
Aksa membawa masuk mobilnya ke bagasi lalu masuk kedalam rumahnya.Malam sudah lumayan larut dan lampu rumah sudah mati semua,suasana hening membuatnya semakin tidak bersemangat.
Aksa menghidupkan lampu,lalu membuka sepatu dan melemparkannya ke sembarang tempat karena semua itu sudah ada yang membereskan besok pagi.
"Bibi...Buatkan aku kopi." Aksa memekik karena tidak ada satu pun pelayan yang keluar saat dia masuk kamar.
Narti langsung bergegas keluar dari kamarnya, lalu berlari menuju dapur dia tidak ingin bosnya yang cerewet akan semakin emosi jika tidak ada satu pun yang keluar.
"Tuan ini kopi permintaan tuan." Ucap Narti lalu pamit kembali untuk istrahat.Aksa meneguk kopinya lalu menyulut sebatang rokok sambil duduk di atas sopa memandangi rumah mewah miliknya.
Hidupnya memang bergelimang harta, dia bisa membayar wanita mana pun untuk menemaninya tidur tapi semua itu tidak bisa membuang kekosongan dalam hatinya.
Pada saat dia sedang termenung tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponsel pribadinya.Dia mengambil ponsel dari dalam kantongnya lalu membuka pesan karena dia penasaran siapa yang mengirim pesan kepadanya.
π¬"Sayang kamu dimana aku kangen?" Aksa mengerutkan keningnya dia bingung dengan pesan itu padahal jarang sekali orang tau nomor pribadinya itu.
π¬ "Siapa ini ?"
π¬"Aurora,kamu selalu saja melupakan aku."
π¬ " Datang lah kerumah jika kamu rindu.Jalan kenanga nomor sepuluh."
Aksa langsung mengirim balasan terakhir,karena pikirannya yang sangat suntuk dengan terpaksa dia memberitahu alamatnya kepada Aurora padahal dia tidak pernah memberitahu alamatnya kepada wanita yang di anggapnya hannya mainan.
Tidak lama kemudian dia mendengar suara mobil masuk kedalam halaman rumahnya karena kebetulan ruang tamu dan halaman sengaja berdekatan.
Pintu yang belum dikunci Ucok langsung terbuka saat Aurora mendorong dari luar,Aurora tampak berlari menghampiri Aksa yang masih duduk di atas sopa.Sebenarnya dia tidak ada nafsu untuk melakukan apa pun malam ini,dia menyuruh Aurora datang karena dia merasa bosan malam ini.
Mata Aurora menelusuri seluruh ruangan, dia cukup kaget melihat kemewahan rumah Aksa di tambah semua perabotan rumah yang sangat mewah.Bangunan rumah Aksa yang bernuansa gaya Eropa menambah kemewahan rumah itu.
__ADS_1
"Aku tidak salah jatuh cinta kepada Aksa sangat sulit mendapat pria lajang sekaya dia." Ucapnya dalam hati.
Aurora mencoba untuk menggoda Aksa dengan menyandarkan kepalanya di pundak Aksa tapi Aksa langsung menolaknya.
"Aku lagi badmood,Jangan menganggu ku,lebih baik kamu pulang saja atau kalau kamu mau itu kamar tamu,kamu bisa tidur di sana." Ucap Aksa lalu dia segera beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Aurora.
"Terus untuk apa kamu menyuruhku kesini kalau kamu tidak ingin aku menemani mu malam ini?" Tanya Aurora sebelum Aksa jauh meninggalkan dia.
"Aku tidak menyuruhmu,kamu yang bilang sendiri kamu merindukan aku ya sudah aku suruh kamu datang." Ucapnya.Aksa segera meninggalkan Aurora dan masuk kedalam kamar lalu menutup pintu kamarnya dan mulai merebahkan tubuhnya.
Aurora jangan marah dipermainkan oleh Aksa padahal malam ini dia ada bokingan dengan pria kaya raya walaupun sudah tua dia sengaja menolaknya karena Aksa menyuruhnya datang.
"Sial...Buang-buang waktu saja,untung kamu pria hebat kalau tidak aku sudah memaki mu sampai mampus."Ucapnya dengan kesal.
