
Nadia kesal mendengar kata-kata Nissa,dia memang sudah salah mendidik anak itu hingga tumbuh menjadi wanita yang bar-bar.
"Nissa,kamu cemburu ya saat kaka mu mendapat pria yang jauh lebih hebat dari pada kamu?"
"Siapa yang cemburu Bu,aku cuma bilang kenyataanya,mana mungkin pria seperti Aska mau menikahi wanita dari kalangan bawah seperti kita,baiknya ibu jangan berharap banyak,takutnya kalau mereka tidak nikah ibu malam struk." Ucap Nissa dengan santai.Nadia sangat kesal mendengar kata-kata Nissa,bisa-bisanya dia berbicara kurang ajar seperti itu kepadanya.
"Nissa kamu kurang ajar sekali ya,kamu tidak punya etika sama sekali_
Tidak ingin mendengar ibunya terus mengomel,Nissa beranjak dari tempat duduknya lalu masuk ke dalam kamar setelan itu dia ganti pakaian dan meninggalkan rumahnya.
Nissa kesal dengan ibunya yang matre,bisa-bisanya ibunya langsung berubah haluan saat mengetahui Dita punya pacar tajir.
"Hmmm secepat itu ibu berubah,dasar matre." Sungutnya dengan kesal.Sementara itu Aska membawa Dita keluar dari rumah itu,mereka hendak menuju rumah sakit tiba-tiba saja Dita tidak mau ke rumah sakit.
"Mas antar aku ke kontrakan ku saja,kita mau kemana ini?"
"Aku harus membawa mu ke rumah sakit,aku takut kepalamu kenapa-napa yang tadi kena benturan." Jawab Aksa dengan wajah panik.
"Tidak usah berlebihan mas,aku sudah biasa jatuh atau kepalaku terbentur aku bukan orang kota yang gampang sakit."
"Tapi....
"Sudah lah mas,antar aku ke rumah,aku mau istrahat di rumah saja." Ucap Dita.Aska dengan berat hati memutar mobilnya dia enggan memaksa Dita yang menolak ke rumah sakit.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita ke apertemen ku saja, nanti kamu di kontrakan juga pasti sibuk mengurus teman mu yang hamil di luar nikah itu." Ucap Aska.
Dita tersenyum mendengar ucapan Aksa,dia harus banyak belajar dari jalan hidup Melisa,dulu sebelum hamil setiap hari bertemu bersama,siang malam seakan tidak ada bosannya setelah hamil dia dibuang bagai sampah yang tidak berguna.
Dita takut hubungannya dengan Aska semakin jauh biarlah yang sudah berlalu,berlalu dia ingin membatasi hubungannya dengan Aska,kalau memang pria itu menyukainya biarkan dia melamar dirinya.
"Dita kenapa kamu diam?"
"Tidak papa mas,aku ke kontrakan saja tidak baik orang yang belum ada ikatan pernikahan selalu berdua di tempat sepi,takut nanti terjadi sesuatu." Ucap Dita dengan wajah datar.
"Hmm...Kamu ingin kita menikah,apa kamu ingin aku melamar mu?" Aska tersenyum mendengar kata-kata Dita,dia sadar kalau Dita memberinya kode yang sangat menusuk.
Dita hannya tersenyum kecil menanggapi ucapan Aska,dia tiba-tiba teringat dengan sikap Nissa dan gambar Nissa bersama Aksa di salah satu penginapan.Entah kenapa tiba-tiba Dita sangat marah saat Aksa menindih tubuh Nissa.
"Hahahaha...Dita....Dita...Kamu tau kenapa aku menyukaimu itu karena kamu polos dan hatimu baik,kalau wanita ****** seperti adikmu,banyak di luar sana,tampa ku bayar pun mereka mau tidur dengan ku,kamu sosok wanita yang jarang aku temui jadi aku mohon jangan berpikir yang aneh tentang ku." Ucap Aksa dengan pandangan mata lurus ke depan.
