
Tangis Melisa semakin kencang membuat Dita ketakutan,diam-diam Dita menyuruh Aska datang ke kontrakannya,dia takut Melisa bertindak aneh apalagi selama ini dia tau Melisa jarang menangis.
"Melisa...Aku takut kalau kamu menangis,beritahu aku apa yang terjadi hingga kamu seperti ini?" Ucap Dita dia menepuk pundak Melisa agar sahabatnya itu semakin tenang.
"Dita aku hamil....Sementara itu Juan sudah dua hari tidak ada kabar,bahkan dia mengatakan semua panggilan ku..Aku takut Dita,sudah tiga hari aku tidak bekerja karena aku kurang sehat mungkin karena faktor kehamilan ku ini." Ucap Melisa sambil menangis.
Dita cukup kaget mendengar ucapan Melisa dia tidak menyangka begitu dalam hubungan mereka berdua,apalagi dia sangat kenal dengan sikap Melisa yang selalu menjaga dirinya.
"Mel,kamu sadar tidak saat melakukan itu dengan juan?" Tanya Dita ingin tau, dia juga malu kepada dirinya sendiri karena dia juga sudah kehilangan perawan nya tapi dia tidak sadar melakukan itu Alias Aska memerkosanya pada malam itu.
"Hu....hu...hu....Aku malu Dita,aku sadar saat melakukan itu,Juan begitu pintar merayuku hingga aku jatuh dan tergoda."Ucap Melisa.
Sudah lama menangis hingga membuatnya kelelahan dan tanpa sadar dia tertidur.Dita menutupi tubuh Melisa dengan selimut dan saat itu terdengar suara mobil yang masuk ke dalam halaman rumahnya.
Dita menyingkap gorden rumahnya lalu mengintip dari dalam memastikan siapa yang datang ke rumahnya malam-malam.Dita membuka pintu lalu dia berlari ke pintu mobil menyambut Aksa yang datang tepat waktu.
"Ada apa kamu memanggilku kesini malam-malam,kamu merindukan aku lagi,bukankah tadi malam kita sudah bertemu?" Ucap Aska menggoda Dita yang terlihat wajahnya serius.
"Tidak,aku hannya ketakutan saja,Melisa sahabatku datang barusan menemui aku,dia menangis lama sekali di pelukan ku,aku kira kenapa ternyata dia ada masalah sama pacarnya." Ucap Dita.Mereka berdua masuk ke dalam rumah lalu duduk di ruang tamu.
Kontarakan Dita termasuk kontarakan golongan elit,tetangga-tetangga yang berdampingan di tempat itu termasuk tetangga yang tidak suka ikut campur urusan orang lain,mungkin karena orang-orang disana rata-rata berpendidikan.
"Sudah lah namanya juga wanita,untuk apa kamu peduli urusan orang lain,dia juga bukan orang tua mu atau adik mu_
__ADS_1
"Bagiku dia lebih dari saudara dia yang selalu ada di saat aku sedang terluka atau sedang di bully orang lain.Duku waktu sekolah dia yang paling banyak membantu aku,dan sepertinya dia yang paling banyak membayar uang sekolah dan jajan ku.Ibuku orang yang sangat kejam,dia hannya menciantai Nissa dan tidak pernah peduli denganku,aku tidak secantik Nissa."Ucap Dita mengingat kembali rasa sakit yang dia alaminya sewaktu dia masih kecil.
"Jadi tolong jangan meremehkan sahabatku,dia segalanya bagiku bahkan aku akan melakukan apa pun untuknya."
"Memangnya dia ada masalah apa sama pacarnya,bukan kah,dia bekerja di restoran ku,memangnya dia pacaran sama siapa?" Tanya Aska.Sebenarnya dia orang yang paling benci mengurusi urusan orang lain tapi karena Dita sangat menyayangi sahabatnya dia terpaksa bersikap pura-pura respek.
Pada saat mereka sedang mengobrol Melisa terbangun saat perutnya kelaparan,tidak teratur makan membuat tubuhnya lemah dan wajahnya pucat.
"Melisa apa yang terjadi,kamu ingin makan sesuatu aku akan buatkan untukmu." Tanya Dita dia menghampiri Melisa yang sedang duduk lemah di atas ranjang.
"Aku sangat lapar,aku ingin makan udang bakar dan ayam bakar serat mie goreng." Ucap Melisa,air ludah nya sudah mendidih saat membayangkan makanan itu.
"Tunggu ya aku akan suruh Aska membelinya."
"Jangan Dita,aku tidak ingin ada masalah,tidak usah aku akan tidur kembali."
Aska dengan berat hati melangkah keluar dari rumah lalu dia naik ke dalam mobil disana dia memesan semua makanan yang di pesan dita.
Setelah menunggu hampir tiga puluh menit semua makanan yang dipesan Aska melalui grab,datang dengan sempurna tidak lupa Aska memberikan beberapa lembar uang merah kepada empat orang grab yang membawa semua pesanannya.
"Terima kasih untuk kalian semua,ini bayarannya dan ini sebagai tip untuk kalian." Ucap Aska dengan senyuman yang melekat di bibirnya.
"Wah....Makasih banyak yang tuan,kami tidak menyangka kalau kami akan dapat tip sebanyak ini,sekali lagi terima kasih." Ucap mereka semua dengan wajah yang penuh bahagia.
__ADS_1
Aska membawa makanan kerumah,Dita dengan antusias menerima makanan itu lalu menghidangkan di atas lantai.
"Mas duduklah apa kamu tidak makan?
"Aku sudah makan tadi,aku tidak lapar lagi." Jawab Aska.Melisa keluar dari kamar dan menunduk sopan kepada Aska,dia sebenarnya sangat enggan duduk dekat dengan Aska berhubung dia adalah kariawan nya.
Aska menatap Melisa dari atas kebawah saat Melisa hendak duduk,dia sangat yakin kalau Melisa sedang hamil saat ini.
"Sudahlah kamu makan,kamu tidak usah segan atau sungkan,kamu harus makan agar tenaga mu kembali seperti dulu." Ucap Dimas membuat Melisa semakin enggan.
"Bukanya kamu pacaran dengan Juan?"
"Iya tuan." Jawab Melisa dengan gugup,dia tidak menyangka kalau Aska mengetahui hubungan mereka.
"Dasar wanita bodoh saja dia di bohongi Juan,dia tidak tau kalau Juan bukan pria yang baik." Ucapnya dalam hati.
Setelah makan begitu banyak Melisa kembali ke dalam kamar lalu dia istrahat kembali,padahal sekarang belum malam-malam amat tapi Melisa sudah mengantuk saja mungkin itu bawaan hamilnya.
"Sepertinya teman itu sedang hamil_
"Lah kamu tau dari mana,apa juan cerita kepadamu,suruh pria itu menghubungi Melisa jangan menjadi bintang puas dengan wanita dia pergi begitu saja,aku akan hajar dia nanti." Ancam Dita.
Aska tersenyum mendengar kata-kata dita,bagaimana dia mau menghajarnya sementara dia saja lemah dan tubuhnya bulat,dan entah kenapa itu yang membuat Aska tertarik dengan Dita.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita mencari pria itu lalu menyeretnya ke hadapan teman mu itu kasihan dia."Demi Dita,Aska rela melakukan hal bodoh seperti itu padahal selama ini dia juga tipe pria binatang seperti yang di katakan Dita.
πππbersambung πππ