Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 14 ~ Kesepian ~


__ADS_3

Dita dan Melisa masuk ke salon yang ada di depan mereka,Dita yang sudah putus asa meminta pelayan salon untuk memotong habis rambutnya yang lumayan panjang.Dia ingin semua kesialan dalam hidupnya pergi seiring dengan rambutnya yang dia potong.


"Kakak,kenapa rambutnya nga diluruskan lagi,hari ini salon kami sedang ada promo besar-besaran kalau kakak mau kami akan make over penampilan kakak cukup dengan membayar tiga ratus ribu apa Kaka setuju?" Tanya seorang pelayan yang sedang memotong rambutnya.


Dita menoleh ke arah Melisa yang juga sedang merawat wajahnya,kalau Melisa selalu rutin melakukan perawatan itulah sebabnya dia cantik dan kulitnya halus.


"Terima saja Dita,kamu kan sudah ada uang kamu harus menikmati hasil kerja keras mu,jangan terlalu memanjakan orang kampung sampai lupa mengurus dirimu sendiri." Ucap Melisa.Dari dulu dia selalu mengajak Dita untuk memanjakan diri dari hasil kerja kerasnya tapi Dita yang terlalu baik kepada keluarga,selalu menghabiskan uangnya untuk keluarganya.


Dita akhirnya setuju dengan tawaran pemilik salon,ada dua orang yang melayani Dita mereka butuh waktu beberapa jam untuk mempercantik Dita hingga selesai.


"Kakak,silahkan bercermin coba lihat apa kakak puas dengan pelayanan kami." Ucap pelayan.Dita beranjak dari tempatnya menuju kaca yang ada di sampingnya dan dia cukup kaget melihat kecantikannya.


"Wah...Bagus sekali,aku terlihat sangat berbeda."Ucap Dita yang sedang berdiri di depan kaca dan melihat dirinya.


"Wah kamu sangat cantik sayang...Itukan apa aku bilang kalau ada uang yang jelek pun bisa jadi cantik,sekarang kamu bayar kita pergi membeli scancare untukmu agar kulit mu terawat." Ucap Melisa.Dita membayar biaya salonnya.


Mereka berdua keluar dari salon dengan wajah yang sangat puas.Dita terlihat berani tersenyum kepada orang baru biasanya dia selalu menunduk jika berjalan di luar dia selalu minder dengan orang luar.


"Mel,aku sudah tidak punya uang lain kali saja aku beli scancare nya,kamu kan tau aku sudah menghabiskan uang yang cukup banyak hari ini." Dita menolak saat Melisa mengajaknya singgah di supermarket.


"Sudah kali ini aku akan belikan untukmu,tapi bulan depan beli sendiri ya." Ucap Melisa.Dita dengan sangat senang langsung mengiyakan ucapan sahabatnya.


Setelah membeli barang yang mereka ingin keduanya keluar dari super market dan langsung pulang ke kontarakan disana Juna sudah menunggu Dita dan Melisa.

__ADS_1


Melisa sangat kaget saat melihat mobil pacarnya sudah ada di depan gang dia yang sudah sangat jatuh cinta langsung buru-buru berjalan menuju rumah kontarakan mereka meninggalkan Dita di belakang.


"Dasar centil katanya tidak cinta nyatanya dia yang tergila-gila huf..." Sungut Dita yang berjalan di belakangnya.


Sesampainya di rumah Melisa dan Juan sudah berbincang,Dita sedikit segan jika mereka sedang berduaan dia berharap keduanya pergi keluar jalan-jalan seperti yang di lakukan pasangan pada umumnya kalau sedang malam minggu.


"Malam Dita...Lama sekali kalian pulang dari mana sih aku sampai mau jamuran menunggu kalian berdua." Ucap Juna yang terlihat bercanda.


"Biasalah namanya juga wanita,aku masuk ya."


"Tunggu...Apa aku bisa meminjam teman mu ini malam ini?"


"Silahkan tuan Juna nikmati malam panjang ini." Jawab Dita dengan senyum kecil di wajahnya.


