
Renata keluar dari perusahaan milik Aska,dia masih bisa menyombongkan diri kepada semua kariawan karena semua orang mengira kalau hubungan mereka masih berjalan baik,apalagi setelah putus dari Renata Aska tidak pernah membawa wanita lain ke perusahaan.
Semua kariawan masih menunduk dengan sopan kepada Renata bahkan ada beberapa orang yang menyapanya,biasa orang-orang akan selalu cari muka kepada setiap orang yang dekat dengan orang penting di perusahan itu.
Jauh sebelum Renata kembali ke negara ini,dia sudah menyelidiki kehidupan Aska terlebih dahulu dari pergaulannya sampai ke urusan pribadinya dan dia sangat puas karena tidak satu pun yang berubah dari tiga tahun yang lalu.
Renata kembali ke Apertemen yang pernah di tempatnya saat dia dan Aska masih bersama,dulu mereka serumah tampa pernikahan dan Renata sangat bangga dulu memiliki kekasih yang begitu mencintainya.
Renata memasukkan kata sandi ke pintu apertemen dan hasilnya dia sangat puas karena pintu terbuka sendiri.
"Hahahaha berapa beruntungnya diriku,bahkan sampai hari ini Aska belum mengganti kata sandi apertemen ini,dia masih memakai tanggal lahir ku sebagai kata sandinya." Ucapnya lalu dia menjatuhkan dirinya keatas sopa.
Setelah merasa bosan di sopa,Renata beranjak dari Sopa menuju kamar yang dia tempati sebelumya,dia berdiri di depan pintu kamar, lalu menatap ranjang yang tidak berubah dari tiga tahun yang lalu.
Kamar itu menjadi saksi saat mereka melakukan pergulatan demi pergulatan tahun itu,Aska yang begitu buas menikmati tubuhnya yang ramping di atas ranjang walaupun dia bukan pria pertama yang mendapatkan kesuciannya.
"Aahh sungguh indah waktu itu,ingin rasanya aku mengulangi masa-masa indah itu."Ucapnya dalam hati.Lelah membayangkan masa-masa indah itu, Renata langsung masuk kedalam kamar sambil membawa kopernya masuk ke dalam.
"Selamat datang kamar kesayangan ku,aku akan kembali menempati kamar ini,aku sudah rindu suasana kamar ini." Ucap Renata.Dia mengambil pakaian ganti lalu dia masuk ke kamar mandi.
Setelah membersihkan seluruh tubuhnya Renata merias wajahnya,hari ini rencananya dia ingin mengunjungi restoran tempat dulu dimana dia dan Aska sering makan bersama.
"Aku memang wanita paling beruntung di dunia ini,seorang putra pejabat jatuh cinta kepadaku dan bahkan dia tidak bisa move on selama tiga tahun dariku." Ucapnya dengan senyum yang begitu bangga.
__ADS_1
Renata keluar dari apertemen lalu dia memesan taksi online dia pergi ke restoran.Sesampainya disana beberapa kariawan menyambutnya dengan hangat,mereka semua kariawan yang sudah lama bekerja disana.
Anton yang baru mendengar kabar kedatangan Anton langsung bergegas keluar dari dapur dan menghampiri Renata ke depan.
"Kalian semua tunangan tuan Aska sedang berkunjung ke mari,kalian harus menyambutnya kalian harus tau wanita itu adalah wanita yang sangat berharga bagi tuan Aska." Ucap Anton lalu dia segera meninggalkan tempat itu.
Mendengar gosip kedatangan tunangan pria yang ada di hatinya,tentu saja membuat Dita sakit hati dan kecewa yang sangat dalam.
"Ternyata dia sudah punya wanita lain,bagaimana bisa aku sebodoh itu jatuh cinta secara diam-diam dengan pria yang bahkan sudah punya tunangan." Ucapnya dalam hati.
Mata Dita mulai berkaca-kaca,dia berusaha agar air mata yang sudah di ujung untuk tidak jatuh,rasanya dia ingin mati saja saat mengetahui kenyataan itu.
