
Dita membeli mie instan dari warung yang ada di depan kontrakannya,setelah itu dia masak dan langsung menikmatinya setelah masak.Dia selalu makan makanan tidak sehat agar bisa menghemat biaya bulanannya agar bisa mengirim uang kepada orang tuanya.
"Kakak....Aku tidak punya banyak pakaian berikan aku uang aku harus membeli baju untukku,lagian kalau aku kuliah nanti aku tidak mungkin memakai pakaian jelek seperti ini." Ucap Nissa yang sudah berdiri di belakangnya dia tidak sadar kalau Nissa sudah kembali dari warung.
Dita menghela napas panjang,entah dari mana uang dia dapatkan untuk biaya pendaftaran kuliah untuk adiknya kalau tidak di kuliahan takutnya Nissa mengadu kepada ibunya yang selalu membelanya dari jaman mereka masih kecil.
"Memangnya kamu membawa uang berapa dari kampung?"
"Aku tidak membawa uang sepeser pun,ibu hannya menyuruhku menemui mu dan meminta apa pun kebutuhanku dari mu."
"Kalian gila kamu pikir aku kerja apa,kamu tau aku hannya kuli cuci piring berapa lah gaji ku kalian memang tidak pakai otak kalau mikir." maki Dita.Nissa menatap Dita dengan sinis dia kesal mendengar kata-kata kakaknya yang sangat kasar.
"Makanya cari kerjaan yang gajinya besar kak,kamu itu anak pertama sudah wajar kamu membantu orang tua untuk menyekolahkan adik-adikmu jangan menjadi kakak yang jahat.Pokoknya aku tidak mau tau hari senin aku sudah mendaftar dan aku harus bawa uang yang banyak." Ucap Nissa dengan paksaan.
Dita frustasi mendengar kata-kata adiknya.Tidak ingin melihat adiknya semakin marah hari senin nanti Dita memutuskan pergi ke restoran dia ingin mencoba mengajukan pinjaman ke menejer dengan membayar potong gaji.
"Terpaksa aku melakukan ini." Ucapnya dalam hati dia mengambil tasnya dan keluar dari rumah meninggalkan Nissa yang sudah mulai tidur terlelap mungkin dia sangat lelah.
Semua orang terlihat sibuk di restoran,ada tiga orang petugas dapur yang biasa dia lakukan sendirian.Perasaanya memang tidak enak kepada mereka tapi karena ini perintah pemilik restoran dia tidak bisa berkata-kata.
Dita pergi keruangan menejer,dia harus menemuinya untuk mencoba mengajukan pinjaman.
"Selamat sore tuan...." Anto menatapnya dengan tatapan tidak suka,dia merasa kesal kepada Dita karena dirinya pemilik restoran menegurnya.
__ADS_1
"Ada apa kamu menemui ku,ternyata kamu masih berani datang kemari,kamu masih ada muka datang ke tempat ini,lagian tuan Aska sudah memecatnya mu untuk apa kamu datang lagi."
"Apa...Memecat ku pak,tidak mungkin dia hannya menyuruhku istrahat pak."Ucap Dita.Lututnya langsung gemetaran dia hampir jatuh kakinya gemetaran menahan bobot tubuhnya.
Dita sangat kecewa terhadap Aska,dia pura-pura perhatian nyatanya dia memecatnya dengan cara yang halus rasanya dia ingin menemui pria itu fan memakinya sampai puas.
"Hahaha...Kamu tidak tau diri banget sih,memangnya kamu siapanya hingga dia harus peduli atau perhatian sama kamu,dia hanya sungkan saja memecat mu kemarin makanya dia menyuruhmu istrahat itu hannya kode untukmu agar kamu tau diri." Ucap Anto dengan sinis.
Dita sangat malu mendengar semua kata-kata Anto,dia tidak bisa membendung rasa kecewanya terhadap Aska yang sudah membuat hatinya terluka.
