
Dita menatap lurus ke depan dan tidak menjawab permintaan maaf Aska,apa pun yang dikatakan pria itu baginya itu hannya sebuah kata-kata pemanis.Aska sudah beberapa kali melecehkan dirinya tapi dia tidak bisa berkata-kata karena dia bukan lah orang yang mampu melawan pria hebat seperti Aska.
Mungkin saja jika dia melaporkan perbuatan Aska kepadanya polisinya tidak akan ada yang percaya atas laporannya.
"Dita kamu kenapa diam,kamu marah denganku?"
Dita menoleh kepadanya dengan wajah tanpa ekspresi membuat Aska salah tingkah.Terkadang Aska merasa heran dengan dirinya bagaimana bisa dia begitu takut jika Dita marah dengannya padahal mereka sama sekali tidak punya masalah apa pun.
"Sudahlah tidak usah dibahas,aku juga malas mengingatnya." Jawab Dita pandangannya kembali lurus ke depan.Aska sengaja membawa mobilnya dengan kecepatan rendah,rasanya dia tidak ingin sampai di tujuan secepat mungkin, entah apa yang terjadi dengan hatinya hingga dia begitu nyaman berada disisi Dita.
"Tuan aku sudah mau sampai?"
"Jangan panggil tuan aku tidak menyukainya!!"
"Terus aku harus manggil apa,kan benar kamu itu tuan aku." Dita menoleh ke arah Aska dia merasa aneh dengan ucapan Aska.
"Panggil nama ku saja Aska.Namaku memang Aska Pratama, tapi kamu cukup memanggilku dengan Aska atau mas Aska pun tidak masalah." Ucap Aska menegaskan keinginannya dia merasa tidak nyaman atau terlalu serius jika Dita memanggilnya dengan tuan.
Dita kembali bersikap dingin,mereka kembali diam Aska merasa bosan karena dia yang selalu membuka pembicaraan.
"Kenapa kamu tidak pernah mengangkat kalau aku menghubungimu?" Aska kembali membuka pembicaraan,
"Memangnya kamu tau nomorku,aku malas meladeni nomor baru,aku kira itu nomor Arga dia selalu menghubungiku beberapa Minggu terakhir ini." Jawab Dita.
"Arga siapa dia,apa dia pacarmu?"
__ADS_1
"Bukan,dia hannya pria bajingan yang pernah ingin memerkosa ku,sebelum akhirnya kamu yang memerkosa ku Malam itu." Jawab Dita dengan wajah datar.
Aska lansung tersedak ludahnya sendiri,jawaban Dita membuatnya benar-benar kaget,dia tidak menyangka kalau Dita akan mengungkit kenikmatan malam itu yang tidak bisa dia lupakan sampai saat ini bahkan tubuh Dita membuatnya benar-benar kecanduan.
"Aku sudah sampai...Aku turun disini saja." Ucap Dita.Aska menghentikan mobilnya lalu membuka pintu sampai akhirnya Dita keluar dari mobilnya dan meninggalkan Aska yang masih memandangnya dari dalam mobil.
Aska menatap Dita sampai dia benar-benar hilang dari pandangannya dia menghela napas berat,entah kenapa dia merasa aneh dengan hatinya saat ini.
Dita berjalan sampai ke rumahnya,disana dia sudah melihat adiknya dengan seorang pria yang duduk di teras rumah.Dita cukup kaget melihat Nissa,dia baru tiga hari di kota ini tapi dia sudah punya kenalan pria.
"Kamu sudah pulang Nissa,siapa ini dari mana kamu bisa kenal dengan dia padahal kamu baru tiga hari di kota ini?" Tanya Dita dengan penuh keheranan dan wajahnya juga tidak suka melihat pria yang ada di samping Nissa karena dia terlihat mesum.
"Kakak masuk saja tidak usah mengurus urusanku,aku bukan anak kecil lagi,kalau kakak yang tidak laku tidak usah menganggu kesenangan ku." Jawab Nissa dengan tatapan sinis kepada Dita.
