Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 7 ~ Sudah biasa ~


__ADS_3

Melisa sangat marah kepada semua orang yang menghina pisik Dita,kali ini dia tidak bisa menahan emosinya apalagi dengan Juna chef yang begitu sombong menurutnya.


"Sudahlah Mel,benar apa yang mereka katakan aku hannya wanita jelek dan buruk rupa,aku tidak marah abaikan saja mereka." Ucap Dita.Dia sudah mulai kebal dengan semua hinaan orang kepadanya dia cukup lelah jika harus peduli dengan kata-kata seperti itu.


"Aku doakan kamu mendapat anak atau jodoh wanita yang benar-benar buruk rupa."Ucap Melisa lalu meninggalkan chef Juna dengan beberapa orang yang ada di sana.


Juna langsung diam mendengar sumpah serapah yang di lontarkan Melisa dia merasa heran setiap kali dia cari masalah kepada Dita Melisa selalu hadir disana.


"Hmm...Apa hubungan kedua wanita itu,apa mereka saudara?" Tanya Juna penuh heran kepada beberapa orang yang masih ada di sana.


"Tidak ada chef, mereka hannya sebatas sahabat tapi Melisa memang sangat setia kepada wanita itu bahkan dia menolak menjadi pelayan di depan karena dia tidak ingin pisah dari wanita itu.Menurut ceritanya mereka sudah bersama sejak mereka di bangku SMP."Ucap seseorang yang ada di sana.


Juna hannya mengangguk,tiba-tiba timbul rasa kagum di hatinya melihat kesetiaan Melisa kepada Dita gadis yang selalu di bully di restoran ini.


Setelah jam kerja berakhir Melisa dan Dita kembali pulang kerja,mereka berjalan seperti biasa untuk menghemat uang dan juga untuk mengurangi berat badan Dita yang semakin gemuk mungkin karena dia terlalu banyak makan kalau malam hari.


Pada saat itu tiba-tiba Melisa melihat Arga melewati mereka dengan sepeda motornya dan mereka masuk ke tempat nongkrong anak-anak pabrik.


Melisa menarik tangan Dita,lalu menemui Arga yang sedang duduk di pinggir jalan dan pada saat itu tempat nongkrong itu sangat ramai.


"Kita mau kemana Melisa?"

__ADS_1


"Aku untuk memberi pelajaran kepada seseorang,biar dia tau walaupun kita orang desa jadi orang-orang tidak sembarang menghina kita." Ucap Melisa hingga mereka sampai di tempat yang sudah semakin ramai.


"Arga..." Arga dan wanita itu langsung menoleh ke arah suara yang memanggilnya.Untuk sesaat wajah Arga memang langsung berubah apalagi saat melihat Dita yang sudah berdiri di hadapan nya.


"Plak....Dasar lelaki bajingan kamu!! bisa-bisanya kamu menjebak Dita,apa tujuanmu,kamu memang sampah ya.." Bentak Melisa beberapa orang mulai melihat ke arah mereka tapi Melisa tidak takut sama sekali berbeda dengan Dita yang sudah ketakutan.


"Apa-apaan ini,kamu bisa aku tuntut ya sembarang memukul orang!!! kamu siapa?" Arga pura-pura tidak kenal dengan mereka apalagi wanita cantik di depannya yang sudah mulai menatapnya.


"Tuntut saja,ingat ya...Kamu juga terlahir ke dunia ini dari rahim seorang wanita,jika kamu menyakiti seorang wanita suatu saat adik atau kaka perempuan mu akan di sakiti orang lain." Ucap Melisa panjang lebar dia sudah sangat marah apalagi melihat wajah Arga yang sangat menyebalkan.


"Apa maksudnya ini Arga? tanya wanita yang ada di hadapannya itu.


"Aku tidak tau sayang,mungkin mereka salah orang."


"Hahahah dasar wanita tolol...Maksud kamu aku ingin merusak wanita jelek ini...Hei aku sudah punya pacar dan pacarku sangat cantik untuk apa aku merusak wanita seperti dia aku saja tidak kenal dengan kalian." Ucap Arga tetap membantah tuduhan Melisa dia takut pacarnya marah makanya dia berusaha keras untuk membantah semuanya.


Orang-orang menatap sinis kepada Melisa mereka mengira kalau Melisa ingin memanfaatkan wanita ini itu.


"Ingat Arga kamu bisa membantah dengan keras di tempat ini tapi Tuhan melihat semua apa yang kamu perbuat dengan Dita dan apa tujuan mu hannya kamu sendiri yang tau semuanya." Ucap Melisa lalu menarik tangan Dita dan mereka meninggalkan tempat itu.


Mereka berjalan bergegas orang-orang menatap aneh dengan mereka,tidak ingin menjadi pusat perhatian mereka langsung pergi secepatnya.

__ADS_1


"Melisa kenapa kamu harus membawaku kesana aku sudah bilang aku tidak papa kamu terlalu berani." Ujar Dita.


"Biarkan saja,kita harus memberi pelajaran kepada orang-orang yang tidak tau batasannya." jawab Melisa.Pada saat mereka hampir sampai di gang menuju rumah mereka tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di hadapan mereka.Melisa dan Dita saling menatap mereka tidak tau siapa pemilik mobil itu karena belum keluar dari dalam mobilnya.


"Chef Juna..." Tiba-tiba Dita menyebut nama pria yang selalu menghinanya saat dia keluar dari dalam mobilnya.Juna keluar dari dalam mobil dengan penampilan yang sangat tampan.Sesaat Melisa sangat terpana dengan penampilan Juna tapi seketika dia ingat dengan sikap Juna yang sangat sombong.


Melisa dan Dita lalu mengabaikan Juna yang sudah berdiri di depan mereka,keduanya ingin segera meninggalkan Juna tapi Juna mencegat mereka.


"Melisa aku minta maaf atas sikap ku yang sombong ya,begitu juga kamu Dita aku minta maaf tidak seharusnya aku menghina sesama makhluk ciptaan Tuhan." Ucap Juna menyesali sikapnya yang keterlaluan beberapa hari ini.


"Hahaha...Ternyata si iblis bisa juga menyesal,aku sudah terlanjur tidak menyukai sikap mu."


"Melisa tidak boleh seperti itu jika kamu tidak memaafkannya apa beda mu dengan orang-orang jahat di luar sana." Ucap Dita.Juna semakin menyesal karena Dita juga memiliki hati yang sangat lembut..


"Baiklah sebagai permintaan maaf ku ,aku akan mentraktir kalian berdua." Ucap Juna.Dita dan Melisa saling menatap heran melihat perubahan hati Juna yang sangat tiba-tiba.


"Ada apa dengan mu,apa kamu merencanakan sesuatu yang buruk hingga tiba-tiba kamu ingin mentraktir kami,maaf ya kami bukan orang bodoh yang dengan mudah percaya kata-kata buaya seperti mu." Ucap Melisa.Lalu menarik tangan Dita dan masuk ke gang rumah kontarakan mereka.


Juna menatap keduanya sampai mereka menghilang masuk kedalam gang,dia menarik napas panjang.


"Wanita yang sangat menarik,dia memang wanita yang baik aku menyesal sudah memaki Dita beberapa hari yang lalu dan tadi pagi,sepertinya hati Melisa masih saja sakit hati." Ucapnya lalu dia masuk kedalam mobil dan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Sebenarnya Melisa merasa aneh dengan sikap Juna karena sebelumya Juna sudah mengirim pesan kepadanya melalui aplikasi hijau tapi dia mengabaikan semua pesannya dan dia yakin itulah sebabnya Juna langsung datang menemui mereka.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2