Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 12 ~ Membencinya ~


__ADS_3

Aksa keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada,bawahnya yang hanya dililit handuk,tubuhnya yang sangat atletis menambah ketampanannya.Dia mengambil pakaian yang ada di dalam lemari,walaupun dia sangat jarang berkunjung ke apartemennya,dia ada beberapa pakaian disana untuk jaga-jaga mana tau dia terdesak seperti sekarang ini.


Setelah selesai mandi dia mengeringkan rambutnya dengan hair dryer,hingga menimbulkan suara yang bising membuat Dita membuka matanya.


Perlahan Dita membuka matanya,dia terperanjat kaget saat melihat tempat dia tidur sangat asing.Dia duduk lalu menatap sekelilingnya lalu dia membuka selimut yang menutup tubuhnya.


"Aahhhn...." Dita menjerit dengan kencang,die teringat sebab kejadian semalam dia menoleh ke arah Aksa yang masih sibuk mengeringkan rambutnya dan mengabaiakan jeritannya.


"Bersihkan tubuh mu,ini pakaian milikku bisa kamu pakai." Aska memberikan satu kemeja besar kepada Dita.


Dita menepis tangan Aska lalu memunguti pakaiannya lalu masuk kedalam kamar mandi,dia merasakan sakit yang luar biasa di area sensitifnya begitu juga dengan tubuhnya.


Dita menyelesaikan mandinya lalu keluar dari dalam kamar mandi setelah mengenakan pakaiannya.


"Buka pintunya bajingan aku ingin pergi?" Ucap Dita dengan tatapan yang penuh kemarahan.Aska menatap balik kepadanya sebenarnya ada rasa bersalah dalam hatinya tapi sedikit saja.


"Kita makan dulu,aku akan mengantar mu pulang nanti."


"Buka......" Dita kembali memekik,Aska terlihat ketakutan saat melihat kemarahan di wajah Dita.Aska membuka pintu dan membiarkan Dita pergi dari apertemenya.Dita belum bisa memaafkan Aska melecehkan dirinya sekarang dia sudah tidak punya harga diri lagi bahkan dia merasa hidupnya sudah hampir.


Saat keluar dari apertemen,tiba-tiba dia bingung caranya turun ke lantai bawah sudah lama tinggal di kota besar Dita belum pernah sama sekali jalan-jalan hingga turun dari lift pun dia tidak mengerti.


"Kenapa kamu berdiri di situ katanya mau pergi?" Tanya Aska dia bingung melihat Dita yang belum juga pergi meninggalkan apertemenya.


Dita bingung,ingin pulang tapi dia tidak tau harus bagaimana mau bertanya kepada Aska kebencian di hatinya sudah menutupi pikirannya.

__ADS_1


dan pada saat itu tiba-tiba seorang pria lewat dari hadapannya tampa ragu-ragu Dita mengikutinya.


Pria itu membalikkan tubuhnya lalu menatap Dita,dia merasa ilfil melihat Dita yang berjalan mengikutinya sementara penampilannya sangat berantakan.


"Untuk apa anda mengikuti ku?" Tanya pria itu,Aska yang belum masuk kedalam apertemen nya mendengar apa yang di katakan pria itu sekarang dia mengerti kenapa Dita tidak pergi dari tadi itu karena dia tidak tau cara turun kebawah.


Aska berlari kecil lalu menarik tangan Dita dan kembali membawanya ke dalam apertemen nya dia sebenarnya sangat kesal tapi dia takut membuat Dita kembali marah.


"Untuk apa kamu mengikuti pria itu,aku akan mengantarmu nanti kenapa kamu sangat menyebalkan?" Aska terlihat mulai marah tapi dia tidak berani menekan Dita.


"Apa urusan mu,terserah aku mau kemana." Jawab Dita Sinis.Dita menarik tangannya dengan kasar dari pegangan Aska.Walaupun dia sangat membenci Aska entah kenapa hatinya selalu bergetar saat matanya saling menatap.


