Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 25 ~ Abaikan saja ~


__ADS_3

Amira kembali masuk kedalam rumah lalu dia memberikan wajahnya juga dan memakai krim malam yang baru saja dibelinya beberapa hari yang lalu.


"Kalau dia ngekos sama saja aku yang bayar semua biayanya,lebih baik abaikan dia,untuk sekarang aku pusing memikirkan biayanya untuk kuliah." Ucap Dita.Dia mengambil boneka kesayangannya dan mulai merebahkan tubuhnya di atas tikar.


Dita sudah berjanji dalam hati tidak peduli dengan Nissa,apa pun yang dilakukan oleh adiknya dia tidak mau peduli sebagai Kaka dia hannya membiayai kuliahnya dan juga biaya hiduinya,dia sadar kalau adiknya bukan orang baik atau wanita baik-baik.


Nissa seorang wanita liar dia sudah beberapa kali di hajar wanita karena pacaran dengan suami orang lain


*****


Sementara itu Aska sudah lumayan mabuk,kepalanya sudah mulai pusing sementara hasratnya yang sudah mulai menggebu dari kemarin tidak bisa di tahannya lagi.


Aska memasuki kamar hotel yang ada di lantai atas,dia membawa seorang wanita masuk kedalam kamar lalu dia membuka semua pakaiannya.


Wanita itu sangat agresif untuk memancing nafsunya dia membalas setiap sentuhan wanita itu hingga pada akhirnya dia menindih wanita itu dan mulai menggerakkan miliknya.


Merasa tidak ada tantangan apa pun,dia sangat mudah melakukanya Aska lansung bangkit dari tubuh wanita itu lalu mengenakan semua pakainya membuat wanita itu heran dan sangat kesal karena Aska tidak mengakhiri permainannya dengan baik.


"Silahkan kamu keluar,aku akan mengirim bayaran mu." Ucap Aska.Walaupun wanita itu sangat kesal dia tidak bisa berbuat sesuatu karena dia hannya wanita bayaran.


"Mungkin otakku sudah mulai gila.Bagaimana bisa aku hannya bergairah kepada Dita,setelah kejadian malam itu,aku hanya merindukan tubuhnya." Ucap Aska dalam hati.Dia tidur di atas ranjang dengan pikiran sangat frustasi dia sudah malas kembali ke apertemen nya atau ke rumah besar miliknya.

__ADS_1


Keesokan paginya Dita bangun setelan itu dia mandi lalu dia mengambil selembar kertas dan juga penanya.Dita membangunkan Nissa yang masih tidur sangat nyenyak.


"Ada apa sih kamu berisik banget, aku masih mengantuk." Sungut Nissa.Dita tidak mau peduli dengan omelan adiknya dia langsung mengambil uang sepulu juta dari tasnya lalu menyerahkan kepada Nissa.Melihat uang yang begitu banyak mata Nissa langsung terbuka lebar lalu segera mengambil dari tangan Dita.


"Tunggu tanda tangani disini,ini sebagai bukti kalau semua uang sudah aku berikan untuk mu dan pakai uang ini dengan baik." Ucap Dita.Nissa langsung segera menanda tangani kertas itu,setelah itu dia beranjak ke kamar mandi dia ingin shoping hari ini.


Dita sengaja melakukan itu sebagai bukti untuk ibunya suatu saat kalau dia sudah melakukan semuanya sesuai keinginan mereka,dia takut suatu saat Nissa berbohong untuk orang tuanya yang tidak pernah adil dalam membesarkan anak.


Setalah itu Melisa keluar dari kamar mandi, dia sudah rapi setelah itu mereka pergi menuju tempat kerja mereka.


Seperti biasa Dita langsung melakukan semua pekerjaan hingga semua kariawan datang restoran sudah bersih.


Setelah semua kariawan datang,mereka semua menatap aneh kepada Dita membuatnya tidak nyaman tapi dia bersikap biasa saja agar mereka tidak semakin curiga kepadanya.


"Tidak,dari mana aku bisa kenal dengan orang sepertinya,memangnya ada apa? Tanya Dita pura-pura polos.


