Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 59 ~ Di aniaya ~


__ADS_3

Aska menghubungi nomor Dita segera,sebenarnya dia masih kelelahan tapi karena Dita bukan orang yang suka menghubunginya kalau tidak ada hal yang benar-benar mendesak.


Aska sangat kaget saat nomor Dita tidak bisa di hubungi nya lagi,dia segera membuka pesan dari aplikasi hijau,Aska sangat kaget saat membaca pesan itu.


"Kurang ajar berani sekali dia cari masalah dengan ku, sedikit saja kamu berani menyentuhnya aku akan membantumu menyesal seumur hidup." Ucap Aska dengan tangan yang gemetaran menahan amarah.


Aska menghubungi nomor Juna tapi dia selalu menolaknya hingga dengan terpaksa dia menghubungi stella kekasihnya.


Aska segera keluar dari ruangannya lalu memanggil Alex dan mereka pergi ke tempat yang sudah di janjikan Aska kepada Stella untuk bertemu.


"Kita menemui Stella di restoran biasa!!"


"Ada urusan apa tuan,kebetulan pekerjaan ku masih banyak,dan hari berhubung tidak ada jadwal lain aku ingin menyelesaikan semua pekerjaan ku."


" Ikuti aku ini lebih penting dari sekedar laporan mu itu." Ucap Aska.Mereka lansung pergi meninggalkan perusahaan menuju restoran tempat Stella menunggu mereka.


"Selamat siang tuan Aska ada hal apa yang membuat Anda memanggil ku kesini?" Tanya Stella,wajah Aska berubah saat tidak melihat keberadaan Juna disana.


"Dimana asisten mu,aku ingin tau dimana dia?"


"Ada apa dengan Juna tuan,dia cuti untuk tiga hari ini katanya dia ada urusan." Jawab Stella dia sedikit takut melihat wajah Aska yang tegang seperti ada masalah yang besar.


"Apa kamu tau dimana rumahnya? beritahu kepadaku."


"Memangnya ada apa tuan,kok sepertinya serius banget."


"Ayolah nanti juga kamu akan tau sendiri." Ucap Aska.Stella membawa mereka ke rumah Juna,untungnya dia pernah ke rumah kontrakan Juan hingga dia tidak kesulitan untuk mengabulkan permintaan Aska Pratama.

__ADS_1


Sementara itu,Dita dan Melisa sudah kelaparan karena tidak makan dari tadi pagi hingga sekarang sudah sore.


"Mel aku sangat kelaparan kemana pria bajingan itu dia sudah memecahkan ponselku,aku akan memotong kelaminnya kalau dia kembali kemari." Ucap Dita sambil memegangi perutnya yang sudah kelaparan.


Melisa juga terlihat pucat,mungkin dia sudah lapar sekaligus beban pikiran banyak,mungkin dia sangat terpukul memikirkan pria seperti Juna yang sudah menghamilinya tapi tidak menikahinya.


Pada saat itu terdengar suara pintu di buka,Dita mendekati Melisa dan memeluknya,dia takut pria bajingan itu akan melakukan sesuatu yang buruk kepada Melisa.


Juna berdiri di depan pintu sambil memegangi plastik kresek,dia menatap keduanya dengan sinis dan angkuh.


"Apa yang kalian lakukan,kalian berdua sedang berusaha melindungi janin kurang ajar itu,tidak...Dia tidak bisa lahir ke dunia ini karena pada akhirnya nanti itu akan menyusahkan aku,seorang aku sudah membawa obat untuk menghancurkan bayi itu."


"Tidak Juna jangan lakukan itu,aku tidak akan menuntut apa pun darimu,aku mohon jangan gugurkan ini." Ucap Melisa dengan wajah memohon.


"Hahaha itu cuma omongan orang yang sedang terdesak,aku tidak mau menanggung resiko apalagi sebentar lagi aku akan menikah aku tidak mau gara-gara kamu semua rencana ku hancur." Ucap Juna dengan tawa yang cukup menjijikan bagi Dita.


