Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 49 ~ Semakin terpuruk ~


__ADS_3

Sudah dua Minggu ini Aska dan Dita mencari keberadaan Juna,tapi sampai hari ini kabar tentangnya belum ada juga bahkan Aska sudah menemui orang tuanya tapi mereka juga tidak tau sama sekali.


Sementara itu keadaan Melisa semakin memburuk,dia tidak mau makan dan dia sudah beberapa kali mencoba untuk bunuh diri untungnya Dita selalu menjaganya dengan baik.


"Dasar laki-laki bajingan itu,dia hannya membuat masalah saja,ini sudah yang kedua kalinya dia membuat kesalahan yang sama." Ucap Aska keceplosan.


"Maksud kamu sebelumnya Juna juga sudah pernah menghamili orang lain?" Tanya Dita,saat mereka sedang duduk di ruang tamu.Aska mengangguk,dia sudah kesal luar biasa melihat Juna.


"Sepertinya aku harus menyuruh orang lain untuk mencarinya dan kamu juga abaikan saja dia,toh dia bukan keluarga mu untuk apa kamu terlalu peduli?"


"Karena dia lebih dari saudara ku,aku sudah pernah memberi tahu itu kepada mu." Ucap Dita dengan wajah sedih.


Dia sangat sedih melihat Melisa yang begitu terpuruk dia takut kalau Melisa tidak makan dan istrahat dan beban pikiran banyak janin yang ada di kandungannya tidak berkembang.


Tubuh Melisa semakin kurus dan rambutnya juga rontok untung bosnya Dita sangat baik memberikan waktu untuk dia libur selama sebulan dengan catatan dia tidak menerima gaji.


Ponsel Dita beberapa kali berbunyi,disana tertulis nama Nissa,Aska mengabaikan panggilan itu hingga Dita datang dan mengangkat ponselnya.


πŸ“ž Anak durhaka bajingan kenapa kamu belum mengirim uang sampai hari ini,apa kamu ingin keluarga mu ini mati kelaparan,dasar sialan kamu.


Dita langsung mengakhiri panggilan dan menutup ponselnya,dia cukup malu saat Aksa mendengar kata-kata makian dari adiknya.


"Adikmu cukup kurang ajar dalam bicara,sedikit pun dia tidak punya etika,aku tidak menyukainya,sini nomor rekeningnya aku yang akan mengirimnya." Ucap Aska.Dia selalu royal kalau masalah uang kepada Dita dan itu cukup membuat Dita merasa tidak enak.


"Tidak usah mas,aku ada uang kok."


"Sudah sini rekeningnya, kamu pakai saja uang mu untuk kebutuhanmu kalau kamu kekurangan jangan sungkan untuk meminta." Ucap Aska,Dita mengambil ponselnya lalu dia berikan kepada Aksa.

__ADS_1


"Dua puluh juta cukup?"


"Apa...Dua puluh juta jangan mas,kasih lima juta saja."


"Memangnya cukup uang segitu untuk mereka?"


"Cukup itu mas,aku tidak ingin memanjakan mereka dengan uang,mereka akan manja kalau dikasih uang banyak,keluargaku sangat matre aku tidak mau mereka seperti itu." Ucap Dita Aska menuruti keinginan Dita dia segera mengirim uang kepada keluarga Dita.


Setelah Aksa mengirim uang,Dita langsung mengirim pesan kepada keluarganya dan setelah itu dia menonaktifkan ponselnya dia malas kalau Nissa dan ibunya banyak bicara.


Pada saat mereka sedang duduk di sopa,tiba-tiba Melisa keluar dari dalam kamar lalu berlari ke kamar mandi dan disana dia memuntahkan seluruh isi perutnya seharian ini Melisa sudah beberapa kali muntah sementara dia tidak memasukkan sebutir nasi pun ke dalam mulutnya.