Orang-orang mulai menatapnya dengan tatapan tidak suka,apalagi wanita yang memiliki wajah dan bodi yang mendukung mereka benar-benar tidak percaya wanita dengan wajah yang jelek,tubuh gendut bisa berkenalan dengan Aska pria incaran wanita cantik.


"Hahaha...Sudahlah itu hannya bualan pak Anton saja,bagaimana bisa seorang wanita jelek seperti ini bisa kenal dan dekat dengan tuan Aska,itu tidak mungkin.Sekarang lebih baik kita kembali bekerja,aku saja cewek malu punya teman seperti dia apalagi tuan Aska." Ucap segerombolan lebah yang sangat menjijikkan bagi Dita.


Dita mengabaikan kata-kata mereka,baginya itu tidak perlu dan juga sadar dan membenarkan kata-kata mereka tidak mungkin seorang Aska memiliki rasa untuknya jangankan untuk bermimpi membayangkan pun dia tidak mampu.Sekali pun ada perasaan di hatinya karena sebagai wanita norma tentu saja dia tertarik dengan Aska tapi dia menyimpan perasaan itu di hatinya.

__ADS_1


Seharian ini Dita merasa semua orang menatap tidak suka kepadanya bahkan ada beberapa orang yang terang-terangan menyindir dan mencibirnya mengatakan dirinya wanita tidak tau malu lama-lama Dita gerah dengan cibiran mereka semua.


Hingga pada siang harinya Aska dan asistennya datang ke restoran bersama beberapa klien,sebelumnya dia tidak memberi tahu terlebih dahulu,hingga semua termasuk menejer takut melakukan kesalahan sedikit saja.


"Aneh sekali tuan Aska,kenapa dia semakin rajin ke restoran ini,aku jadi tidak nyaman." Ucap Anton dalam hati tapi dia tetap harus menyambut mereka walaupun dia merasa tidak nyaman.


Aska tidak mengatakan apa pun,baik kepada Anton sebagai Menejer atau kepada kariawan yang berlomba melayani mereka cari muka di hadapan Aska dan beberapa pria tampan yang ada disana.


Lama sekali Aska dan asistennya melakukan meeting di dalam restoran,sesekali Aska memandang sekelilingnya seakan mencari keberadaan Dita wanita yang sudah membuat adik kecilnya tidak selera dengan wanita mana pun.


"Apa dia tidak bekerja hari ini,aku berharap dia sudah lebih ramah kepadaku." Usianya dalam hati tampa memperhatikan setiap pembicaraan para klien untung dia sedang bersama Alex yang bisa membantunya.


"Bagaimana tuan Aska,apa anda tertarik untuk memperpanjang kerja sama yang sudah kita jalin lama ini?" Tanya pria yang ada di hadapannya.Aska tidak mendengar apa yang dikatakan pria itu pikirannya jauh entah kemana.Melihat Tuannya diam dan tidak pokus Alex sebagai asisten mengangguk pelan untuk mengurangi rasa kecewa para pria itu.


Setelah selesai meeting,kedua pria yang bersama mereka pergi,sementara Aksa pamit ke toilet.Dia hannya pura-pura tujuannya hannya ingin bertemu Dita.


Sesampainya dibelakang dia semakin kecewa karena tidak menemukan Dita perasaanya sudah mulai kesal,karena tidak ingin malu di hadapan para orang dapur terpaksa Aksa pergi ke belakang dan pura-pura ke toilet.


Pada saat melewati gudang kosong yang terbuka iseng-iseng Aska masuk kedalam karena penasaran mendengar suara berisik dari sana,saat dia mengintip dari pintu dia kaget ternyata Dita sedang merapikan gudang tempat barang-barang yang tidak terpakai.


Aska tanpa pikir panjang masuk kedalam lalu pelan-pelan mengunci pintu dan mendekati Dita lalu memeluk pinggangnya dari belakang.

__ADS_1


"Tuan apa yang anda lakukan?" Aska lansung menutup mulut dengan tangan nya perlahan dia mulai menggagahi tubuh Dita.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—Bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2