
Dita sangat kaget melihat uang yang diberikan Aska kepadanya yang sangat banyak kalau dilihat dari banyaknya mungkin itu sampai puluhan juta.Sudah lama bekerja dia belum pernah sekali pun memiliki uang sebanyak itu.
Dita menelan ludah melihat uang sebanyak itu,dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba Aska memberinya uang yang banyak.
"Untuk apa tuan memberikan uang sebanyak ini untukku?" Tanya Dita dia berusaha lebih tenang agar Aska tidak menganggapnya rendah.
"Pakailah,bukan kah kamu bilang kamu butuh uang banyak,kalau bisa aku tau untuk apa kamu butuh uang sepuluh juta?" Ucap Aska dia kembali masuk kedalam mobil dan memandangi Dita yang masih terlihat kaget akan uang itu.
"Semua orang mungkin butuh uang tuan,tapi aku butuh uang karena adikku baru saja sampai di kota ini dan dia minta uang sepuluh juta untuk biaya pendaftaran kuliah." Jawab Dita sambil mengambil uang yang masih terletak di atas jok mobil.
"Hmm...Ternyata kamu bertanggung jawab juga kepada keluarga,ya sudah kamu pakai saja,itu ada dua puluh juta kalau butuh lagi jangan takut meminta kepadaku." Ucap Aska lalu dia menghidupkan mobil dan mereka meninggalkan tempat itu.
Dita tersenyum kecil mendengar kata-kata Aska,bagaimana bisa dia asal meminta saja,kalau bukan karena sangat butuh mungkin dia tidak akan meminta uang itu.
"Aku akan menyicilnya setiap bulan tuan." Ucap Dita membuyarkan keheningan yang ada di dalam mobil.Baik Aska dan Dita sama-sama diam tidak tau lagi harus membahas apa pun.
Setelah Aska mendapat kesucian Dita,Aska tidak pernah lagi mau bermain sembarangan dengan wanita mana pun,baginya tidak ada satupun wanita yang bisa menandingi kenikmatan tubuh Dita.
Tubuh Dita sudah seperti candu baginya,setiap malam dia merindukan tubun bulat Dita,dia tidak mengerti kenapa dia sangat menyukai aroma tubuh wanita yang memiliki wajah buruk itu.
Aska mengabaiakan kata-kata Dita,dia saja tidak berharap uang itu dikembalikan karena dia sudah memberikan uang lebih dari itu kepada pelacur yang selalu melayaninya kalau dia sedang butuh kehangatan.
__ADS_1
Aska menghentikan mobilnya di depan gang kontarakan tempat Dita,dia langsung pergi meninggalkan Aska menuju rumahnya.Aska menghela napas berat,rasanya dia tidak ikhlas membiarkan Dita kembali ke rumahnya.
"Sudah lama tidak menikmati tubuhnya,padahal malam ini aku sangat ingin tidur di pelukannya,dia wanita kedua yang bisa membuatku tidak semangat,padahal dia bukan pacar ku." Ucapnya dalam hati.Dia menyetir mobilnya menuju klub malam,sudah dua Minggu tidak mengunjungi tempat haram dimana dia selalu membuang suntuk saat sedang frustasi.
Dita sampai dikontarakannya sudah melihat temannya Melisa sedang bersama Juan mereka duduk di teras rumah sambil menikmati gorengan di tambah teh.
"Kamu sudah datang Dit,sini ada yang ingin ku tanya sama kamu,memangnya kamu kenal dengan tuan Aska Pratama,dari mana kamu kenal dia?" Tanya Melisa. Dia menarik Dita duduk di sampingnya karena sudah dari tadi sore melisa penasaran dengan hal itu.
"Siapa dia,aku tidak ada kenal siapa-siapa? terus memangnya kenapa,apa yang terjadi?" Jawab Dita pura-pura polos.
