Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
bab 31 ~ Keributan lagi ~


__ADS_3

Dita perlahan membuka matanya,dia sadar kalau semua yang di dengarnya itu bukan mimpi,dia perlahan membuka matanya,dia sangat kaget saat melihat pasangan manusia yang sedang berbuat maksiat.


Dita langsung berdiri dan pergi dari sana dia kaget bukan main melihat pemandangan memalukan itu.


"Nissa keluar kamu....Dasar anak setan berani sekali kamu bermain maksiat di rumah ini." Ucap Dita dengan suara yang sudah meninggi.


"Apaan sih kakak berisik banget,tunggu sebentar tanggung ini." Ucap Nissa tampa punya rasa malu sedikit pun.


"Keluar kalian atau aku marah dan menyeret kalian berdua dari dalam...." Ancam Dita hingga membuat pria itu kesal dan menghentikan aktifitasnya.


"Sudahlah aku sudah tidak mood,kakak mu selalu menganggu konsentrasi ku,aku jadi capek sendiri."Ucapnya lalu dia mengenakan pakaiannya dan keluar dari dalam kontrakan.


Nissa yang sudah kesal karena dihentikan oleh Dita langsung keluar dan memaki Dita habis-habisan.


"Apaan sih kak kamu keterlaluan sekali,kamu pikir kamu siapa menganggu ku,dasar wanita tidak laku_


"Plak.....Kalau kamu hannya membuatku malu disini lebih baik kamu pulang kampung,jangan buat aku malu....." Keributan tidak bisa dihindarkan dari mereka berdua,pria itu pergi meninggalkan mereka berdua dan mengabaikan perkelahian kakak adik itu.


"Kalau kamu tidak laku tidak usah menganggu ku,kamu memang dari dulu tidak laku jadi jangan iri dengan hidupku,siapa juga yang mau sama wanita jelek seperti mu." Ucap Nissa membuat hati Dita terluka.


Dita masuk kedalam rumah lalu mengambil tas dan ponselnya setelah itu dia keluar dari rumah dan meningagakan rumah.Dita sangat sakit hati mendengar semua hinaan adiknya,dia sadar akan kekurangannya tapi tidak seharunya orang yang katanya saudara itu menghinaya sedemikan rupa.


Dita meningagakan kontrakanya dengan perasaan yang sangat sedih, dia berdiri lama di gang sambil memandangi orang yang lewat.Tidak lama kemudian seorang pria naik sepeda motor masuk ke arah kontrakan mereka dan tidak lama dia melihat Nissa pergi bersama pria lain.


Dita menarik napas berat,sedih kecewa dan terluka perasaanya hari ini dia duduk di emperan sebuah mini market yang tidak jauh dari gang ke rumahnya.

__ADS_1


Malam sudah semakin larut,Dita malas pulang ke kontrakanya,dia malas bertemu dengan Nissa adiknya.Dita meneguk kopi yang ada di depannya dia sengaja memesan kopi untuk dia minum berharap pikirannya yang suntuk hilang.


Malam semakin larut,orang-orang yang pacaran sudah kembali pulang,Dita mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Aska.


Sementara itu Aska,sedang minum-minum di klub malam langganannya,dia ditemani tiga wanita seksi dan beberapa teman prianya.Aska yang merasakan getaran ponsel di saku celana langsung mengambil ponselnya.


"Dita...Ada apa tumben sekali dia menghubungi ku..." Aska langsung keluar dari dalam klub,seorang wanita malam mencoba mencegatnya tapi dia mendorongnya dengan kasar.


"Minggir kamu brengsek." Ucap Aska.Tidak ada seorang pun wanita atau pria, yang berani marah atau melawan Aska jika dia melakukan sesuatu yang tidak baik dia sangat dikenal orang di klub malam ini,dan orang-orang juga tau kalau dia bukan dari keluarga sembarangan.


Aska masuk kedalam mobilnya lalu mengunci pintu,dia menghubungi nomor Dita setelah Dita menghentikan panggilannya.


πŸ“ž Kamu dimana mas,bisa temani aku malam ini,kepalaku sangat pusing.....


