
Sudah tiga hari setelah kejadian itu,Dita kembali menjalani kehidupan seperti biasa bekerja dan mencari nafkah untuk keluarganya.Setelah kejadian itu dia tidak pernah bertemu dengan Aksa lagi,hatinya benar-benar membenci Aksa yang tidak mengucapkan sepatah kata pun setelah kejadian malam itu.
Pagi ini saat dia dan Melisa sedang bekerja seperti biasa,tiba-tiba menejer memanggil mereka berdua ke ruangannya.
"Melisa,Dita pak Anton memanggil kalian!!" Seorang wanita dan menemui mereka berdua ke dapur,Melisa dan Dita saling menatap karena Anton sang menejer jarang memanggil mereka.
"Mel,menurutmu kenapa tuan Anton memanggil kita,padahal kita tidak melakukan apa pun." Ucap Dita ketakutan.Dia sangat takut kalau sampai dipecat karena dia sudah nyaman bekerja di perusahaan ini dengan gaji yang lumayan tinggi.
"Entah...Aku juga tidak tau lebih baik kita menemuinya dari pada nanti dia marah ke pada kita." Jawab Melisa.Mereka berdua pergi keruangan menejer Dita merasa gelisah apalagi dia sudah libur dua kali dalam bulan ini membuatnya semakin ketakutan sendiri.
Tok...tok....tok
"Masuk..."
"Selamat pagi tuan,tuan memanggil kami?" Tanya Melisa dia terlihat biasa saja karena dia merasa tidak melakukan kesalahan sangat berbeda dengan Dita.
"Melisa..Hari ini kamu pindah ke depan,Dita akan bekerja sendiri dibelakang untuk beberapa hari,karena ada pelayan yang keluar kemarin.Aku harap kalian bisa bekerja dengan baik karena nanti siang pemilik restoran akan berkunjung ke tempat ini." Ucap Anton.Sebenarnya Melisa ingin menolak permintaan Menejer karena dia tidak tega membiarkan Dita bekerja sendirian tapi berhubung karena kekurangan kariawan akhirnya dia menyetujuinya saja.
"Dita apa kamu keberatan?"
__ADS_1
"E_a..Tidak tuan,aku tidak keberatan." Jawab Dita gugup karena memang dia sama sekali tidak merasa keberatan,baginya selagi dia tidak dipecat tidak masalah apa pun itu.
"Baiklah kalian bisa keluar." Ucap Anton.Dita menghela napas lega setelah keluar dari ruangan menejer dia sempat berpikir kalau dia di pecat karena dia absen beberapa kali tampa pemberitahuan.
*****
Sementara itu disebuah gedung mewah,Aska menunggu laporan dari asistennya Alex,dari beberapa hari yang lalu dia sibuk menghancurkan perusahan milik David yang sudah menjebaknya beberapa hari yang lalu,dia tidak mengampuni pria itu sama sekali walaupun David sudah minta maaf beberapa kali kepadanya.
"Masuk..." Alex masuk ke ruangan Aska lalu menyerahkan beberapa berkas perusahan milik David dia sangat puas melihat kehancuran David hari ini.
"Hahaha....Kamu bodoh David seharunya kamu mencari lawan yang seimbang,kamu masih anak ingusan kemarin sore tapi bisa-bisanya kamu menjebak dengan wanita sampah yang kamu bawa." Ucapnya dengan senyum jahatnya setelah membaca semua laporan itu.
"Terima kasih taun Aska." Jawab Alex lalu keluar dari ruangan Aska tuan besarnya.Aska menaikkan kedua kakinya ke atas meja lalu bersandar di kursi kerajaannya,tiba-tiba dia merindukan Dita wanita yang memiliki paras buruk tapi cukup istimewa dimatanya.
"Gara-gara mengurus pria bajingan itu,aku melupakan Dita wanita yang sudah kuambil paksa kehormatannya,aku rasa dia pasti sangat membenciku." Ucapnya dalam hati.
"Dimana dia tinggal,tiba-tiba saja aku merindukan dirinya,aku rasa dia pasti sangat membenci ku." Ucapnya.
"Wajar saja dia membenci ku,wanita mana yang tidak marah, saat seorang pria mengambil kehormatan yang sudah dia jaga dengan susah payah apalagi sampai saat ini aku belum pernah minta maaf dan aku juga tidak mencari keberadaannya."Ucapnya dalam hati.
__ADS_1
Aska sangat menyesal karena malam itu tidak menanyakan apa pun tentang wanita itu, dia hannya sibuk memuaskan hasrat yang sangat menggebu apalagi tubuh Dita sangat menggoda menurutnya.
"Seharusnya aku meminta alamat atau nomor ponselnya bodoh...Aku memang sangat bodoh." makinya dalam hati.
****
Dita dan Melisa bersiap untuk pulang dari restoran,Melisa beberapa kali memaki Anton selaku menejer karena sudah membohonginya,semua kariawan sibuk menunggu pemilik restoran nyatanya sampai mereka pulang orang yang di tunggu tidak datang juga.
"Jadi pemilik restoran itu tidak datang hari ini? Tanya Dita ingin tau karena sepanjang perjalanan Melisa terus mengoceh walau sebenarnya dia tau Melisa mengoceh bukan karena orang yang di tunggu melainkan dia cemburu kepada Juna,mantan Juna datang ke restoran menemui Juna.
"Sudah lah aku tahu kamu marah bukan karena pemilik restoran yang tidak datang melainkan karena kamu melihat Juna sama mantannya berbicara berduaan tadi." Ucap Dita menggoda Melisa.
"Lah...Kamu tau dari mana aku tidak cerita sama kamu?" Tanya Melisa,dia sedikit malu kepada Dita yang sudah tahu rahasia kecilnya.
"Adalah...Melisa kita singgah sebentar di salon ini aku mau potong rambut,aku ingin buang semua kesialan dalam hidupku." Ucap Dita lalu dia berjalan menuju salon yang ada di depannya.
Semenjak dia kehilangan kesuciannya, setiap malam dia selalu mengutuk Aska,dia sangat marah kepada pria itu tapi dia tidak tau cara untuk membalas sakit hatinya.
πππbersambung πππ
__ADS_1