"Masak kamu tidak tau,Aksa Pratama itu pemilik restoran tempat kita bekerja dan juga banyak lagi usaha lainnya berupa hotel dan klub malam terkenal di kota ini." Jawab Melisa penuh antusias.
"Hahahaha....Hahaha perutku sangat sakit mendengar kata-kata mu,memangnya kamu pikir tuan Aksa buta melihat wanita sepertiku,jangan membuatku malu Mel,aku sangat malu kamu berbicara seperti itu." Ujarnya dengan tawa yang masih menghiasi bibirnya dan perlahan meninggalkan mereka berdua di teras rumah.
Melisa dan Juan saling menatap,lalu Juan menaikan pundaknya mengatakan dia juga bingung dengan semua itu.
"Aku percaya sama Dita,tidak mungkin tuan Aksa kebal dengan Dita,coba kamu pikir,Arga mantan Dita saja menemaninya hannya untuk iseng-iseng mana mungkin sekelas tuan Aksa mau peduli dengan Dita." Ucapnya dengan wajah yang sangat bingung.
Pada saat keduanya sedang berbincang terdengar dari rumah Nissa memarahi Dita yang baru saja sampai di rumah.
"Kenapa kakak pulang tidak membawa makanan untukku,aku lapar kakak." Nissa memekik dengan nada tinggi membuat Melisa marah dan kesal dia beranjak dari tempat duduknya lalu membuka pintu rumah.
__ADS_1
"Nissa....Kecilkan suara mu,kamu pikir ini di kampung,kalau kamu lapar pergi ke depan sana beli sendiri untuk apa kamu selalu minta makan untuk kakakmu memangnya kamu tidak bisa beli sendiri?" Omel Melisa,dia sangat geram melihat sikap adik Dita yang tidak tau diri sama sekali.
Dari tadi sore dia sangat geram dan menahan amarahnya melihat Nissa yang sikapnya sangat kelewatan,dia membuka semua pakaian Dita dan mencobanya hanya karena tidak ada satu pun yang tidak sesuai seleranya dia memaki dan mengatai kakaknya wanita kampungan dan jelek.
"Sini uangnya kak,aku akan pergi ke depan rumah beli bakso." Ucap Nissa sambil mengulurkan tangannya meminta uang kepada Dita.
"Lah...Bukannya tadi sore aku sudah kasih uang lima puluh ribu,kamu pikir cari uang itu mudah." Dita membelalakkan matanya karena keborosan adiknya yang sangat berlebihan.
Nissa tidak mau ambil pusing dia merampas tas yang ada di tubuh Dita seketika Dita mendorongnya lalu mengambil uang seratusan dari tasnya lalu dia berikan kepada Nissa.
"Sekali lagi kamu berani memegang barang kakak aku tidak hannya mengusir mu dari rumah ini tapi juga tidak mau lagi mengurus mu." Ancam Dita dengan tatapan yang sinis.
"Bodoh amat....Aku akan melaporkan kamu sama ibu kalau kamu tidak mau mengurusku."Nissa mengancam balik kakaknya membuat Dita semakin muak melihat sikap Nissa.
Rasanya penderitaan Dita baru saja di mulai saat adiknya datang dan tinggal bersamanya,baru saja mereka bersama beberapa jam dia sudah sangat frustasi.
Setelah Nissa pergi,Dita mencari tempat yang aman untuk menyimpannya uangnya dia menyembunyikan uangnya di dalam kaleng lalu menguburnya dibelakang itu jauh lebih aman dari pada dia simpan di bank atau di dalam tasnya.
"Dit..Apa yang kamu lakukan disana? Aku kesal sekali melihat Nissa adikmu,tidak bisa kah kamu mengusirnya dari rumah ini atau mencari kos-kosan lain untuknya? Tanya Melisa dia mulai mencuci wajah dan kakinya sebelum istrahat dia sudah biasa melakukan itu.
πππbersambung πππ
__ADS_1