πŸ“ž Kamu dimana aku akan kesana sekarang juga.


Aska langsung tancap gas,mobil sport yang dia pakai bisa berjalan leluasa di jalanan karena keadaan jalan sudah mulai sepi.Dita tidak memutuskan panggilannya tapi dia tidak mau bicara sama sekali.


"Hai cewek...Sendirian ya...Bisa Abang temani?" Seorang pria mengganggu Dita.


"Maaf mas aku sedang menunggu suamiku,dia dalam perjalanan sampai kesini." Jawab Dita.Jawaban Dita membuat Aska senyum-senyum sendiri entah kenapa dia begitu senang mendengar jawaban Dita.Kevpatan mobilnya yang sangat tinggi membuatnya tidak terasa sudah sampai,dari jauh dia melihat Dita yang duduk di lantai sambil menunduk menatap telapak kakinya.


"Dit...." Aska turun dari mobilnya dan memanggil Dita yang tidak menyadari mobilnya yang sudah sampai di depannya.Beberapa orang yang ada disana menatap kagum Aksa pria tampan yang mengendarai mobil mewah.Jarang sekali pria seperti itu berbaur di luar bersama masyarakat biasa.


Dita menegakkan kepalnya,dia tersenyum kecil saat melihat Aksa sudah berdiri persis di hadapannya.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan malam-malam disini,kenapa kamu tidak menghubungiku kalau kamu sedang ada masalah? Sekarang kita pergi,disini dingin kamu juga tidak pakai pakaian tebal." Ucap Aska perhatian.


Dita merasa tersentuh dengan perhatian Aksa,tidak tau sejak kapan mereka bisa dekat seperti ini,yang jelas Dia memanggil Aksa itu karena dia malas pulang ke rumah kontrakannya dia malas bertemu adiknya.


Aska membawa Dita masuk kedalam mobilnya lalu mereka meninggalkan tempat itu,sebenarnya Dita sudah sangat kelaparan tapi dia malu meminta kepada Aksa,dia takut Aksa menganggapnya wanita tidak tau malu.


"Kamu lapar?"


"Tidak aku sudah makan tadi." Jawabnya berbohong,padahal memang dia sangat kelaparan,dia belum sempat makan dari tadi sore karena dia langsung ketiduran.


"Sudah tidak usah bohong,aku sudah mendengar suara perutmu,kita makan sekarang." Ucap Aska.Mereka keliling di jalan mencari restoran yang masih buka tapi sudah panjang perjalanan semua restoran sudah tutup.


Sepertinya restoran sudah tutup kita ke hotel saja,sudah pasti mereka ada restoran dan makanannya juga tidak kalah enak." Ucap Aska membawa Dita ke hotel bintang lima.


"Mas,aku tidak pernah ke tempat beginian." Ucap Dita.Dia menuruti kata-kata Aska,sekarang dia memanggil Aksa dengan panggilan mas dan itu membuat Aska bahagia.


Aska membawa Dita masuk kedalam kamar yang sudah di pesannya,saat mereka sampai disana hujan sangat lebat dan kilat menyambar hingga beberapa pohon diluar tumbang.


Dita sangat ketakutan dia mengikuti Aksa yang membawanya masuk kedalam kamar,dia menyesal kenapa tidak makan malam sebelum keluar barusan dia merasa tidak enak kenapa Aksa karena sudah merepotkan pria itu.


"Mas aku tidak enak,kamu jadi repot seperti ini bahkan kamu sudah keluar uang banyak sementara aku saja sudah banyak utang sama kamu."Ucap Dita polos.


"Sudah tidak usah pikirkan itu,sekarang kita ke ruangan kita dan menunggu makanan kita datang." Ucap Aska lalu menarik tangan Dita dengan lembut.


Dita tidak tau kalau mereka masuk kedalam kamar,dia mengira kalau ruangan makan ada di tempat lain.Saat mereka sampai di kamar dia sangat kaget melihat tempat itu.

__ADS_1


"Mas...Bukan kah ini kamar?"


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2