Dita tersenyum tipis mendengar ucapan Aska,dia cukup minder saat Aska mengatakan banyak wanita yang mau sama dia tanpa bayaran sekali pun,sementara sampai detik ini Aska tidak pernah mengungkapkan perasaanya kepadanya langsung.
"Mas kita pulang ya...Antar aku,aku lelah sekali." Ucap Dita.Aska membawa mobilnya dengan kecepatan rendah, hari ini dia ingin membawa Dita berkunjung ke rumah besarnya tapi melihat mood Dita yang kurang baik dia mengurungkan niatnya.
"Dita bulan depan aku ada kunjungan bisnis ke Cina apa kamu mau ikut denganku?" Mendengar kata cina seketika Dita ingin ikut pengen sekali dia pergi ke negara luar menjalani kehidupan disana.
"Bulan depan ya mas,tapi aku tidak punya pasport,lagian aku belum pernah naik pesawat aku takut jatuh."
__ADS_1
"Hahahaha kamu ada-ada saja kita tidak naik pesawat umum,kita naik jet pribadi milik keluargaku,kita tidak lama disana." Dita lagi-lagi kaget,dia bertanya-tanya dalam hati sekaya apa sih keluarga pria itu hingga punya jet pribadi.
Dita bingung dengan kekayaan pria yang ada di hadapannya,rasanya memiliki pria seperti bisa-bisa membuatnya hidup menderita karena pada akhirnya wanita mana pun pasti mengejarnya apalagi dia benar-benar pria tampan.
"Tenang saja aku akan mengurus semua dokumen mu,kamu ikut ya....Aku akan lebih semangat kerja kalau kamu menemaniku."Ucap Aska menggoda Dita.
Dita lagi-lagi hanya bisa tersenyum kecil,rasanya dia seperti sedang bermimpi saja,bagaimana bisa hidupnya bisa berputar secepat itu,beberapa tahun yang lalu dia selalu di bully karena memiliki wajah yang jelek body yang pendek dan juga rambut yang mengembang tampa aturan,Bullyan demi Bullyan selalu dia dapatkan dari teman-teman sekolahnya,bahkan pernah sekali dia tidak masuk sekolah selama satu Minggu karena sudah tidak tahan dengan semua Bullyan yang dia terima.
Dan kenyataanya sekarang semua berubah saat seorang pria hebat datang kepadanya walau awalnya pria itu tidak menyukainya hingga terjadi sesuatu yang tidak dia harapkan.
Lamunan Dita berhenti saat mobil kekasihnya sudah sampai di rumah kontrakannya,dia turun dari mobil lalu membuka pintu yang tidak terkunci sama sekali.
"Melisa...Melisa...!!" Dita mencari-cari Melisa sahabatnya yang tidak terlihat ternyata,padahal tadi pagi dia meninggalkan Melisa di rumahnya.
"Mas...Melisa tidak ada kemana dia ya..!!"
"Sudahlah mungkin dia sedang keluar mencari makan,aku langsung pulang ya kamu istirahat di rumah." Ucap Aska lalu dia meningagakan kontarakan Dita.
Sementara itu Melisa sedang jalan-jalan,sudah beberapa Minggu sejak dia sakit dan tidak bekerja dia tidak pernah keluar dari rumah kecuali pada saat memindahkan semua pakaiannya dan juga barang-barangnya dari kontarakan lamanya.
Hari ini dia keluar dari rumahnya karena dia merasa sangat bosan,dia tidak tau melakukan apa di rumah bahkan berat badannya naik beberapa kilo apalagi perutnya sudah mulai membesar.
"Hmmm Kita olah raga yang sayang,meskipun suatu saat kamu lahir tanpa papa mu,kamu harus menjadi anak yang baik dan mencintai mama mu ini." Ucap Melisa sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit.
__ADS_1
πππbersambung πππ