
Aska membuka sedikit jendela mobilnya menikmati angin malam,dia berusaha mendinginkan tubuhnya yang kepanasan menahan hasratnya yang sedang menggelora.Bayangan jeritan Dita pada malam itu kembali mengotori pikirannya hingga membuatnya semakin keringat dingin.
Aska menghentikan mobilnya di pinggir jalan mencoba menenangkan hatinya,untuk menenangkan otaknya dia ingin memanggil wanita malam untuk menemaninya malam ini tapi membayangkan wanita malam tiba-tiba dia tidak selera sama sekali.
"Racun apa yang diberikan wanita itu kepadaku hingga aku begitu mabuk kepadanya."Ucapnya dalam hati dia masih menyadarkan kepalanya dan menutup mata mencoba menenangkan hati dan adik kecilnya yang selalu memberontak minta keluar.
Pada saat dia matanya masih terpejam tiba-tiba dia dikagetkan suara seorang wanita yang melawan saat tiga orang pria mabuk menganggunya di jalanan yang lumayan sepi.
"Jangan ganggu aku,rumahku sudah dekat,aku akan melaporkan kalian sama abang ku kalau kalian mengganggu ku." Ucap Dita mengancam pria mabuk itu.
Ketiga pria itu tidak peduli ancaman Dita mereka tetap menarik tangan Dita ingin membawanya ke semak-semak sebrang jalan memang tempat itu sudah sepi mungkin karena sudah lumayan larut malam.
"Dia...." Pada saat Aska melihat wajah Dita,dia langsung bergegas keluar dari dalam mobilnya lalu menghampiri Dita yang sedang di ganggu tiga preman gang.
"Lepaskan wanita itu atau aku menghubungi polisi untuk mengamankan kalian?" Ketiganya lansung menoleh ke belakang dan melihat Aska yang sudah berdiri di hadapan mereka.Ketiga pria itu langsung lari ketakutan begitu juga dengan Dita saat melihat Aska di hadapannya dia lansung ketakutan dia ingin lari tapi Aska langsung menariknya dan membawanya ke dalam mobilnya.
"Lepaskan aku,...Apa lagi yang akan kamu lakukan,kenapa aku selalu bertemu pria bangsat ini,lepaskan aku." Dita menjerit keras tapi Aska tidak peduli dia langsung memeluk Dita sangat erat di dalam mobilnya dan mencium bibir Dita dengan paksa.
Dita berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan pria yang selalu melecehkannya tapi apalah dayanya dia tenaganya tidak mampu melawan tenaga pria yang bahkan namanya saja dia tidak tau.
Dita akhirnya kelelahan melawan Aksa pada akhirnya dia hannya bisa pasrah membiarkan Aksa mengerayangi seluruh tubuhnya sampai puas bahkan dia sangat kaget saat Aksa memaksanya untuk menyentuh barang yang seumur hidupnya belum pernah dia lihat apalagi dia pegang.
"Pegang sayang,jangan lepaskan." Ucap Aksa di telinga Dita tapi dengan kasar Dita menolaknya.Aksa terlihat emosi,akhirnya dia membawa Dita kembali ke apertemenya dan memerkosanya untuk yang kedua kali di tempat yang sama.
__ADS_1
Dita sudah tidak bisa menolak lagi dia hannya pasrah saat Aksa melakukan semua keinginannya dan memuaskan hasratnya malam itu bersama Dita.
Setelah tengah malam Aksa mengakhiri permainannya,dia turun dari atas ranjang mewahnya meninggalkan Dita yang sudah terkulai lemas.
"Ngapain kamu keluar malam dengan pakaian seperti itu,apa kamu ingin memamerkan tubuhmu kepada setiap pria lain,atau kamu ingin pria lain memerkosa mu juga,coba kamu bayangkan apa yang terjadi jika aku tidak datang tepat waktu?" Tiba-tiba Aksa keluar dari kamar mandi dan memarahi Dita.
Dita menutup telinganya,dia sangat muak melihat Aksa,Pria itu melakukan pemerkosaan kepadanya sudah dua kali,dia sangat membenci Aksa.
