
Aska membawa Dita masuk kedalam mobilnya,terkadang Dita suka bingung melihat Aska yang sangat rajin membawanya menaiki mobil mewahnya sebagai pria tampan dan juga kaya raya, sudah pasti banyak wanita cantik yang menyukainya dan sudah pasti dirinya hannya sebagai pelampiasannya di saat sedang sepi.
"Kenapa kamu bisa berurusan dengan wanita barusan,dan kenapa kamu tidak melawan saat dia menganiaya kamu,jangan terlalu lemah di hadapan orang lain itu yang membuat orang-orang suka merendahkan kamu." Ucap Aska sambil menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Aku tidak berani melawannya tuan,wanita itu mengancam akan melaporkan aku jika aku tidak membayar ganti rugi,aku tidak punya uang saat ini." Jawab Dita dengan nada rendah.Dia menatap lurus ke depan dan dia sama sekali tidak berani menatap wajah tuannya.
Sejak dia tau Aska adalah tuan besarnya,sikapnya lebih lembut dan tidak berani lagi melawan pria itu takut mendapat masalah di restoran.
"Untuk apa takut dengan wanita seperti itu,bisa saja dia hannya orang yang baru merasakan naik mobil biasnya orang seperti itu cenderung sombong dan angkuh." Ucap Aska.Dita hannya diam menanggapi ucapan tuannya.
Pada saat mereka terdiam dengan pilihan masing-masing tiba-tiba ponsel Dita berbunyi,dia mengambil ponselnya dari dalam tas dan melihat ponselnya dia langsung mematikan ponselnya dan kembali menyimpannya.
Tidak lama kemudian ponsel Dita kembali berbunyi dan hal itu terjadi berkali-kali Dita Juga menolaknya berkali-kali.
"Angkat saja kenapa di matikan." Ucap Aska,tidak tau kenapa dia kesal melihat Dita karena selalu menolak panggilan dari ponselnya.
"Maaf tuan,aku tidak perlu mengangkatnya."
"Kenapa?"
"Aku merasa itu tidak penting tuan." Jawab Dita dengan nada rendah dan wajahnya terlihat tegang.Setelah sampai disimpang menunju rumah kontrakannya Dita meminta Aska untuk menghentikan mobilnya lalu dia keluar setelan pamit dari Aska.
Sebenarnya Aksa ingin membawa Dita makan di restoran tapi dia enggan mengatakannya mengingat Dita adalah wanita yang sangat pemalu dan sedikit minder terhadapnya.
__ADS_1
Dita berjalan masuk ke gang rumahnya,ponselnya kembali berbunyi dia langsung mengangkat panggilan itu,tadi dia takut mengangkatnya karena dia takut Aska mendengar ibunya berbicara.
π Ada apa Bu,aku sedang sibuk...
Dita tampak marah berbicara kepada ibunya,sudah beberapa hari ini ibunya selalu menghubunginya dan meminta uang kepadanya dia cukup lelah dengan keluarganya yang selalu meminta uang kepadanya tanpa peduli perasaanya.
Sudah bekerja beberapa bulan di Jakarta dia belum pernah menikmati uangnya,dia terlalu pokus memikirkan keluarganya tapi sekarang dia ingin memakai uangnya untuk merawat dirinya.
π "Dasar anak durhaka bisa-bisanya kamu mengabaikan panggilan ibu mu,besok Tiara berangkat ke Jakarta,dia sudah tamat SMA dan sekarang dia ingin kuliah kamu harus membiayai semua biaya kuliah dan makannya_
π Ibu...Tunggu kenapa harus aku yang bertanggung jawab untuk hidup Tiara,kalau dia ingin kuliah silahkan tapi jangan merepotkan aku....
π Dia ingin kuliah di Jakarta,sekalian juga ingin jadi artis sebagai kakak kamu harus menuruti semua keinginannya,kamu kan tau Tiara anak yang sangat cantik sangat berbeda denganmu,mungkin disana dia akan mudah menjadi artis.
