Gamal sambil mengulurkan tangannya
"Saya Anggun" ucap Anggun sambil menjabat tangan Gamal. Anggun berusaha keras agar tangannya tidak bergetar, namun sia-sia.
"Mengapa tangan mu gemetar dan wajah mu pucat? Apakah kamu sakit?" tanya Gamal, nampak ada rasa khawatir yang tersirat dari wajahnya
Anggun mengalihkan pembicaraan Gamal tentang dirinya dengan bercerita hal-hal menarik yang disukai Gamal. Anggun yang sudah sangat berpengalaman dalam menghadapi seorang pria, dapat menarik simpati Gamal dengan mudah walaupun dengan kondisi jantung yang hampir melompat keluar dari jasadnya.
__ADS_1
Cinta yang tumbuh subur di hati Anggun dapat mengobati kondisi kejiwaan Anggun yang sakit, ia tidak perlu lagi berpura-pura cinta karena kali ini cinta nya benar-benar tulus.
Saat Gamal mengutarakan niatnya untuk menikahinya, Anggun secara spontan melakukan sujud syukur, hal yang belum pernah ia lakukan selama hidupnya. Air matanya menetes dari kedua bola matanya, bukan karena merasa sedih namun justru karena ia sangat bahagia. Tapi seiring dengan kebahagiaan hatinya, ia pun merasa bimbang, ia takut masa lalunya akan menyakiti Gamal.
Dengan berat hati Anggun menceritakan kisah kelamnya, ia tidak mau Gamal merasa tertipu setelah menikahinya. Anggun memperhatikan wajah Gamal selama ia bercerita, tidak ada tatapan menghina dari matanya, tidak ada pula pancaran kemarahan dari wajahnya. Gamal bahkan menggenggam erat tangannya untuk menguatkan hatinya, kemudian membisikkan suara lembut kedalam telinganya
"Setiap orang memiliki masa lalunya sendiri, saya kagum pada mu yang mau menceritakan masa lalu mu yang kelam. Tapi itu adalah masa lalu, mulai sekarang anggap saja diri mu seperti bayi yang baru lahir, bayi yang suci tanpa dosa"
...*****...
__ADS_1
Suara petir membuyarkan lamunan Anggun, namun ucapan Gamal yang lembut terngiang indah sampai detik ini.