Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 44 ~ Minta maaf ~


__ADS_3

Aska sudah tidak tahan melihat sikap wanita itu yang terus memaki Dita dengan begitu kasar, dia menghampirinya lalu menatapnya dengan sinis.


"Memangnya sehebat apa kamu,kamu sudah merasa hidup mu begitu sempurna,atau kamu sudah merasa paling hebat di dunia ini." Ucap Aska sambil menatap wanita itu dengan tatapan yang begitu mematikan.


Wanita itu langsung terdiam,antara malu dan takut saat melihat tatapan Aksa yang begitu sinis.Orang-orang juga mulai menatapnya.


"Apa lagi yang salah,dia sudah minta maaf dan pacarku juga sudah minta maaf tapi anda malah memukulnya dengan kasar aku ingin tau sehebat apa kamu?"Aska memekik dengan nada yang tinggi dan kasar membuat wanita itu semakin gemetaran.


"Sebelum aku menyeret mu dari tempat ini, minta maaf sekarang kepada pacarku kalau dia memaafkan mu maka aku akan melepaskan kamu,tapi jika dia tidak memaafkan kamu jangan harap kamu bisa lepas dari tempat ini,aku akan membawamu ke jalur hukum,orang seperti mu harus di kasih jera agar sikap angkuh mu itu bisa hilang." Ucap Aska.


Wanita itu perlahan mendekati Dita,dia kali ini benar-benar kena batunya,biasnya orang yang akan meminta maaf kepadanya bahkan sujud di kakinya sekarang dia malah kena batunya dengan wanita tampilan sederhana tapi memiliki orang hebat di sampingnya.


"Maafkan aku kakak,aku tidak menyangka kakak orang hebat tapi sederhana,aku minta maaf." Ucap wanita itu,wajahnya tampak tidak ikhlas bahkan orang-orang sudah menatapnya dengan tatapan jijik.


"Sehebat apa sih dia hingga bersikap tidak sopan terhadap pelayan,nampak sekali dia sering melakukan hal seperti itu kepada orang-orang lemah lihat wajahnya tampak sinis dia minta maaf tapi wajahnya tidak ikhlas sama sekali." ucap Beberapa orang yang melihat kejadian itu dan hendak pergi meninggalkan restoran.


Dita sudah mulai malu,apalagi tatapan orang-orang kepadanya dari kejadian ini dia semakin sadar kalau Aska juga mencintainya dan cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


"Sudah mas biarkan dia pergi,kakak silahkan pergi aku tidak papa." Ucap Dita,dia tidak tega mempermalukan wanita itu.


"Sekali lagi kamu jangan sombong,kamu tidak tau orang seperti apa yang menjadi lawan mu,sekali lagi kamu bersikap sombong di hadapan ku,aku tidak akan segan memukul mu." Ucap Aska lalu dia mengusir mereka.

__ADS_1


Wanita itu segera keluar dari dalam cafe,orang-orang mencemooh dirinya dengan mengacungkan jari tengahnya,dia sangat malu dia segera keluar lalu masuk kedalam mobilnya.


Menejer menunduk kepala kepada Aska,dia bersikap bijak tadi dan membela Dita didepan umum bukan semata-mata karena dia bijak tapi dia sebelumnya sudah mencari tau tentang latar belakang Aska dari internet.


Saat dia tau Aska bukan orang sembarangan dia selalu memperlakukan Dita dengan sangat baik,sebenarnya dia ingin semakin dekat dengan Aksa.


"Dita,aku menunggu mu di mobil ya." Ucap Aska saat melihat jam yang melingkar ditangannya sudah menunjukkan jam siang.


Dita buru-buru mengganti pakainya,dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Aska,perasaanya campur aduk saat Aska tidak malu mengakui dirinya sebagai pacar di hadapan orang-orang.