"Kamu....." Dita tidak ingin ribut langsung memilih masuk kedalam rumah,dia sangat sakit hati karena dipermalukan Nissa di hadapan orang lain.
****
Hari ini sepulang kerja Dita kembali ke rumah bersama Melisa sahabatnya,Melisa sengaja pulang tidak di antar oleh Juan karena mereka ada janji nanti malam untuk pergi menonton bioskop.
"Dita aku lihat kamu tidak mau bicara dengan adikmu,kenapa? kalian berantem lagi,aku juga heran dengan adikmu kok bisa ya dia sangat jauh berbeda dengan kamu?" Ucap Melisa mereka jalan kaki menuju kontarakan mereka.
"Dia sudah biasa dimanjakan ibu,katanya memiliki wajah cantik seperti Nissa itu menjadi investasi masa depan,siapa tau nanti Nissa bisa menikah dengan pria kaya maka hidup orang tuaku juga akan terjamin." Ucap Dita disela-sela dia makan gorengan yang baru saja dibelinya.
"Alaahh...Pemikiran macam apa itu,banyak kok diluar sana wanita yang memilki wajah cantik tapi rumah tangganya hancur. Pikiran orang tua mu terlalu dangkal dan sepertinya mereka ingin kaya tanpa kerja." Ucap Melisa kembali.Dita hannya diam dengan komentar sahabatnya dan membenarkan apa yang dikatakan Melisa.
__ADS_1
"Bagaimana hubunganmu dengan Juan,apa dia baik?"
"Sangat baik,aku sangat mencintainya,dia sudah membawaku ke rumahnya tapi aku belom kenal orang tuanya."
"Kok bisa,kamu sudah dibawa ke rumahnya tapi kamu tidak kenal dengan orang tuanya,"
"Bisalah orang tuanya waktu itu sedang pergi ke Surabaya saat aku dibawa kesana,sudahlah aku masuk duluan aku buru-buru,juan sebentar lagi menjemput ku kami mau menonton." Ucap Melisa lalu dia segara masuk ke rumah dan mengambil pakaian dari lemarinya.
Melisa keluar dari kamar mandi lalu merias wajahnya jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh sore,juan sudah menunggunya diluar.
Dita belum mengganti pakaian dari dia sampai di rumah tadi sore,dia enggan melakukan apa pun perasaanya sangat sepi saat ini,Nissa adiknya juga belum pulang membuatnya merasa kesepian.
Hingga tidak sadar Dita ketiduran dan pintunya tidak dikunci dari dalam.Tepat pukul sepuluh malam Nissa pulang bersama seorang pria,dia membawa pacarnya pulang ke kontarakan mereka.
Saat mereka membuka pintu,Keduanya sangat kaget melihat Dita yang sudah tertidur di dengan pulas di atas tempat tidur.
"Sayang...Aku pengen banget tapi ada kakak mu,bagaimana ini." Tanya Pria itu dengan wajah yang sudah tidak tahan,apalagi saat melihat tubuh Dita yang terlentang.
"Sudah kita disampingnya saja,dia kalau tidur kayak babi...Susah bangun." Ucap Nissa.Dia lansung menarik leher pria itu dan ******* bibir pria itu.Perlahan mereka tidur di samping Dita.
Nissa yang sudah tidak tahan langsung membuka kemeja yang dia pakai hingga kedua bukit indahnya terlihat.
******* demi ******* terdengar di dalam kamar itu,sang pria menindih tubuh Nissa lalu menutup tubuh mereka dengan selimut tipis.
Nissa sudah semakin mendesah,tidak tahan menerima kenikmatan yang diberikan oleh pria yang dipacarinya kemarin sore.
__ADS_1
Dita seakan sedang bermimpi,dia merasa semakin lama suara ******* yang didengarnya semakin terasa bahkan dia merasa suara itu tidak jauh dari dirinya.
πππbersambung πππ