"Tinggallah diriku yang hina ini di rumah,aku kesepian pengen sekali seperti mereka jalan-jalan sama pacar tapi apa dayaku yang hannya wanita jelek yang dikucilkan." Ucapnya dengan senyum kecut di bibirnya.


Dita membaringkan tubuhnya yang lelah di atas tempat tidurnya tiba-tiba dia teringat kejadian malam itu bersama Aska pria yang sudah merenggut kesuciannya.Entah kenapa hatinya selalu saja mengkhianatinya,disaat bibirnya mengatakan kalau dia sangat membenci pria itu entah kenapa hari kecilnya mengatakan dia merindukan pelukan hangat dari pria itu.


"Bodoh...Sangat bodoh bisa-bisanya aku merindukan pria yang sudah menghancurkan masa depanku bagaimana bisa aku merindukan pria itu." Ucapnya lalu dia beranjak ke kamar mandi dan membasuh wajahnya.


"Dari pada memikirkan hal bodoh seperti itu lebih baik aku makan bakso di warung depan." Ucapnya.Dita keluar dari rumahnya tampa mengganti pakaiannya padahal dia hannya mengenakan celana pendek selutut dengan kaos oblong yang tipis ini bisa dia pakai kalau mau tidur agar tidak kepanasan.


"Sudah malam malas sekali ganti pakaian." Ucapnya lalu keluar dari rumah sendirian menuju warung bakso langganan nya.

__ADS_1


Sementara itu Aska baru saja keluar dari klub malam tempat mangkalnya,kepalanya mulai pusing padahal baru saja dia minum sedikit.


Aska terpaksa keluar dari klub karena sudah emosi dengan dua wanita malam yang selalu menggodanya dan mengajaknya naik ke lantai atas.Dia yang sudah ketagihan dan kangen dengan tubuh Dita langsung emosi lalu mendorong kedua wanita itu hingga terjatuh ke atas sopa.


"Mas...Kalau tidak suka jangan main kasar,tega sekali kamu mendorong kami padahal dulu kamu selalu membawa kami naik keatas untuk melayani hasrat mu yang sangat tinggi." Ucap salah satu dari mereka.


Tidak ingin ada masalah lain terpaksa Aksa keluar dan mengabaiakan kedua wanita itu dan masuk kedalam mobilnya.


"Ini semua gara-gara wanita itu,aku sudah sangat menginginkan tubuhnya,aroma tubuhnya yang membuatku sangat mabuk,sial...Kenapa aku tidak meminta alamatnya malam itu." Aska beberapa kali mengumpat di dalam mobilnya.


Aska menghidupkan mobilnya,lalu dia meninggalkan tempat itu,dia mengabaiakan panggilan pemilik klub malam kepalanya terlalu pusing memikirkan semuanya.


Jalanan sangat ramai oleh anak muda yang sedang pacaran ada yang naik motor dan ada juga yang naik mobil.Tepat di lampu merah Aska menghentikan mobilnya jalanan cukup ramai hingga lampu merah begitu padat.


Pada saat itu tanpa sengaja Aska menoleh kesamping dia melihat sepasang muda-mudi sedang berciuman di dalam mobil pria itu sungguh bernafsu menciumi wanita.


Aska menelan ludahnya saat pria itu menurunkan kepalanya ke dada wanita itu dan menikmati gundukan bukit indah wanita itu.


"Sial...Andaikan wanita itu ada disini aku sudah menghabisinya,kenapa aku sangat merindukan tubuhnya ada dimana dia,seharunya aku tidak membiarkan dia pergi." Aska terus mengoceh sepanjang jalan dia juga sangat emosi saat melihat pasangan muda-mudi yang memamerkan kemesraan di jalanan.


Karena tidak tahan melihat orang-orang yang membuatnya marah akhirnya Aska memilih memotong jalan dari jalanan sepi.


"Walaupun aku masih menemukan pasangan-pasangan mesum disini setidaknya tidak seramai yang di jalan besar barusan."Ucapnya dia begitu cemburu dengan orang-orang di jalanan.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2