
Dita menatap Aska cukup lama,dia merasa saran Aska cukup baik untuk di lakukan,itu untuk efek jera kepada pria yang tidak bertanggung jawab seperti itu.
"Sepertinya saran kamu cukup baik mas,bagaimana kalau aku menemui juan dan menghajarnya serta menyeretnya ke hadapan Melisa,aku rasa itu ide yang cukup baik." Ucap Dita.
Aska menarik napas perlahan,sejak dekat dengan Dita sering kali dia melakukan hal-hal yang tidak berguna,contohnya dia mau menyisihkan waktu untuk mengantar Dita pulang kerja,sesuatu yang tidak pernah dilakukannya dulu dengan wanita lain.
Dita beranjak dari tempat duduknya lalu menyusul Melisa yang sudah duluan masuk kamar,saat dia sampai di depan pintu dia melihat Melisa sedang menelpon seseorang mungkin dia sedang menghubungi Juna dan meminta pertanggung jawaban.
"Dasar laki-laki bajingan,aku akan menghajarnya kalau dia benar-benar melupakan aku,biadap dia." Maki Melisa dia melempar ponselnya ke dinding hingga layarnya lansung mati dan pecah.
"Melisa...Sabar sayang,bagaimana kalau aku dan Aska mencarinya dan membawanya kemari,dia harus kita hajar agar dia tidak sembarangan kepada wanita." Ucap Dita sambil memeluk tubuh Melisa.
__ADS_1
Melisa menggeleng, dia merasa enggan untuk melakukan hal itu,takutnya Juna semakin lari dan tidak mau menemuinya.
"Tidak usah libatkan tuan Aksa Dita,aku takut dia benar-benar tidak mau bertanggung jawab,papaku akan membunuhku kalau sampai aku hamil dan tidak ada yang mau tanggung jawab." Ucap Melisa air matanya jatuh di pipinya yang manis dia sangat menyesal mempercayai Juna.
Aska beranjak dari rumah kontrakan milik Dita,dia melihat Dita dan Melisa yang sedang curhat dia tidak mau mengganggu keduanya karena mereka terlihat sangat asik.Aska mengirim pesan kepada Dita lalu dia meninggalkan tempat itu.
Dita dan Melisa saling menguatkan,Dita menghabiskan malam untuk menemani Melisa yang sedang sedih dan galau.
Dita berangkat bekerja,sepanjang hari ini dia merasa tidak semangat untuk melakukan semua pekerjaannya,dia selalu teringat tentang Melisa dia takut Melisa melakukan sesuatu yang baik karena dia putus asa.
Dita menjatuhkan satu gelas,dia tidak pokus dan pikirannya terus memikirkan masalah Melisa,hingga menejer nya datang menghampirinya.
__ADS_1
"Dita apa yang terjadi,apa yang kamu pikirkan hingga kamu bisa tidak pokus seperti itu,aku lihat dari tadi kamu selalu melakukan kesalahan." ucap menejer nya.
"Mungkin pacarnya yang kaya itu sudah memutuskannya Dita wajah Dita kan tidak secantik para model,coba kita bayangkan untuk apa juga pria sehebat itu pacaran dengan Dita,palingan juga Dita hannya untuk mainannya." Ucap temannya yang datang dengan tiba-tiba.
"Kalau kamu tidak tau apa-apa lebih baik kamu diam saja,mulut mu sangat bauk dan itu sangat menjijikan." Ucap Dita lalu dia pergi meninggakan wanita itu dan juga menejer nya.
"Dita tunggu...." Menejer mengejar Dita yang pergi meninggalkan mereka, dia kesal kepada pelayan yang barusan membuat Dita marah.
"Dita kamu bisa pulang istrahat kalau kamu kelelahan dari tadi aku melihat kamu tidak konsentrasi sama sekali." Ucapnya menejer.Seketika Dita merasa senang karena akhirnya dia bisa pulang dan menemui Melisa.
πππbersambung πππ
__ADS_1