"Not bad!!juga di rumah mewah ini,setidaknya biar aku tau sedikit tentang rumah ini,setidaknya supaya semua penghuni rumah mewah ini tau siapa calon nyonya dari mereka." Ucapnya dengan senyum jahat lalu masuk kedalam kamar dan mulai istrahat.
Keesokan harinya saat Aurora bangun,dia sedikit kaget karena dia tidak ingat dia tidur dimana untungnya dia segera sadar lalu keluar dari dalam kamar.
"Selamat pagi nyonya? Ada yang bisa kami bantu apa nyonya membutuhkan sesuatu?" Tanya seorang pelayan.Dia menghentikan pekerjaannya saat melihat Aurora keluar dari kamarnya.
Mereka menduga Aurora calon nyonya di rumah itu karena selama ini Aksa tidak pernah sekali pun membawa wanita ke rumah itu.Aurora sangat besar kepala saat di panggil Nyonya dia merasa dirinya sudah seperti nyonya besar pemilik rumah itu.
"Hmm...Aku tidak butuh apa pun.Tuan Aksa ada dimana apa dia sudah bangun?"
"Dia sudah berangkat dari tadi pagi nyonya." Jawab Narti yang baru saja keluar dari lantai atas membereskan kamar Aksa tuan mereka karena itu adalah bagiannya.Aurora sedikit malu mendengar jawaban pelayan sebagai seorang pacar Aksa sama sekali tidak menghargainya.
"Baiklah,silahkan lanjutkan pekerjaan mu." Ucapnya.Pelayan kembali mengambil perlengkapan kerjanya dan dan meninggalkan Aurora yang sedang memperhatikan ponselnya sepertinya dia sedang live.
"Pelayan...Sini sebentar." Pelayan berlari kecil menghampirinya dia kembali meletakkan peralatan kebersihannya.
__ADS_1
"Ada apa nyonya?"
"Aksa sering membawa wanita lain ke rumah ini?"
"Tidak pernah sama sekali nyonya,makanya kami sangat menghargai nyonya,mungkin nyonya orang spesial di hati tuan Aksa hingga berani membawa nyonya kemari." Jawab Pelayan dengan tampa ekspresi.
"Hmm...Kembali bekerja."
"Apa iya aku spesial di hati Aksa aku tidak menyangka tidak mungkin pelayan itu berbohong."Ucapnya dalam hati.Jujur saja dia merasa sangat terhormat saat di percayakan Aksa untuk datang ke rumahnya.
****
Sementara itu Aksa pergi ke perusahannya pagi ini asistennya sudah menunggunya karena mereka harus bertemu dengan klien penting dari Eropa.
Aksa berharap tender hari ini bisa kembali di menangkannya,karena jika dia mendapat tender itu rencana dia ingin membangun sebuah sebuah apertemen di pusat kota.
"Bagaimana persiapan semua berkas,apakah semuanya sudah beres? "
"Sudah tuan,silahkan periksa kembali."
"Aku akan memeriksanya sekalian di mobil sekarang kita berangkat lebih lebih baik kita yang menunggu." Ucap Aksa .Dia meminta berkas dari tangan Alex dan mulai memeriksa dengan sangat hati-hati dia tidak ingin klien barunya kecewa hannya karena masalah kecil.
Mereka sampai di sebuah restoran mewah,lalu duduk dan menunggu klien mereka.Sebenarnya hari ini ada tiga perusahan besar yang akan memperebutkan proyek itu untuk mendapatkan ini Aksa sudah sangat bekerja keras dia sangat berharap bisa memenangkan.
Sepuluh menit duduk di ruangan VVIP,dua perusahan saingannya sudah datang.Walaupun saling menyapa terlihat jelas wajah mereka saling tidak menyukai.
Setelah klien yang mereka tunggu datang mereka bertiga saling mempresentasikan perusahaan masing-masing Aksa sangat percaya diri dalam berbicara hingga membuat lawan bicaranya tertarik dengannya.
Beberapa jam kemudian klien itu memilih Aksa karena menurutnya Aksa lebih memiliki wawasan luas dalam mengembangkan usaha.
__ADS_1
"Terima kasih tuan Aksa semoga kerja sama ini menghasilkan untung yang besar untuk kedua belah pihak." Ucap asisten pria itu lalu mereka keluar dari ruangan VVIP meningagakan Aksa dan dua orang perusahan lainnya yang sudah gagal.
πππbersambung πππ