"Kamu mau pulang Dita,kamu selalu pulang tepat waktu ya,bahkan kamu tidak membereskan pekerjaan yang lain kamu sudah pulang?" Tanya temannya itu.Dita mengabaikan ocehan temannya toh mereka semua juga begitu tiba jam pulang mereka semua langsung pergi tanpa peduli orang lain.


Dita membuka pintu lalu masuk ke dalam mobil Aska,para pelayan perempuan yang ada di sana banyak yang iri saat melihat Dita bisa berdampingan dengan pria seperti Aska.


"Hei....Kamu jangan banyak bacot,Namanya Aska Pratama,dia pemilik beberapa bisnis restoran dan hotel bahkan dia punya perusahan tambang batu bara dan juga usaha-usaha yang lain,orang tuanya pejabat terhormat di kota ini jadi kurangi mencari masalah dengan Dita karena Aska sangat mencintainya." Ucap Menejer dia meninggakan kedua wanita yang banyak bicara barusan.


Aska membawa mobilnya tidak lama dia menepikan mobilnya lalu dia mengambil sesuatu dari dalam box.


"Sayang aku ada hadiah untukmu sekarang tutup mata mu aku akan mengambilnya dan memberikannya.Dita sebenarnya sangat kaget,padahal dia tidak pernah cerita kalau dirinya ulang tahun hari ini.


"Memangnya ada apa sayang,aku penasaran hadiah apa sih?"

__ADS_1


"Tutup mata." Dita menutup mata dia sudah tidak sabar melihat hadiah yang diberikan oleh Aksa.


"Tutup mata tidak boleh di buka sampai aku berbicara."Ucapnya.Aska membuka kotak perhiasan lalu merentangkan di depan mata.


"Sekarang kamu bisa buka mata mu." Perlahan Dita membuka matanya dia sangat kaget melihat perhiasan yang begitu indah di depan matanya tanpa sadar dia menutup mulutnya dan setelah itu dia berteriak.


"Aahh....Kamu memberikan aku hadiah mahal ini mas,terima kasih banyak ya mas aku tidak menyangka di hari ulang tahunku ini aku mendapat hadiah yang paling indah terima kasih banyak." Dita memeluk Aska dengan sangat erat hingga dia lupa memasangkan kalung itu.


"Kamu ulang tahun hari ini sayang,pantas saja seharian ini aku ada feeling makanya aku membeli hadiah ini." Jawab Aska.Dia melepaskan pelukan Dita dari pelukannya lalu memasangkan kalung dan anting nya setelah itu Aska membawa Dita ke sebuah toko roti mewah dan membelikan kue ulang tahun.


Sementara itu disebuah kontrakan kecil Melisa sedang berbaring lemah diatas tempat tidur setelah dua hari ini dia sakit perut dan dia terus mual-mual.


"Lama sekali Juan datang,apa dia membohongiku,kenapa dia begitu lamban." Ujarnya setelah itu dia berlari ke kamar mandi dan kembali memuntahkan semua isi dari perutnya.


"Oek....oek....oek..." Melisa duduk di atas lantai rasanya dia sudah tidak sanggup lagi,dia sudah dua hari tidak bekerja,karena mual yang dirasakannya.


Tidak tahan lagi akhirnya,Melisa keluar dari rumah menuju apotik yang sedikit jauh dari rumahnya.


Saat membeli obat di apotik penjaga apotik menanyakan perasaannya,Melisa tampa malu menceritakan semuanya.


"Aku sudah tau apa penyakit kakak,mungkin kakak sedang hamil,tapi untuk lebih pasti,kakak beli alat tes kehamilan ini." Ucap wanita tanpa beban.

__ADS_1


Seluruh tubuh Melisa gemetaran,dia tidak menyangka kalau dia terjebak seperti ini,dia membayar obatnya dia bergegas kembali ke kontrakannya dan masuk ke kamar mandi sambil membawa alat tes kehamilan miliknya.Melisa benar-benar ketakutan dia takut kalau sampai dia hamil di luar nikah.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2