Aska dan Dita akhirnya keluar dari apertemen miliknya sesampainya dilantai bawah Dita lansung meninggalkan Aska dan menaiki angkot menuju rumah kontrakannya.


Aska hannya bisa menghela napas berat melihat Dita pergi meninggalkan nya,padahal dia ingin sekali tau dimana Dita bekerja dan alamatnya.Dari tadi dia sudah ingin menanyakan itu tapi karena Dita yang selalu marah kepadanya dia enggan menanyakan hal itu.


"Bagaimana kalau aku sampai di pecat,kemana aku harus mencari pekerjaan.Ini semua gara-gara pria bajingan itu,bagaimana bisa dia menghancurkan hidupku bahkan dia tidak minta maaf atau merasa bersalah untuk perbuatanya itu dasar laki-laki jahat." Ucapnya dalam hati.Dita kembali menangis memikirkan nasibnya bayangan kehancuran sudah menghantuinya.


Capek menangis akhirnya Dita kembali terlelap, mungkin karena semalam dia tidur larut malam dan kecapean dia tidur hingga malam kembali tiba.


Melisa kembali ke kontarakan di antar chef Juna,mereka semakin dekat,apalagi seharian ini melisa tidak pokus bekerja karena memikirkan Dita yang tidak pulang dari kemarin.


Juna meninggakan mobilnya di depan jalan dan mengantar Melisa sampai kerumah kontrakannya .


"Kamu terlalu takut Dita bukan anak kecil lagi,mungkin saja dia pacaran."Ucap Juna Melisa hannya tersenyum kecil menanggapi ucapan Jika karena dia tau kalau Dita tidak punya pacar.

__ADS_1


Setelah sampai di halaman kontaknya dia kembali menghela napas lega karena dia melihat Dita sudah kembali.


"Dita....Buka pintunya?" Pekik Melisa hingga beberapa tetangga mereka melihat keributan Melisa.Dita kaget mendengar suara sahabatnya dia takut sekali mendengar suara Melisa dia bingung alasan apa yang harus dia katakan kepada sahabat baiknya itu.


Dita mencoba mencari alasan yang pas untuk Melisa dia takut kalau Melisa curiga kepdanya,semakin dia mencoba untuk mencari tapi semakin membuatnya bingung.


"Dita Jawab jujur,dari mana kamu semalaman?"


"Sudah jangan di tekan seperti itu,mungkin dia ada acara sama teman-temanya." Juna berusaha membela Dita yang sedang terlihat bingung.


"Aku sangat kenal dengannya,aku takut dia melakukan sesuatu yang salah di luar sana." Ucap Melisa.


Dita keluar dari dalam rumah dan pergi ke teras rumah,dia sangat malu kepada dirinya sendiri karena sudah menjadi wanita kotor dan sedihnya dia tidak berani menuntut Aska karena dia tau Aska bukan pria sembarang kalau pun dia melapor mungkin polisi akan menertawakannya.


"Begini amat nasib orang miskin,pria itu sudah mengambil keperawanan ku,tapi dia bisa dengan bebas tidak mendapat hukuman." Ucapnya dalam hati.


Melisa diam sambil menatap keanehan perubahan sikap sahabatnya itu,karena merasa tidak nyaman di antara mereka Juna akhiranya pamit untuk pulang.


"Iya mas...Hati-hati ya mas."Ucap Melisa sambil melambaikan tangannya.


"Mel,kamu pacaran sama chef Juna?" Tanya Dita.Melisa menatap Dita dia merasa aneh dengan sikap Dita yang tidak banyak bicara dari tadi dan wajahnya menunjukkan dia sedang sedih.


"Iya,aku mencoba membuka hati untuknya tapi aku tidak mau terlalu cinta takutnya dia hannya main-main." Jawab Melisa.


Dita menelan ludahnya,dia merasa sedih dengan nasibnya sudah umur dua puluh tahun Belum pernah sekalipun pun dia menerima cinta yang tulus dari seorang pria,sekalinya ada ternyata pria itu hannya menganggapnya orang bodoh dan hannya membuatnya mainan.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2