
Dita cukup kaget saat mereka sampai di kamar hotel,malam ini dia meminta Aska menemaninya bukan karena dia ingin sesuatu yang aneh,dia butuh tempat bersandar dia lelah dengan sikap adiknya yang selalu merendahkan dirinya.
"Mas...Kamu kenapa membawaku ke tempat seperti ini?bukan kah ini kamar hotel,kamu selalu saja menambah beban pikiranku,aku memintamu menemaniku bukan untuk melakukan seperti yang ada di pikiran mu." Ucap Dita kesal.Tiba-tiba moodnya memburuk.
"Memangnya kamu tau yang ada di pikiranku,Jangan-jangan kamu yang berpikiran kotor." Jawab Aska dengan senyum di wajah tampannya.
Sebagai wanita normal,melihat senyum di wajah Aska membuat jantung Dita berdebar hebat,dia tidak bisa membayangkan kalau Aska menjadi pasangannya,mungkin dia tidak akan mau berpisah walau hannya sebentar dan dia akan menjadi wanita yang protektif.
"Aahh...Apa sih....Pikiran bodoh,Dita...Sadar...Kamu harus sadar sekarang kamu berdiri dan tatap wajahmu di cermin,kamu dan pria itu bagaikan langit dan bumi jauh berbeda." Ucapnya dalam hati.
"Kamu kenapa diam?"
Tiba-tiba pelayan hotel membawa makanan pesanan Aska masuk kedalam,setelan pelayan selesai menyajikan semuanya di atas meja pelayan pamit,tidak lupa Aska memberikan beberapa lembaran uang merah walaupun awalnya pelayan menolaknya.
"Makanlah,makan adalah cara jitu paling ampuh membuang beban pikiran." Ucap Aska dia duduk di meja sambil mulai menyendok makanan ke piring mereka.
"Kamu kenapa memandangiku demikian,apa aku setampan itu?"
"Aku mau melamar pekerjaan di hotel ini,kalau disini bisa dengan mudah dapat uang aku akan melamar disini." Ucap Dita.Aska menghentikan kegiatannya lalu dia menatap Dita yang ada di depannya.
"Kamu begitu mencintai uang,kamu butuh berapa aku akan berikan berapa pun yang kamu mau,tapi aku tidak suka kamu menjadi pelayan hotel." Ucap Aska.Mendengar ucapan Aska membuat Dita tersadar dari khayalannya.
"Tidak...Aku mau makan,aku lapar." Ucap Dita.Dia ingin mengambil piring kosong dan ternyata Aska sudah mengisi piringnya juga dengan nasi sedikit tapi sayuran yang banyak.
__ADS_1
"Kamu mengisi piringku,makasih ya tapi aku tidak suka sayuran." Dita menyisihkan sayuran yang ada di piringnya dan memakan lauk yang begitu memanjakan lidahnya.
"Makan sayurannya,kalau kamu ingin kulit dan tubuhmu sehat kamu harus banyak makan sayuran dan buah,bagaimana bisa ada wanita yang malas makan sayur." Sungut Aska.Dita dengan terpaksa memakan semua sayuran yang ternyata rasanya sangat enak membuatnya ketagihan.
Setelah selesai makan Aska naik ke atas ranjang,dia hannya makan sedikit saja karena kepalanya sangat pusing dan tiba-tiba perutnya mual.Aska mulai tiduran diatas ranjang tapi dia merasa kepalanya semakin pusing dan perutnya sudah tidak bisa di kontrol lagi.
Aska berlari ke kamar mandi,disana dia membuang segala isi perutnya,mungkin dia masuk angin karena tidak makan dari tadi siang tapi dia langsung minum setelah malamnya.
Dita sangat panik mendengar Aska yang muntah-muntah di kamar mandi.Dia yang sudah selesai makan langsung berlari ke kamar mandi dan menghampiri Aska yang masih jongkok di samping toilet sambil menghadap ke dalam toilet.