"Jadi aku sudah dipecat ya pak,...Maaf kalau begitu pak aku minta maaf sudah membuat bapak tidak nyaman,aku pamit pak." Ucap Dita lalu dia keluar dari ruangan menejer dan langsung meninggalkan Restoran tempat dimana dia mencari nafkah.
Dita berlari ke taman yang tidak jauh dari restoran dia melampiaskan semua emosinya di taman dengan memukul-mukul sebuah batu besar.
Setelan puas menangis Dita duduk di sebuah kursi panjang,suasana taman semakin ramai,orang-orang yang sedang berkencan datang ke tempat itu.
Dita enggan meninggalkan tempat itu,dia sangat malas kembali ke kontrakan malas mendengar ocehan adiknya pikirannya sedang tidak baik-baik saja.Dita duduk di kursi sambil menatap setiap orang yang pacaran disana ada rasa iri melihat wanita yang sahabat bahagia dengan pasangan masing-masing.
Pandangan Dita tertuju pada sebuah pohon besar disana dua orang pasangan sedang berciuman mesra,pria itu sangat menikmati ciumannya Dita buru-buru mengalihakan pandangannya dari kedua orang itu.
"Berani sekali mereka ciuman tempat umum."Ucapnya dalam hati.Hiburan yang singkat itu tidak sempat membuatnya melupakan masalahnya yang ada dia semakin membenci Aska karena ingat setipa kekejaman yang dilakukan pria itu kepadanya.
"Seharusnya aku memenjarakan pria bajingan seperti itu kemana aku mencari pekerjaan lagi,dia benar-benar menghancurkan hidupku." Ucapnya dalam hati.
__ADS_1
Dita mengambil ponselnya lalu mengirim pesan kepada Aska,dia sudan melihat pria itu mengirim pesan kepadanya beberapa kali.
"Aku harus bicara kepdanya dan menanyakan kenapa dia tega memecatnya ku,apa aku tidak layak walau hannya petugas kebersihan saja." Ucapnya dalam hati.
💬 Mari kita bertemu tuan aku ingin bicara dengan mu.Aku berada di taman bunga yang tidak jauh dari restoran.
Dita lansung mengirim pesan itu dan tidak lama langsung dibaca tapi tidak ada balasan apa pun dari pria itu.Dita menunggu Aska datang ke tempat itu dia ingin tahu kenapa Aska begitu kejam kepadanya.
"Dita apa yang kamu lakukan di tempat ini malam-malam begini?"Aska menepuk pundak Dita dia segera datang saat Dita menyuruhnya menemuinya.
Dita berdiri lalu membalikkan tubuhnya,matanya cukup terpana melihat ketampanan Aska malam ini,dia memakai baju biasa kaos oblong lengan panjang di tambah celana jeans dan sepatu santai.Dita selalu tidak bisa menahan jantungnya yang berdebar saat berdekatan dengan Aska.
Dita selalu berusaha menepis perasaan aneh yang selalu muncul di hatinya saat dia berdekatan dengan Aska.
"Dita...."
Aska duduk di dekat Dita membuat Dita semakin gemetaran,sebelumnya dia sudah mengarang kata-kata makian yang harus di lontarkan kepada Aska karena sudah memecatnya dengan cara halus tapi semuanya hilang saat melihat pesona Aksa.
"Dita....Kenapa kamu diam?"
"Kenapa kamu memecat ku dari restoran? aku sudah berjuang selama ini bekerja sebaik mungkin disana,kenapa kamu tidak menghargainya sedikit pun." Berbagai pertanyaan dilontarkan Dita dihadapan Aska dia menjauh dari samping Aska karena dia tidak ingin salah tingkah di hadapan Aska.
"Aku memecat mu,siapa yang bilang,aku tidak memecat mu." Jawab Aska bingung dia menghungi Anto meminta penjelasan.
__ADS_1
💗💗💗 bersambung 💗💗💗