Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 53 ~ Cari kerja lagi ~


__ADS_3

Dewi tetap kukuh dalam pendiriannya,yaitu keluar dari pekerjaannya kalau Dita tetap bekerja,Dita yang melihat menejer nya yang sudah lelah bicara tapi Dewi tetap ngotot akhirnya dia bergegas keluar dari sana.


"Sudah pak biarkan aku yang mundur." Ucap Dita lalu dia keluar dari ruangan Menejer dan mengambil tasnya dari loker.Rasanya tidak adil jika dia tetap bertahan disana sementara Dewi sudah bekerja di cafe itu lebih dari dua tahun.


"Dita ini sisa gaji kamu,semoga kamu dapat pekerjaan baru di luar sana,titip salam sama pacar mu." Ucap Menejer.


Dita menerima amplop dari tangan menejer nya lalu dia pergi meninggakan tempat itu beberapa orang yang tidak menyukainya mencibir ke arahnya tapi dia sama sekali tidak peduli.


Dita keluar dari cafe lalu berjalan menelusuri jalanan,dia bingung harus mencari kerja kemana lagi,dia bingung sama orang-orang yang selalu cari masalah dengan dirinya sementara dirinya tidak pernah sekali pun mencari masalah dengan orang lain.


Lelah kakinya berjalan dia singgah di sebuah pinggir jalan yang dipakai orang untuk jualan dan nongkrong.


"Bang aku pesan bakso satu porsi." Ucap Dita kepada seorang tukang bakso yang sedikit sepi dari orang-orang di sampingnya.Dita menatap orang yang lalu lalang,mungkin karena di tempat itu tidak jauh dari taman banyak sekali anak muda yang datang dengan pasangan masing-masing.


Setelah pesannya datang Dita mulai menyantap bakso kesukaannya,sambil sesekali menatap orang-orang yang ada disana.Sementara itu Aska yang sedang berada di dalam mobil yang baru saja pulang dari pertemuannya dengan klien membuka kaca mata hitam yang bertengger di wajahnya dia ingin memastikan kalau matanya tidak salah melihat Dita yang sedang duduk sambil makan bakso.


"Alex...Bukan kah itu Dita,ngapain dia makan bakso sendirian disana?" Tanya Aska yang sudah melihat Dita dengan jelas di pinggir jalan.Pada saat itu lampu langsung berubah menjadi hijau dan beberapa orang langsung,membunyikan klakson mobil mereka.


"Dasar bajingan!! pinggirkan mobilnya aku mau menemui Dita."Ucap Aska,Aska memaki pengemudi yang berada di belakangnya yang tidak sabar menunggu padahal lampunya baru saja ganti.


Sejak kejadian tiga hari yang lalu,dimana Nissa menjebak dirinya,mereka berdua belom pernah bertemu karena Aska begitu banyak kesibukan diperusahaanya.Hari ini Aska ingin menceritakan semuanya,dia tidak ingin suatu saat keduanya bertemu Nissa mengadu yang tidak baik.


"Dita....Apa yang kamu lakukan disini?" Aska berdiri di belakang Dita,Dita yang mendengar suara yang sangat familiar langsung menoleh ke belakang.

__ADS_1


"Lah kamu ngapain kesini mas?"


"Kamu yang ngapain disini makan sendirian kamu tidak malu dilihatin orang-orang,lihat itu orang-orang pacaran disini." Ucap Aska dia membuka kaca mata hitamnya orang-orang melihatnya penuh heran karena jarang sekali kelas atas yang mau berbaur dengan kasta yang paling rendah.


Penampilan Aska memang langsung mencolok dari atas kebawah orang-orang pasti sudah tau kalau dia bukan orang sembarangan apalagi di sampingnya ada orang yang berdiri menunggunya.


"Mas kamu mau biar aku pesan."


"Tidak aku tidak makan yang begituan."


"Neng orang kaya mah tidak makan beginian mereka makan di restoran mewah bukan di pinggir jalan,bagi mereka makanan begini tidak lah higenis." Ucap penjual bakso dengan wajah tersenyum.


"Kamu pintar pak tau kehidupan orang kaya,sudah pernah menjadi orang kaya pak?" .


