Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 57 ~ Jangan ikut campur ~


__ADS_3

Lama sekali Juna berdiri di depan pintu ruangan direktur,ada rasa takut dan juga segan bertemu pria Arongan dan sombong itu.Dari dulu Juna selalu menghindar untuk bertemu dengan Aska jika ada kebetulan pertemuan keluarga besar atau ada acara pesta yang melibatkan semua keluarga besar termasuk dirinya.


Juna selalu merasa iri karena kekalahannya dengan Aksa,karena dalam semua hal dia selalu kalah dengan Aska baik dari penampilan dan juga kepintaran mereka.


Aska akan selalu di puji semua orang bahkan di sanjung semua orang sangat berbeda dengannya dirinya yang bahkan tidak pernah di anggap oleh semau saudara karena orang tuanya termasuk golongan orang susah bahkan Juna bisa menyelesaikan kuliahnya itu karena bantuan keluarga Aska yang papanya seorang pejabat ternama di kota ini dan begitu juga ibunya yang bekerja di kementrian.


"Apa yang anda lakukan disini,bukan kah anda ingin bertemu dengan tuan Aksa?" Tiba-tiba saja Alex sudah berdiri di belakangnya dan menatapnya dengan tatapan sinis membuat Juna salah tingkah.


"A..Iya saya ingin bertemu dengan Aksa,apa dia ada di ruangannya?"


"Panggi dia tuan,sejak kapan anda bisa memanggilnya dengan sebutan nama?"


"Aku bukan orang yang bekerja dengannya jadi aku bisa menyebutnya dengan panggilan nama."Ucap Juna lalu mendorong pintu dan masuk ke dalam ruangan Aska.


Aska cukup kaget saat ada orang yang sembarangan masuk ke ruangannya,peraturan di perusahan itu jika memasuki ruangan itu harus dengan sopan.


"Bajingan kamu pikir ruangan ini pasar hingga kamu bisa keluar masuk sesuka hatimu?" Bentak Aksa dengan tatapan sinis.


"Apa yang kamu lakukan disini,dari pada kamu menghabiskan waktu untuk menemui mu,lebih baik kamu menemui Melisa yang sedang mengandung anak kamu,jangan menjadi pria pecundang berani berbuat berarti berani tanggung jawab." Aska menghentikan pekerjaannya lalu keluar dari tempat duduknya yang santai mewah.


"Aku harap kamu tidak perlu ikut campur dengan masalah pribadiku tuan Aska yang terhormat,aku tidak suka jika ada orang yang ikut campur dengan masalahku."


"Aku tidak ikut campur,aku juga tidak sudi ikut campur masalah orang seperti kamu,karena ini bukan yang pertama kamu lakukan,dan aku pastikan kali ini kamu harus menikahinya atau kamu saya laporkan ke pihak yang berwajib!!"

__ADS_1


Tiba-tiba Juna ketakutan,dia takut bukan karena berurusan dengan polisi tapi,dia takut dia menjadi viral dan akan berpengaruh dengan masa depannya apalagi Stella bukan tipe wanita yang gampang dia dapatkan.


"Aku akan menyelesaikan sendiri masalahku,dan jangan pernah ikut campur,dan aku merasa aneh sejak kapan pria angkuh seperti mu peduli dengan orang rendahan seperti mereka atau jangan-jangan gosip yang beredar itu benar adanya kalau kamu memiliki hubungan dengan wanita si buruk rupa itu."


"Bug.....Sekali lagi kamu menghina Dita aku akan patahkan semua gigimu dan hancurkan wajah mu ini,kamu tidak lebih baik dari Dita gadis yang sederhana dan baik." Aksa melayangkan pukulan ke wajah Juna hingga sudut bibir Juna mengeluarkan darah.


Aska kembali ke tempat duduknya lalu menghubungi keamanan,Juna yang belom sempat keluar dari sana langsung di sergap oleh tiga security lalu di seret dari ruangannya,mereka ketakutan saat melihat kemarahan di wajah Aska.


