Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 60 ~ Pembalasan ~


__ADS_3

Aska keluar dari dalam mobilnya setelah memasukkan Dita kesana,dia menghampiri Alex yang memegangi kedua tangan Juna,dan saat itu Aska berlari lalu menendang Juna hingga terpental di lantai dan berguling.


"Berani sekali kamu melecehkan kekasih ku binatang bahkan kamu ingin membunuh wanita yang sudah kamu hamil,apa pantas kamu disebut manusia?" Aska memijak kepala Juna dan menekannya dengan kuat hingga Juna meringis kesakitan apalagi Alexa juga ikut menginjak kedua tangannya.


"Am_ampuni aku bang,aku tidak akan melakukan ini lagi, tapi tolong jangan ceritakan semua ini kepada Stella,..


"Hahaha ternyata kamu takut juga bajingan,memangnya aku tau alamat mu ini dari mana kalau bukan dari Stella jangan berharap dia mau menikah dengan pria kurang ajar seperti mu,"


Juna berusaha bergerak dan melawan Aksa dan juga Alex,ternyata dia kalah kuat dari dua pria yang ada didepannya.


"Kamu bajingan Aksa,aku sudah bilang berkali-kali jangan ikut campur aku akan menghancurkan hidup mu." Ucap Juna sambil batuk yang panjang.


Aska melupakan Dita yang membutuhkan bantuan,hingga akhirhya Dita sadar dari pingsannya dia memegangi kepalanya yang sangat pusing dan dia cukup kaget melihat baju yang dia kenakan.


"Siapa yang membuatku masuk ke mobil ini,apa bangsat itu sudah memerkosa ku,tidak...." Dita menjerit saat melihat begitu banyak bekas ciuman dia dadanya.


"Aahhh....aaahhhh...Tidak....." Dita terus menjerit hingga Aksa berlari menghampirinya ke dalam mobil lalu menenangkan dirinya.


"Tenang sayang aku disini,jaman menagis aku akan membawa mu ke rumah sakit sayang." Dita terus menangis seketika dia teringat kejadian beberapa bualan yang lalu saat Aksa melecehkan dirinya.


Di banding Aska Juna memang jauh lebih bar-bar bahkan dia memukul Dita beberapa kali dan bibirnya juga pecah.


"Dimana Melisa?"


"Stop menanyakan wanita itu,dia yang membuat mu sampai seperti ini,kalau bukan karena membela dan membantunya kamu tidak akan menjadi korban seperti ini,aku tidak akan mengijinkan kamu untuk bergaul dengan dia lagi." Ucap Aska Dita hannya bisa tersenyum saat perasannya sudah mulai tenang dia teringat dengan temannya.


Sementara itu Melisa yang bersembunyi dibalik mobil menangis mendengar semua kata-kata Aksa,dia tidak menyangka akan mengalami hidup yang begitu menyedihkan hannya karena pergaulan bebas yang di alaminya.

__ADS_1


Tidak ingin menambah beban kepada Dita akhirnya melisa meninggalkan tempat itu dia tidak tau harus pergi kemana karena memang dia tidak punya tujuan sama sekali.


"Maafkan aku pak..Bu aku sudah berdosa melawan semua keinginan kalian dan akhirnya aku mengalami hidup yang begitu menyedihkan mama tolong maafkan anak mu yang hina ini."Ucapnya dalam hati hingga tidak terasa air mata jatuh dari pelupuk matanya.


Melisa kembali ke kontarakan mereka,dia mulai menyusun semua pakaiannya dan meninggalkan tempat itu,dia tidak mau menjadi beban lagi kepada Dita yang sudah membantunya selama ini.


Sementara itu Alex sudah membawa Juna ke kantor polisi disana mungkin dia akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya sementara itu Aksa membawa dita ke rumah untuk melakukan scanning.


Sementara itu Nadia sudah lama mencari keberadaan Dita,dia tidak ingin melepaskan kesempatan memiliki menantu tajir,dia beberapa kali menyuruh suaminya juga untuk mencarinya tapi tidak membuahkan hasil.


"Ini semua gara-gara kamu Nissa,lihat lah sampai hari ini kamu belum menemukan kakak mu,awas saja kalau sampai dia menikah diam-diam ibu akan menghajar mu." Sungut Nadia dengan wajah masam.


