Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 54 ~ Kemarahan Dita ~


__ADS_3

Aska menceritakan semuanya kepada,Dita semuanya yang masih dia ingat kepada Dita,tidak ada sedikit pun yang tertinggal di ingatannya.


"Dan aku pun tidak tau Dita entah apa yang dia lakukan kepada ku setelan aku tidak sadarkan diri,aku juga cukup kaget kenapa kalian berdua begitu banyak perbedaan." Ucap Aska.Dita yang mendengar semua cerita itu tentu saja menyimpan kemarahan yang luar biasa.


Selama ini dia selalu memaafkan apa pun yang dilakukan oleh Nissa,bahkan sebagai adik dia sama sekali tidak pernah menghargainya sedikit pun,tapi untuk kali ini dia tidak bisa mengampuninya lagi,dia memaafkan apa yang dia lakukan Nissa selama ini tapi tidak untuk masalah Aska yang ingin direbutnya dengan cara kotor.


"Dita kamu marah?"


"Tidak mas,cuma aku malu mas,aku minta maaf atas sikap murahan adikku,ibuku memang sudah salah mendidiknya dari kecil,dan apa pun yang dia lakukan selalu benar di hadapan ibu,hingga dia tumbuh menjadi wanita yang Arongan dan sombong bahkan murahan kepada setiap pria yang punya uang." Ucap Dita.Dia menghela napas panjang,dia masih sangat marah atas sikap adiknya yang begitu memalukan.


Hari ini Dita benar-benar frustasi,kehilangan pekerjaan dan juga sikap adiknya yang sangat kurang ajar.


"Mas bisa kah kamu mengantarku ke rumah orang tuaku,aku ingin bicara kepada adikku." Ucap Dita.Aska mengangguk lalu membawa Dita ke kontarakan mereka yang lama karena sekarang orang tuanya juga tinggal disana.


Tidak lama kemudian mereka sampai disana,Aska juga ikut sampai ke rumah walaupun mobilnya tidak bisa masuk sampai ke gang karena gang nya terlalu sempit.


Sesampainya di halaman rumah,Dita langsung mendorong pintu rumah dengan kuat,dia sudah menahan emosi dari tadi sejak Aska menceritakan semua sikap adiknya yang sudah menjebak pria yang sangat dia cintai,dari tadi dia sudah berusaha tenang karena dia tidak ingin marah di hadapan Aska.


"Braakkk....Nissa sini kamu,apa yang kamu lakukan malam Minggu kemarin kepada Aska,kamu sangat keterlaluan." Dita yang sudah menahan emosi lansung menghampiri Nissa yang masih berdiri lalu memukul wajah Nissa dan mendorongnya dengan kasar hingga dia mengenai dinding.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan Dita,kamu kelewatan sekali ya,kamu tidak lihat Nissa jatuh sakit dari Minggu kemarin karena dia trauma di lecehkan pria yang sedang dekat dengan kamu." Nadia memekik lalu menghampiri Dita dan menjambak rambut Dita dengan kasar.


Nadia mendorong tubuh Dita hingga jatuh ke lantai,bahkan kepalanya mengenai lantai hingga meninggalkan warna kebiruan di kening Dita.


Aska yang mendengar keributan langsung berlari masuk ke dalam rumah,dia cukup kaget saat melihat Dita yang duduk lantai dengan wajah kesakitan.


"Dita apa yang terjadi kenapa dengan kening mu?" Maya cukup kaget melihat kehadiran Aska disana,dia cukup terpana melihat ketampanan Aska wajahnya tiba-tiba berubah lalu membuat sandiwara di hadapan Aska dan Dita.


"Dia jatuh barusan,kamu pria yang menemani Nissa malam itu,kamu harus bertanggung jawab,sejak malam kemarin Nissa sangat trauma,katanya kamu sudah melecehkan anakku," Ucap Nadia.Dia berbicara selembut mungkin agar Aksa tidak tersinggung.


