Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 36 ~ Marah ~


__ADS_3

Dita keluar dari restoran dengan perasaan yang sangat kesal antara marah dan cemburu,dia marah karena Renata yang menghinanya tanpa alasan yang jelas,dia sangat yakin kalau semua itu terjadi pasti ada hubungannya dengan Antoni menejer yang tidak pernah menyukainya.


Hatinya dibakar api cemburu,dia sangat marah dan kecewa kepada Aska yang memberinya harapan palsu.Baru saja dia merasakan kehangatan dari seorang pria yang benar-benar membuatnya jatuh cinta sekarang dia harus menelan pil pahit karena ternyata pria itu sudah punya pacar.


Dita di halte,dia enggan untuk pulang ke rumahnya apalagi dia tau hari ini orang tuanya pasti sudah sampai di lontarkan miliknya.


"Aaarnggg....Sial...Sekali nasib ku,kenapa aku harus menjalani hidup yang begitu rumit,tidak bisa kah aku bahagia walau hannya sebentar saja."Ucapnya dalam hati.


Pada saat dia sedang bingung tiba-tiba ponselnya berbunyi dia mengambil ponselnya dari sakunya dan ternyata itu nomor baru.


"Siapa lagi ini, pasti orang gila yang tidak ada kerjaan...Tapi tunggu bukan kah ini nomor Aska," Ucapnya dia menekan tombol hijau lalu berbicara dengan Aska.


πŸ“ž Kamu dimana,kamu masih bekerja?


Jantung Dita berdebar mendengar suara yang ada di sebrang sana,rasa rindunya tiba-tiba terobati pada saat dia ingin bicara tiba-tiba dia teringat dengan Renata tunangan Aska.


πŸ“ž Dita kamu mendengar ku?


πŸ“ž Aku sedang duduk di halte dekat restoran,aku tidak bisa menemukan mobil.


πŸ“ž Tunggu aku disana,sebentar lagi aku sampai.


Setelah itu,Aska memutuskan hubungannya lalu dia segera berangkat,dia juga tidak jauh lagi dari tempat itu.

__ADS_1


"Dia selalu memutuskan sambungan telepon sesuka hatinya." Ucap Dita lalu dia meletakkan ponselnya di dalam tas kecil miliknya.


Tidak lama kemudian sebuah mobil mewah berhenti persis di depannya Aska keluar dari dalam mobil karena Dita tidak kunjung membuka pintu.


"Kami kok disini,dimana teman mu yang biasa bersama mu? Tanya Aska saat dia berdiri di hadapan Dita yang sedang duduk.


"Kenapa kamu menanyakan Melisa,kamu mencintainya?"


"Hahahaha...Ada-ada saja untuk apa aku mencintainya,memangnya aku pria yang sangat buruk jatuh cinta kepada semua wanita " Ucap Aska.Dia tertawa lepas karena merasa lucu dengan wajah cemburu Dita.


"Kamu malah tertawa,kamu pasti sangat bahagia melihatku menderita,aku kesal,marah dan kecewa sama kamu." Ucap Dita lalu dia pergi sendirian meninggalkan Aska.


Dita bingung dengan hatinya,di saat dia sedang cemburu seperti itu ingin sekali rasanya dia mendengar penjelasan tentang wanita itu,bagaimana jadinya kalau dia duri di hubungan orang lain walaupun dia merasa sangat tidak pantas bersaing dengan wanita itu.


"Dita kamu kenapa,ayo ikut ke mobilku jangan sampai aku marah." Ucap Aska lalu menariknya dan membawanya ke dalam mobil.


Dita duduk dengan tatapan lurus ke depan,rasanya dia ingin memaki Aska yang sudah membuatnya menjadi wanita yang tidak normal.


Melihat wajah Dita yang terus menerus murung,Aska mendekatkan wajahnya ke wajah Dita lalu meraih leher Dita dan mendaratkan ciuman di bibir Dita,lama sekali Aska ******* bibir Dita,dan Dita juga menikmatinya dia lupa masalah awal mereka hingga klakson mobil mengagetkan Dita.


Dia mendorong wajah Aska,bahkan dia tidak sadar sejak kapan tangan Aska sudah di balik bajunya dan menyentuh halus dada Dita.


"Dasar pria otak mesum,kamu selalu saja pikirannya kotor."

__ADS_1


"Makanya jangan marah terus,aku bingung kamu kenapa tiba-tiba marah dan emosi tidak jelas kalau aku ada salah harusnya kamu jujur jangan memendamnya." Ucap Aska.Untuk sesaat dia kesal karena permainan panas mereka barusan berakhir begitu saja.


"Tanya saja sama tunangan kamu yang cantik jelita itu."Jawab Dita lalu dia menutup wajahnya dengan tas miliknya.Aska kaget mendengar ucapan Dita dia juga bingung karena tiba-tiba Dita berbicara tentang Renata.


"Kamu bertemu dengan Renata? dimana dan kapan?" Aska menodong banyak pertanyaan kepada Dita yang bersembunyi di balik tas miliknya.


Aska menarik tas yang menutup wajah Dita,dia kesal karena tiba-tiba Dita mengungkitnya tapi dia tidak mau jujur.


"Dita....Katakan kepada ku,dimana kamu jumpa dengannya? Dita semakin sedih saat Aska sudah emosi kepdanya hannya karena tunangannya itu.


"Maafkan aku mas,aku tidak akan menganggu hubungan kalian,aku juga sadar diri kok." Ucap Dita kemabli dengan suara yang sudah mulai serak menahan tangis.


"Kamu menangis,aku tidak marah dan aku juga bertanya dengan jujur kepadamu,kenapa kamu malah menangis." Ucap Aska frustasi dan merasa serba salah.


"Tunangan mu datang ke restoran semua kariawan lama menghormati dia bagai seorang nyonya bos,bahkan hari ini dia memberikan aku hadiah yang sangat berharga dia memecat tanpa alasan yang jelas." Dita bercerita dengan sangat sedih.


"aku akan memecat menejer sialan itu."


"Sudahlah aku tidak mau lagi bekerja disana,lebih baik aku mencari pekerjaan lain.Tunangan mu sangat cantik,tubuhnya tinggi ramping,kulitnya putih mulus,aku kalah jauh darinya." Ucap Dita merendahkan dirinya.


Malas mendengar ocehan Dita,Aska lansung membawa Dita meninggalkan tempat itu,dia ingin membawa Dita ke dokter kecantikan dia tidak ingin Dita minder dari orang lain.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2