"Sekali lagi aku tau kamu berpakaian seksi seperti itu aku akan membakar semua pakaian mu." Ucap Aska.Dita sedikit bingung dengan ucapan pria bajingan yang sudah memerkosanya selama dua kali.
"Apa urusan mu,memangnya apa bedanya kamu sama mereka,kalian sama-sama bajingan." Ucap Dita dengan tegas dia melemparkan pakaian Aska yang ada di sampingnya.
Aska lansung diam saat melihat kemarahan Dita,dia tau Dita ingin ke kamar mandi tapi mungkin dia merasa segan karena tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun.
"Sial tidak ada makanan apa pun disini." Ucapnya dia menarik kursi lalu duduk dan membuka aplikasi untuk melihat toko makanan yang masih buka jam dua dini hari.
Aska semakin emosi saat melihat semuanya sudah tutup dia kembali kedalam kamar tapi dia tidak melihat Dita didalam kamar.
"Kamu ngapain di kamar mandi keluar kamu bisa masuk angin kalau kamu lama-lama disana."Aska mengetuk pintu yang terkunci dari dalam.
"Pergi.....Jangan ganggu aku brengsek...Aku mau mati apa urusan mu." Dita berteriak dari dalam kamar mandi membuat Aska kaget.
"Dia selalu saja marah kalau aku berbicara kepadanya,padahal di luar sana banyak wanita yang mau denganku bahkan tampa di bayar pun mereka mau menyerahkan tubuhnya." Ucap Aska dengan sombongnya.
__ADS_1
Setengah jam kemudian Dita keluar dari kamar mandi rambutnya basah begitu juga dengan baju yang dia pakai mungkin dia tidak mengeringkan tubuhnya sebelum mengenakan pakaiannya.
Aska mengambil handuk bersih dari lemarinya lalu menyerahkan kepada Dita yang sudah mengambil selimut dari atas ranjang.
"Keringkan rambutmu sebelum kamu tidur,tidak baik seorang wanita tidur dengan rambut basah." Ucap Aska.Dita mengabaiakan kata-kata Aska hingga membuat emosinya tersulut.
Aska lansung menghampiri Dita yang sudah tidur di atas sopa,dia menarik selimut yang menutup tubuh Dita lalu melemparnya ke lantai setelah itu dia membopong tubuh Dita dan membawanya ke atas ranjang.
"Jangan coba-coba melawanku,belom ada satu pun wanita yang berani meremehkan kata-kataku."Ucap Aska dengan nada tegas membuat nyali Dita langsung menciut.
Aska meninggalkan Dita di atas ranjang lalu mengambil pengering rambut dari lemarinya setelah itu membantu Dita mengeringkan rambutnya hingga benar-benar kering.
"Sekarang kamu tidur,jangan coba-coba membuatku marah bagaimana bisa kamu selalu marah kepadaku,di luar sana banyak wanita yang mengantri untuk mendapatkan cintaku." Sungut Aska membuat Dita semakin tidak menyukainya.
Dita menutup tubuhnya dengan selimut laku mencoba memejamkan matanya,sekarang dia tidak tau bagaimana melanjutkan hidupnya lagi sementara harta yang seharunya menjadi milik suaminya sekarang sudah hilang bahkan bodohnya dirinya dia sama sekali tidak berani melaporkan perbuatan Aska.
Keesokan paginya Aska membangunkan Dita yang masih tidur dengan mimpi indahnya,dia terkejut saat membuka matanya Aska sudah memandangi wajahnya dia lansung mundur ke belakang karena kaget hingga dia jatuh dari atas ranjang.
"Dasar bajingan apa dia sedang mencoba cari perhatian kepada ku." Ucapnya dalam hati dia beranjak dari tempatnya rencananya dia ingin kembali ke kontrakan miliknya.
"Kamu tidak boleh pulang,hari ini aku akan membawamu membeli beberapa pakaian dan juga scancare.Aku ingin kamu menjaga kecantikan mu sebagai seorang wanita." Dita kaget mendengar kata-kata Aska.
πππbersambungπππ
__ADS_1