
Aska menoleh ke arah Nadia dan suaminya dia kurang menyukai sikap kedua mertua yang terkesan di buat-buat sok perhatian gitu.
"Bagaimana keadaan Dita nak,apa dia baik-baik saja aku dengar dari bapak dia masuk rumah sakit yang elit ini." Ucap Nadia dengan tatapan menelusuri semua ruangan rumah sakit yang memang di khususkan untuk orang-orang berduit.
"Dia baik-baik saja kalian tidak perlu khawatir."Jawab Aksa dengan nada datar seakan tidak suka dengan kehadiran dua orang yang terlihat kampungan itu.
Bukannya Aksa tidak mau menerima kehadiran kedua orang itu dan dia juga tidak masalah kalau mereka menjadi mertuanya tapi satu hal yang membuatnya kesal adalah karena orang tuanya terlalu mengintimidasi Dita selama ini hannya karena Dita kurang beruntung dengan wajah yang kurang mendukung dan saat ini setelah dia ada banyak uang Dita sudah cukup cantik dan glow.
"Kalau tidak ada urusan lagi kalian bisa kembali kerumah kalian, aku akan menjaga Dita baik-baik." Ucap Aska lalu pergi meninggalkan keduanya.
"Tunggu nak,kami harus melihat Dita,kami ini orang tua kandung Dita nak masak kamu angkuh sama calon mertua mu jangan-jangan kamu tidak mencintai anak kami." Ucap Nadia sambil menarik lengan Aksa.
Aksa membalikkan badannya,lalu menatap kedua orang tua pacarnya bergantian rasanya dia cukup muak melihat orang yang bisa berubah secara drastis hannya karena materi.
"Oohh ternyata Dita anak kalian aku kira cuma anak pungut di keluarga kalian,karena yang saya tau selama ini Dita sering mendapat sikap yang tidak menyenangkan dari kedua orang tuanya." sindir Aksa membuat Nadia merasa malu karena apa yang di katakan oleh Aksa semua ada benarnya.
Nadia hannya diam begitu juga dengan Lukman suaminya selama ini memang Dita kerap mendapat sikap yang tidak menyenangkan dari kedua orang tuanya,hal yang membuat itu karena Dita memiliki wajah jelek.
"Kami minta maaf karena sudah tidak adil_
"Kalian tidak perlu minta maaf kepada ku,karena aku juga tidak kenal dengan kalian.Ikut aku kalau ingin menjenguk Dita." Aksa memotong ucapan Nadia lalu pergi begitu saja membuat Lukman dan Nadia merasa salah tingkah.
Aksa membuka pintu ruangan Dita,disana Dita sudah duduk di sopa sambil menonton dan makan cemilan dia memang tidak papa hannya bibirnya yang perlu di rawat dan kepalanya diperiksa dan hasilnya semuanya baik-baik saja.
"Sayang....lah kamu kenapa malah duduk di sopa tidak di atas ranjang?"
__ADS_1
"Aku malas,toh aku tidak papa." Jawab Dita dan saat itu kedua orang tuanya masuk ke dalam ruangan,lukman dan Nadia menjadi lebih kalem dan menjaga sikap.Keduanya cukup kaget melihat kemewahan yang di tempati Dita.
"Dita maafkan kesalahan ibu selama ini ya,ibu buta untuk membedakan kamu dan Nissa tidak seharusnya sebagai orang tua kami membeda-bedakan kalian." Ucap ibunya sambil memeluk Dita.Kali ini dia tulus minta maaf kepada Dita atas sikapnya yang kurang baik selama ini.
"Terima kasih Bu,kalau akhirnya ibu sadar akan sikap ibu selama ini." Jawab Nadia membalas pelukan ibunya.
"Om,tante Minggu ini aku akan membawa Dita ke Amerika,aku ingin kami menikah di sana karena kedua orang tua ku tinggal disana,dan setelah itu kami baru pulang ke indonesia." Ucap Aksa memberitahu keinginannya.Dita cukup kaget mendengar itu,karena sebelumnya Aksa belum memberitahu hal itu kepadanya.
"Kemana mas?"
"Amerika sayang,kedua orang tua ku ada disana." Aksa mengambil sesuatu dari kantongnya lalu membukanya di hadapan kedua orang tua Dita.
"Menikahlah denganku dan mari kita hidup bahagia selamanya aku akan mencintaimu seumur hidupku." Ucap Aksa dia berlutut di hadapan Dita dan membuka cincin lamaran yang sebelumnya dia sudah beli.
"Terima kasih sayang karena sudah memberikan cinta kepadaku,aku mau sayang untuk menjadi istrimu seumur hidupmu dan melayani mu seumur hidupku juga." Ucap Dita sambil menyeka air mata bahagia di wajahnya.
Kedua orang tuanya,juga ikut terharu dengan kebahagian yang dirasakan Dita saat ini.
****
Sementara itu Melisa memutuskan untuk kembali ke desanya,dia sudah mempersiapkan hatinya untuk semua resiko yang dia terima dari orang tuanya karena dia tidak mau hidup tidak punya tujuan di kota ini.
Bapaknya yang melihatnya pertama langsung memaki dan memukulnya beberapa kali,bahkan dia hampir jatuh pingsan melihat Melisa pulang dengan perut besarnya.
Tapi yang namanya orang tua sebesar apa pun kesalahan yang di lakukan oleh anaknya mereka akan memaafkan anaknya dan menerimanya kembali walaupun mereka akan menerima semua resiko dan omongan miring dari setiap tetangganya.
__ADS_1
" Kamu sudah membuat kami malu Melisa,kamu pulang dengan perut besar mu itu."Ucap bapaknya yang sudah mulai lebih tenang.
Melisa berlutut di kedua kaki orang tuanya lalu menangis dan memohon ampun,dia juga tidak berani menjalani hidup di kota Jakarta dengan perutnya yang sudah membesar.
Kedua orang tuanya hannya bisa menghela napas berat,mereka tidak menyangka putrinya yang mereka cintai harus mengalami hal memalukan seperti itu.
****
Hari ini Aska menyuruh asistennya Alex untuk mengantar mereka ke bandara,setelah beberapa hari ini mereka menghabiskan waktu untuk mengurus semua berkas-berkas Dita,setelah semuanya selesai mereka buru-buru berangkat ke Amerika.
Keluarga Dita juga turut mengantar mereka di antar oleh supir pribadi rumah Aska,Nissa juga ikut mengantar Dita walaupun hatinya masih belom terima dia tidak bisa melakukan apa pun kecuali menerima semua kenyataan hidupnya.
"Kalian hati-hati ya,ibu berharap kalian bisa pulang secepatnya ke Indonesia." Ucap Nadia,lalu memeluk tubuh Dita.
Selesia bersalaman Aska segera membawa Dita masuk ke dalam pesawat sesuatu yang belum pernah dia lakukan selama ini.
"Mas aku takut banget!!"
"Jangan takut ada aku sayang kalau kamu takut kamu hannya memegang tangan ku." Ucap Aska.
Kebahagian yang diterima Dita tidak bisa ceritakan dengan kata-kata dia sangat bersyukur untuk kebaikan Tuhan kepadanya mengirimkan pria hebat seperti Aksa yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.
๐บ๐บ๐บTamat ๐บ๐บ๐บ
Terima kasih kepada reader yang sudah mampir di karya ini semoga kalian bahagia dan silahkan kepoin berbagai cerita ku yang lain.
__ADS_1