"Jangan biarkan bajingan itu kembali masuk ke ruangan ku,jangan sekali-kali atau kalian aku pecat."


"Baik tuan." Jawab para security lalu mendorong Aksa keluar dari ruangan itu.


"Hahaha dia sangat marah saat aku memaki gadis jelek itu,percuma kaya dan tampan kalau seleranya serendah itu bahkan lebih rendah dari sampah." Ucap Juna setelah itu dia keluar dari perusahan Aksa.


"Dia memang pria tidak berguna,aku akan menghancurkan hidupmu,lihat saja aku akan buat Stella meninggalkan kamu." Ucap Aska dengan senyum jahatnya.


Aska mengambil telepon lalu menghubungi Alex,dan menyuruhnya datang ke ruangannya.


"Ada apa tuan memanggilku?"


"Batalkan kerja sama kita dengan Stella aku ingin melihat sampai dimana Juna sanggup sombong dengan ke tampannya dan aku akan memasukkan pria itu ke daftar hitam." Ucapnya dengan senyum jahatnya.


Setelah mendengar perintah dari Aska,Alex keluar dari ruangan itu dan berdiri di depan pintu setelah itu dia menghela napas berat.

__ADS_1


"Pasti ini semua ada hubungannya dengan gadis jelek itu,aku tidak menyangka kalau tuan Aska bisa sebegitu bucin nya terhadap wanita itu bahkan sampai melakukan semuanya yang bisa merugikan perusahaanya." Ucap Alex,lalu dia beranjak dari tempat itu.


Sementara itu Dita dan Melisa sedang jalan-jalan sore,hari ini Dita yang tidak bekerja satu harian mengajak Melisa keluar cari udara segar karena seharian di rumah membuatnya pusing.


"Melisa apa belum ada kabar dari Juna sampai hari ini?" Tanya Dita saat mereka berjalan sambil menelusuri jalanan.


"Belum Dita,biarkan lah,aku sudah tidak peduli lagi dengan pria itu,aku akan membesarkan bayi ini sendirian,cuma aku bingung apa aku mampu nanti membesarkan dia apalagi aku hannya punya pegangan yang tidak banyak."Ucap Melisa sambil menghela napas panjang.


Dita juga tidak tau harus bicara apa,berat memang menjalaninya,tidak mungkin dia berjanji melakukan sesuatu yang mungkin dia tidak mampu sementara saat ini dia bisa menerima Melisa tinggal serumah itu karena dia belom menikah dan rumah itu pemberian Aksa.


Dari kehidupan Melisa Dita banyak belajar untuk tidak terlalu percaya omongan sampah pria dan itu juga yang membuat dirinya sering menolak ajakan Aska dan selalu menghindar kepada Aksa agar terhindar dari hal-hal yang tidak di inginkan.


"Dita apa kabar hubungan mu dengan Aska,apa dia baik kepada mu?" Tanya Melisa,dia takut nasib temannya itu sama dengan dirinya.


"Baik sih Melisa bahkan malah dia semakin baik,tapi jujur saja melihat mu menderita seperti ini aku takut suatu saat meninggalkan aku padahal aku sangat mencintainya."Ucap Dita tiba-tiba wajahnya berubah sedih.


"Sudahlah kalau jodoh kalian pasti akan bersama selamanya,intinya jangan meniru sikap ku yang bodoh." Ucapnya lalu menarik tangan Dita menuju penjual bakso seribuan.


"Dari pada mikirin hal-hal yang membuat pusing Lebih baik kita makan bakso tusuk ini,aku sangat menginginkannya."Ucap Melisa menarik tangan Dita.


Pada saat itu,Juna kebetulan lewat dari taman yang sudah mulia rame,dia beberapa kali mengumpat kepada Aksa yang ikut campur dengan urusannya.


"Kemana aku mencari wanita bodoh itu." Ucapnya dalam hati.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2