"Apa Tante bilang,aku melecehkan Nissa,apa dia punya bukti kalau aku melecehkan dia,aku bisa menuntut kalian dengan tuduhan pencemaran nama baik,berani sekali kalian menuduhku untuk sesuatu yang tidak aku lakukan." Ucap Aska dengan nada cukup tegas dan wajah yang cukup menakutkan.


Nadia menelan ludahnya yang seakan mencekik tenggorokanya,dia takut berhadapan dengan orang seperti Aska.


Dita mengambil ponsel dari tangan Aksa,lalu memeriksa semuanya dan itu kembali membuatnya marah dan sakit hati.


"Brang....Kamu pikir dengan kamu memberikan poto ini aku percaya dengan semua omong kosong mu,kamu memang ******....." Dita melempar ponsel Dita lalu beranjak dari tempat duduknya dan kembali menyerang Nissa yang pura-pura sedih dan menjadi korban.


"Kamu pikir aku percaya sama kamu ******,kamu wanita pelacur aku akan membunuh mu." Dita menjambak rambut Nissa lalu memukul wajahnya,Aska yang melihat itu cukup kaget bahkan dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

__ADS_1


"Dita....kamu....." Nadia yang gugup langsung mengambil sapu lalu memukul kepala Dita sekuat tenaga hingga Dita merasa pusing,matanya buram dan tiba-tiba dia pingsan.


"Dita....Dita....Bangun Dita..." Aska panik melihat Dita yang jatuh pingsan,dia langsung menggendong Dita dan membawanya masuk ke mobil yang lumayan jauh dari rumah itu.


Nadia berlari mengejar Dita,dia ketakutan saat melihat kepanikan di wajah Aska,Nadia semakin kaget saat melihat mobil mewah milik Aska,dia semakin mempercepat langkahnya untuk mengejar Aska untuk membawanya ikut ke rumah sakit.


"Nak biarkan aku ikut membawa Dita,aku minta maaf karena sudah membuat Dita pingsan seperti ini."


"Tidak perlu,aku tidak butuh orang tua seperti kamu,anda orang tua luar biasa." Ucap Aska,dia menutup kaca mobilnya hingga Nadia tidak bisa berkata-kata.


"Pria seperti apa yang dipacari Dita,jangan-jangan Nissa sengaja ingin merebut pria itu hingga Dita bisa begitu marah dengan Nissa,aku harus menanyakan langsung kepada Nissa." Ucap Nadia lalu dia kembali pulang ke rumahnya dan menemui Nissa yang sudah duduk santai di atas sopa sambil makan kolak.


Nadia cukup terhennyak melihat Nissa,dia terlihat santai dan tidak ada masalah,Nissa yang tidak tau kalau ibunya sudah di belakangnya bersikap seperti biasa santai tanpa rasa bersalah.


"Nissa!!! katakan...Kamu sedang pura-pura selama ini ya,keterlalun sekali kamu tega sekali kamu memfitnah pria itu,kamu ingin memiliki pacar Dita karena dia orang hebat kan,kamu tau mobil apa yang dia pakai pria itu tadi,dia membawa mobil mewah Rubicon,dasar tolol kamu,bisa-bisanya kamu ingin merebut pria itu,....Aku tidak akan memaafkan kamu kalau Pria itu tidak menerima ku lagi." Ucap Nadia kesal.


Nissa tertawa kecil,dia mengambil semua makanan dari kulkas lalu dia makan,dia mengatakan ucapan ibunya,yang sekarang sepertinya akan membela Dita karena sudah mendapat calon menantu seperti kriterianya.


"Nissa kamu mendengar apa yang ibu katakan!!!"

__ADS_1


"Sudahlah Bu,jangan banyak bermimpi pria itu tidak akan mau menerima orang miskin seperti kita,dia bukan pria sembarangan kalau pun dia menerima Dita bagaimana dengan orang tuanya yang pejabat,sudah pasti tidak sudi menerimanya." Ucap Nissa tampa ekspresi.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2