"Apa yang terjadi dengan mu mas,ada apa kamu sakit,jangan-jangan kamu keracunan mas?" Dita terlihat sangat panik dia memijat pundak Aska berharap bisa mengurangi rasa sakit dari pria itu.
Dalam Aska tersenyum melihat kepanikan Dita,dia semakin membuat Dita panik dengan pura-pura lemas dan hampir pingsan.
Dita menidurkan Aska,lalu menaikkan kedua kakinya ke atas Ranjang dan membuka kaos kakinya,setelah itu dia mengambil air hangat dan memberikannya kepada Aska.
Aska sangat tersentuh dengan sikap Dita,bagaimana bisa Dita sangat ketakutan saat melihat dirinya yang berpura-pura sekarat,padahal itu sudah biasa terjadi jika dia minum sebelum makan.
"Mas aku akan memanggil dokter,kamu disini dulu," Dita hampir pergi dari kamar padahal di luar hujan sangat lebat dan kilat menyambar nyambar.
"Tidak usah pergi,kamu cukup temani aku disini?" Aska menarik tangan Dita hingga dia jatuh menindih tubuh Aska.Dita merasakan getaran jantung Aska,wajahnya langsung memerah dia merasa tiba-tiba seluruh tubuhnya panas.
Mereka berdua saling menatap,di saat Dita sedang tidak sadar Aska langsung mencium bibir Dita lalu menjatuhkan tubuh Dita ke sampingnya lalu dia menindih tubuh Dita.
__ADS_1
Sesaat mereka berdua hanyut dalam hasrat yang sangat menggebu,Dita seakan lupa semua masalahnya dengan adiknya,dia menikmati ciuman panas dari bibir Aska bahkan dia memeluk Aska yang menindihnya.
Aska menurunkan wajahnya ke leher Dita,tangannya mulai menelusuri dua bukit indah milik Dita,kedua bukit itu sudah mengeras tampak sekali kalau benda itu belum pernah di jamah pria lain.
Dita mendesah hebat,dia benar-benar melupakan semua masalahnya dan menikmati malam yang panas bersama pria yang dicintainya diam-diam.
Saat mereka sedang hanyut dalam hasrat yang sangat menggebu tiba-tiba ponsel Aska yang ada di sakunya bergetar menyadarkan Dita dari kegilaan yang mereka lakukan barusan.
Dita langsung menggeser tubuh Aska hingga jatuh ke sampingnya setelah itu dia berlari ke kamar mandi dan menutup pintu.
"Dasar sialan siapa yang menghubungi ku malam-malam begini?" Sungut Aska dia mengambil ponselnya,dia hampir melempar ponsel itu ke dinding kalau tidak melihat ibunya yang sedang menghubunginya.
"Ada apa sih mama menghubungiku malam-malam." Ucapnya dia menonaktifkan ponselnya lalu dia beranjak dari atas ranjang dan pergi ke kamar mandi dan mendorong pintu ternyata pintunya di kunci dari dalam.
"Dita...Apa yang kamu lakukan di dalam sana,buka pintunya jangan sembunyi maafkan aku." Ucap Aska dari luar.Dita menarik napas dalam-dalam lalu melepaskannya,hari ini dia merasa dirinya sudah gila.
"Dita....Sadarlah kenapa kamu begitu lemah,bagaimana bisa kamu menikmatinya,aku pasti sudah gila aku yakin otakku sudah gila." Ucapnya,dia memukul-mukul kepalanya beberapa kali.
"Dita..."Aska terus memanggil dari luar sambil menggedor pintu.
"Tenang Dita...Tenangkan dirimu dan jangan tertipu lagi dengan jebakan pria itu."Ucapnya lalu menghela napas panjang lalu membuka pintu dan keluar dari kamar mandi tampa melihat wajah Aska.
"Dit...Kita menonton bioskop saja,di sebrang sana ada tempat yang bisa menonton."Ajak Aska,Dita langsung menoleh dia sangat kegirangan mendengar ajakan Aska kali ini.
__ADS_1
πππBersambung πππ