"Bu....Ibu...." Suaminya Lukman berlari menghampiri dia dengan napas naik turun,dia berhenti sejenak lalu menarik napasnya.


"Ada apa sih papa,kalau kamu datang hannya untuk memberi tahu kamu gajian ibu tidak peduli gaji mu hannya sedikit." Jawab Nadia acuh tak acuh.


"Iyalah karena sebentar lagi Dita yang akan menjamin masa depan ibu terus kalian berdua bisa apa?" Ucap Nadia dengan tatapan penuh emosi.


"Bapak mau bilang apa tadi kenapa begitu terburu-buru." Tanya Nadia,masih tetap di posisinya duduk santai.


"Aku melihat Dita,dia bersama pria tampan masuk ke rumah sakit Colombia,aku rasa pacarnya itu bukan orang sembarangan dia mengendarai mobil Rubicon."Ucap Lukman dengan napas masih naik turun.


"Benarkah bapak? kalau begitu kita berangkat sekarang,kita harus pergi secepatnya sebelum mereka keluar dari sana." Ucap Nadia.Dia mengganti pakaiannya lalu keluar dari rumah mereka berdua mengabaikan Nissa yang masih duduk santai di depan televisi.


"Sialan....Enak sekali hidup Dita,bahkan dia bisa memasuki rumah sakit elit di kota ini,mimpi apa sih dia hingga dapat pria begitu hebat." Ucapnya dalam hati sambil membanting mangkok cemilan yang sudah dia habiskan.


"Brengsek malah habis." Ucapnya dalam hati lalu dia bergegas keluar dari rumah untuk menghirup udara segar.

__ADS_1


Nadia dan Lukman di cegat security saat mereka hendak masuk ke dalam gedung rumah sakit bagaimana bisa dia masuk kesana sementara mereka hannya naik motor butut dan penampilan mereka tidak memungkinkan untuk masuk ke dalam.


"Ada perlu apa anda kemari kalau tidak ada keperluan silahkan keluar." Ucap security dengan tegas.


"Anakku dirawat di rumah sakit ini,dia masuk tadi siang,suaminya seorang konglomerat jadi wajar istrinya sakit di bawa kesini!!" Security menatap keduanya dari atas kebawah seakan tidak percaya apa yang di katakan oleh Nadia.


"Jangan mentang-mentang penampilan kami kucel kalian pikir kami berbohong ya,tanyakan saja resepsionis pasti ada pasien yang bernama Dita masuk kesini." Ucap Nadia penuh percaya diri.


Untuk memastikan kata-kata Nadia security membawa Lukman dan Nadia memasuki gedung lalu menemui resepsionis yang kebetulan tidak sibuk.


"Maaf Bu,apa ada pasien yang bernama Dita masuk tadi?" Dengan wajah angkuh wanita itu mencari nama yang mereka maksud seketika wajah wanita itu merah.


"Ada pak,tuan Aksa yang membawanya kemari?" Jawab wanita itu,aku akan menghubungi beliau ingin memastikan kedua orang itu." Jawab Wanita itu sambil menelepon seseorang yang mungkin Aska.


"Memangnya siapa Aska itu tuan?" Tanya Nadia penasaran.Tentu saja security itu menatap aneh dengannya.


Bukanya kalian bilang,tuan Aska menantu kalian? aneh jangan-jangan kalian penipu,kalian pikir tuan Aska orang yang sembarangan yang bisa di temui,dia pemilik rumah sakit ini dan sudah pasti dia bukan orang sembarangan." Ucap Security dengan tatapan menyelidiki.


Pada saat Itu lift yang tidak jauh dari tempat mereka sudah terbuka dan Aska turun dari sama mendekati mereka.


"Ada apa ini,kenapa kalian menyuruh ku turun memangnya kalian orang yang harus kutemui? "


Tiba-tiba Aska menatap ke arah Lukman dan Nadia,kalau Nadia sudah pasti mengenalinya tapi dia sedikit bingung dengannya.


"Aku Nadia mamanya Dita nak,aku dengar Dita masuk rumah sakit ada apa?" Nadia mendekatinya dan menyentuh lengan Aska.


Security menatap Nadia dan menyuruhnya untuk tidak terlalu dekat dengan Aksa pratama apalagi wajah Aska sedikit masam saat itu.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2