"Dita ngapain kamu bingung disini,sekarang kamu ke depan dan layani nona Renata dia calon nyonya Pratama,kamu harus bersikap baik dengannya." Ucap Anton dia kembali ke belakang untuk memeriksa semua pekerjaan orang belakang.
"Kamu bodoh ya,kamu itu hannya kariawan biasa,kalau atasan mu memerintah mu segera lakukan,apa kamu ingin mengadu lagi kepada tuan Aska,silahkan aku tidak peduli." Ucap Anton dengan nada sombong.
Anton mengira kedatangan Renata kesana atas perintah Aska,bahkan rasa curiganya terhadap hubungan Aska dan dita hilang begitu saja,sebelumnya dia mengira kalau Aska dan Dita punya hubungan khusus walaupun hatinya sangat tidak percaya.
Dita berjalan ke depan,lalu menemui Renata dari jauh dia sudah melihat gadis cantik luar biasa duduk di kursi sambil memainkan ponselnya.Melihat kecantikan Renata seketika Dita merasa minder dengan dirinya.perbedaan dirinya dengan Renata ibarat langit dan bumi dan dia semakin yakin kalau Aska tidak mungkin punya perasaan dengan dirinya.
"Selamat sore nona apa anda masih butuh sesuatu?" Mendengar suara Dita,Renata langsung menegakkan kepalanya lalu dia menatap Dita.
"Hmm...Kamu Dita?"
__ADS_1
"Iya nona ada apa?
Renata tersenyum kecil,dia seakan memandang Dita sebelah mata,dia menatap Dita dari ujung rambut sampai ujung kakinya dan hasilnya Renata merendahkan dirinya.
"Aku salut dengan restoran ini,bagaimana bisa mereka menerima wanita dengan tampilan seperti kamu.Dan aku dengar-dengar kamu sering mengadu kepada tunangan kamu cari muka,atau kalau naksir dengan tunangan ku?" Renata kembali tersenyum kecil.
"Ada..Ada saja,bagaimana bisa tunangan ku,menerima keluhan dari wanita seperti kamu," Ucap Renata kembali,dia benar-benar merendahkan Dita di hadapan beberapa kariawan dan juga para pelanggan restoran.
"Nona,aku datang kesini untuk melayani nona,bukan untuk mendengar ocehan sampah mu itu." Ucap Dita.Dia sudah kesal dengan Renata karena dia terus menerus menghina dirinya.
Renata beranjak dari tempat duduknya,lalu dia berdiri di hadapan Dita dan menatap rendah dita.
"Kamu benar-benar hebat,baru kali ini aku melihat ada kariawan dari suami ku yang berani merendahkan diriku." Ucap Renata.Dia cukup malu dihadapan kariawan dan juga pelanggan yang menatapnya.
"Mulai sekarang kamu saya pecat,aku tidak perlu menunggu mas Aksa datang kesini untuk memecat mu,biar aku yang melakukannya sendiri." Ucap Renata kembali.
Kariawan dan orang-orang yang ada disana menatap sinis Dita,tidak ingin terjadi Keributan Dita lansung meninggalkan tempat itu lalu dia mengambil tasnya yang ada dibelakang.
"Dita kamu mau kemana?" Melisa datang menghampirinya,dia heran melihat Dita yang tiba-tiba mengambil tasnya yang ada di loker.
"Aku sudah dipecat,aku cukup muak melihat wanita itu." Ucap Dita dia menunjuk Renata yang masih menatapnya sinis.Anton yang tidak jauh dari tempat itu tersenyum manis dia sangat puas saat melihat Dita sudah keluar dari restoran.
"Akhirnya dia keluar juga,aku sudah muak melihatnya disini,dia membuatku tidak nyaman bekerja di restoran ini,tuan Aska selalu saja datang kemari." Ucapnya dalam hati.Dia tersenyum menyaksikan Dita keluar dari restoran miliknya.
__ADS_1
πππBersambung πππ