"Sudah kita pulang,aku risih dilihat orang-orang aku tidak nyaman." Ucap Aska.Dita membayar baksonya lalu mereka meninggalkan tempat itu,di dalam mobil keduanya melanjutkan obrolannya yang belum selesai.


"Kamu Ngapain makan di taman barusan,bukannya kamu seharunya masih bekerja?"


"Aku sudah di pecat,mulai besok aku akan mencari pekerjaan lain lagi."


"Kok bisa di pecat,memangnya ada apa?" Tanya Aksa dia menoleh ke arah Dita yang menatap lurus ke depan,sementara itu alex menatap Dita dari kaca spion,ini pertama kalinya dia melihat Dita yang asli,rasanya dia cukup aneh saat bosnya yang super tinggi seleranya tiba-tiba menjalin hubungan dengan wanita sederhana dan wajah pas-pasan.


"Aku juga tidak tahu,namanya juga manusia ada aja yang membuat emosi!!"

__ADS_1


"Menejer yang memecat mu,atau siapa mencari masalah dengan mu,aku akan menutup cafe itu kalau mereka berani macam-macam atau bagaimana kalau aku membeli cafe itu untukmu." Ucap Aska dengan nada kesal,dia tidak terima saat ada orang yang berbuat seenaknya kepada Dita.


"Ini yang tidak aku suka darimu,mas jangan kamu menindas orang lemah hannya karena kamu orang mampu,biarkan saja,masih banyak kok di luar sana yang mau menerima ku kerja,tidak hannya disana." Ucap Dita.Dia memang wanita yang cukup baik di saat dia mampu memanfaatkan keadaan Aska untuk menindas orang yang membencinya dia sama sekali tidak melakukan itu,dan saat itu juga Alex kagum dengan pribadi Dita,sekarang dia baru mengerti kenapa tuan besarnya mencintai gadis sederhana seperti Dita.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau,bagaimana kalau kamu tidak usah bekerja lagi,aku akan membiayai semua kehidupan kamu bahkan keluarga mu."


"No.....Itu bukan tipe ku,aku masih punya tangan dan kaki untuk bekerja,tidak baik seorang wanita terlalu mengharapkan laki-laki kecuali aku sudah menikah dan punya anak disitu aku baru tidak mau bekerja lagi."Tolak Dita,dia merinding mendengar tawaran Aska,seumur hidupnya dia tidak pernah mengira akan bertemu pria seperti Aska.


"Dita aku mau cerita kamu jangan marah ya...Alex hentikan mobilnya kamu bisa kembali ke kantor dengan naik grab atau taksi,aku ada urusan dengan Dita." Ucap Aska.Entah kenapa tiba-tiba perasaan Dita tidak enak,dia takut Aska ingin mereka untuk putus dan tidak saling mengenal lagi,sementara hatinya benar-benar menciantai Aska.


Aska menarik napas berat saat Alex keluar dari dalam mobil dan meninggalkan mereka,Aska merasa malu untuk memberi tahu semua yang terjadi tiga hari yang lalu antara dirinya dan Dita.


"Mas ada apa sepertinya wajah kamu tegang begitu ada apa?" Tanya Dita penasaran.Aska lagi-lagi menarik napas lalu memutar tubuhnya untuk menatap Dita.


"Dita aku harap kamu tidak marah sama ku ya,aku malu menceritakan ini tapi aku takut kamu taunya dari orang lain dari Nissa ,aku takut kamu salah paham."Ucap Aska dia menggenggam tangan Dita dengan erat.Dita mengerutkan keningnya saat Aska menyebut nama adiknya,entah kenapa jantungnya berdebar seketika.


"Memangnya apa yang terjadi dengan Nissa,ceritakan padaku," Ucap Dita sudah tidak sabar menunggu jawaban dari Dita.


"Tiga hari yang lalu aku melihat Nissa di sebuah klub malam,kebetulan aku disana,Nissa berpakaian layaknya wanita malam." Aska menghentikan ucapnya rasanya dia malu menceritakan semuanya.


"Katakan saja mas,aku tau bagaimana sikap adikku,apa pun yang kamu tau tentang dia aku tidak masalah asal jangan kamu dan dia melakukan sesuatu yang tidak bisa aku terima."Ucap Dita.Aska seketika menelan ludahnya dia takut sekali kalau Dita marah dan cemburu.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2