"Minum ini,sekarang aku mau kalian cepat pergi dari tempat ini." Dita menampar tangan Juna hingga semua obatnya terbuang kelantai.Saat itu Juna lansung marah dia menatap sinis kepada Dita lalu


"Bug....Plak....Dasar ****** kamu berani sekali kamu membuang obat yang sudah ku beli dengan mahal,kamu pikir kamu siapa hah....Kamu pikir Aska akan datang menolong mu?" Juna menendang Dita dengan kasar,lalu memukul wajahnya hingga bibirnya pecah dan mengeluarkan darah.


Juna mencengkram kerah baju yang dikenakan oleh Dita lalu menariknya untuk berdiri yang sebelumnya dia tersungkur di lantai.


"Kenapa,kamu ingin juga di hamil seperti wanita murahan itu,baiklah sekarang kamu layani aku,kamu harus pintar memuaskan aku sama kayak ****** yang satu itu."


"Krekk...Juna merobek pakainya Dita hingga terlihat dadanya yang membusung,Dita berusaha melawan tapi Juna cukup kuat untuk melawannya.


Melisa bangkit dari tempatnya lalu dia menendang tubuh Juna yang menindih tubuh Dita yang sudah tidak berdaya lagi.

__ADS_1


Tidak ingin di ganggu Juna memukul Melisa lalu menyeretnya ke kamar mandi yang ada di ruangan itu.


"Kamu dan dia harus bisa hamil sama-sama, dia juga menginginkannya,jadi jangan menganggu kami." Ucap Juna lalu membuka ikat pinggangnya dan membuangnya ke lantai.


"Dasar bajingan kamu Juna,terkutuk lah kamu,kamu akan menyesal karena sudah berani melakukan ini kepada Dita." Melisa memekik hingga suaranya terdengar keras.


Dita yang sudah tidak berdaya,berusaha keras untuk bangkit, dia ingin pergi dari rumah itu untuk menyelematkan diri.Belum sempat mencapai pintu Juna sudah menarinya kembali hingga sisa baju yang tersisa di tubuhnya habis hannya meninggalkan Bra yang dia kenakan.


"Tubuh mu sangat menggairahkan sayang,sini mau kemana kamu,ayo layani aku,kamu jangan hannya melayani Aska saja toh dia juga tidak akan menikahi mu." Ucap Juna dia menarik tangan Dita dengan kasar hingga kepalanya terbentur ke lantai.Dita merasa kepalanya sangat sakit bahkan tatapan seketika buram hingga dia jatuh dan tak sadarkan diri.


"Baguslah akhirnya kamu pingsan,aku akan menikmati tubuh mu yang seksi ini,hebat juga kekuatan uang gadis buruk rupa berubah jadi cantik hannya karena polesan uang." Ucapnya.


Juna membuka baju yang dia kenakan lalu dia menciumi bibir Dita,puas sampai disana dia menuruni dada Dita dia meninggalkan banyak bekas di sekitar dada Dita.


"Terdengar *******,dari mulut Juna,dia begitu bergairah memerkosa Dita,bahkan dia mengigit bibir Dita yang sudah terluka akibat pukulannya tadi.


Saat dia kembali menciumi dada Dita dan meninggalkan bekas ciumannya tiba-tiba seseorang menendang pintu rumahnya.


"Brakk...." Pintu rumahnya langsung terbuka,Aska yang melihat perbuatannya itu langsung mengambil sapu yang kebetulan ada di dekatnya dan memukul keras ke tubuh Juna.


"Kamu benar-benar binatang."


Aska sangat kaget melihat Dita yang tergelatak pingsan,dengan bekas ciuman si seluruh dadanya,Juna yang sudah panik lansung memakai bajunya,pada saat Juna hendak kabur Alex lansung menendangnya hingga dia tersungkur ke lantai.


"Alex...Telepon polisi aku akan membawa Dita ke rumah sakit,sepertinya Melisa sedang di kamar mandi bantu dia keluar." Aska menutup tubuh Dita dengan jasnya lalu dia mengangkat Dita dan membawanya masuk ke dalam mobil.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2