Ucap ibunya dari sebrang sana,Dita sudah tidak tahan lagi,dia langsung melempar ponselnya ke aspal hingga layarnya mati dan pecah,dia sangat emosi dan marah mendengar kata-kata ibunya.
Dita mengambil kembali bangkai ponselnya lalu memasukkan kembali kedalam tasnya dan kembali jalan menuju rumahnya tampa dia sadari Aksa melihat semua kelakuannya dari kejauhan.
"Ada apa dengan wanita itu,apa harunya begitu menyebalkan hingga dia selalu marah dan kesal apa sih yang membuatnya marah,apa dia punya pacar lagi?" Ucapnya dalam hati.Entah kenapa memikirkan Dita ada pria lain di hatinya membuat perasaanya tidak senang.
"Dia punya pacar,memangnya ada hak apa aku untuk melarangnya punya pacar." Ucap Aksa dalam hati sambil tersenyum kecil.Senyum yang tidak ikhlas dari bibirnya sangat terlihat.Tidak ingin terus memikirkan Dita yang sudah menghilang dari pandanganya Aska kembali menyetir mobilnya dan kemabli ke kantornya karena sudah banyak tugas yang menunggunya.
****
__ADS_1
Aurora keluar dari studio pemotretan hari ini dia begitu marah karena semua jadwalnya di undur,Aurora tidak tau apa yang terjadi hingga semua jadwalnya di undur padahal dia sudah datang tepat waktu.
"Hari yang begitu sial,seharunya aku tidak usah datang ke studio bagaimana bisa wanita cantik seperti ku harus diabaikan." Sungutnya lalu dia masuk kedalam mobilnya dan pergi menuju kantor Aksa.
Sesampainya di gedung perubahan milik Aska,dia keluar dari dalam mobilnya dan masuk kedalam gedung dan tiba-tiba dua orang security menghadangnya.
"Nyonya maaf anda dilarang masuk."
"Apa kamu bilang,aku dilarang masuk,kamu tidak kenal siapa aku?"
"Maaf nyonya aku kenal dengan nyonya karena aku sering melihat wajah nyonya di televisi tapi maaf perusahan ini ada peraturan,dilarang masuk orang yang tidak berkepentingan." Ucap Salah satu dari mereka.
Aurora tersenyum angkuh sambil menatap kedua security itu,dia yang terbiasa pandang penuh pujian dari orang lain hari ini di tolak dua security perusahan pria idamannya.
"Dasar bajingan ....Aku ingin bertemu dengan pacarku,apa aku perlu ijin, kalian masih security baru yang tidak tau aturan ya..." Ucap Aurora dengan nada meninggi hingga beberapa orang yang ada di sekitar itu mulai menatap mereka.
Kedua security itu tampak takut,mereka ingin memberikan ijin masuk Aurora tapi mereka takut juga jika tuannya tidak menyukainya.Pada saat mereka sedang lihai Aurora langsung masuk dan menerobos mereka berdua,kedua security mengikutinya dari belakang dan mereka masih berusaha mencegahnya.
Setelah sampai di lantai atas Aurora membuka pintu ruangan direktur,dia berdiri di depan pintu karena sangat kaget melihat ada beberapa pria yang sedang menatapnya.
"Baiklah kita sudahi rapat kita hari ini,kalian bisa keluar."Ucap Aska dia juga beranjak dari sopa menuju kursi kebesarannya.
"Apa yang kalian lakukan di ruangan ini,apa kalian pikir ruangan ini mall yang bebas masuk sembarangan orang lain."Aska terlihat sangat marah.
__ADS_1
Secantik apa pun penampilan Aurora saat menemuinya Aska sedikit pun tidak pernah tertarik dengannya,perlahan ada rasa kesal di hati nya apalagi Aurora semakin nekat menemuinya ke rumah atau ke kantornya.
πππbersambung πππ