Dita langsung lari ke kamar mandi menemui Melisa dan Aska sangat kesal saat itu karena Dita begitu peduli dan perhatian kepada Melisa.Asak memesan banyak makanan dari restoran lewat aplikasi dia sudah mulai emosi melihat Melisa yang menyiksa dirinya sedemikan rupa.


Dita membawa Melisa ke ruang tamu lalu membantunya duduk di sopa karena tubuhnya benar-benar lemah,setelah itu Dita pergi ke dapur.


Melisa menegakkan kepalanya lalu menatap Aksa,air matanya langsung jatuh membasahi wajahnya,saat mendengar kata-kata Aska.


"Aku korban yang kesekian,kenapa...Kenapa tuan tidak memberitahuku dari awal,kenapa..."Melisa memekik hingga Dita yang sedang di dapur langsung berlari menghampiri Melisa di depan.


"Melisa....Kamu kenapa...Jangan seperti ini!!"


"Aaarngg.....Kata tuan Aska aku bukan korban yang pertama itu artinya Juna sudah biasa mempermainkan wanita." Ucap Melisa sambil menangis sesenggukan.


Dita menatap Aska dengan tatapan tajam,dia tidak suka Aska saat dia memberitahu segalanya.Dia takut Melisa semakin terpuruk yang membuatnya putus asa.


"Kenapa kamu menatapku demikian,harusnya kamu memberi tahu segalanya dari pada membohonginya nanti dia berharap terus yang ada itu akan semakin menyakiti dia." Ucap Aska merasa benar.

__ADS_1


Pada saat itu tiba-tiba kariawan restoran mengantar beberapa menu pesanan Aska,Dita sangat bersyukur karena tidak ada satu pun yang mengenali mereka,mungkin itu bukan restoran biasa.


"Melisa sekarang kamu makan,kalau kamu ingin sehat kamu makan,tapi kalau kamu ingin mati aku akan menghubungi dokter untuk menyuntikan racun ke tubuhmu kamu pilih mana mati atau hidup." Ancam Aska.Melisa tampak takut dia langsung mengambil makanan lalu perlahan dia mencicipinya.


Aska dan Dita tersenyum,ternyata Melisa takut mati juga makanya dia mau makan bahkan dia terlihat menikmati makanan itu.


Melisa menghabiskan banyak makanan,setelah itu dia menerima obat yang diberikan Dita,setelah menghabiskan semuanya dia beranjak dari tempat duduknya.


"Tuan terima kasih banyak karena sudah peduli denganku_


"Aku bukan peduli kepadamu,aku melakukan ini agar kamu tidak menyusahkan Dita,seharunya kamu tidak melakukan hal bodoh seperti itu karena yang rugi adalah diri mu sendiri." Ucap Aksa.


"Baik tuan maafkan aku." Jawab Melisa lalu dia pergi ke kamar dan merebahkan tubuhnya setelah kekenyangan.


*****


Sementara itu Nissa baru saja pulang kuliah,dia langsung pulang ke rumahnya dan mengambil uang tiga juta dari Atm nya dan memberikan kepada ibunya.


"Bu....Dita hannya kasih uang tiga juta,ini aku sudah ambil barusan." Ucap Nissa dia membohongi ibunya dan menyimpan uang dua juta lagi untuk kebutuhan pribadinya.


"Pelit sekali Dita,seharusnya dia kasih lima juta atau sepuluh juta dasar anak durhaka yang tidak bisa diharapkan."Sungut Nadia sambil menghitung uang yang tiga juta.


"Iya dia memang pelit sekali,padahal dia banyak uang tapi dia sangat perhitungan sama keluarga."Jawab Nissa memancing amarah ibunya.


Nissa yang sudah mendapat uang dua juta langsung pergi ke dalam kamar lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Coba aku punya pacar sehebat Aska,aku akan menikmati dunia ini dan mengajaknya keliling dunia,kenapa harus wanita jelek itu yang punya pacar hebat."Ucapnya sambil memikirkan sesuatu yang kotor.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2