Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Ban 34 ~ Tidak ingin ada yang tau ~


__ADS_3

Setelah sampai di restoran Dita kembali sibuk dengan semua pekerjaannya,dia tidak ingin memikirkan masalah orang tuanya yang ingin datang ke kota ini untuk melihat adiknya yang tidak ada akhlak sama sekali.


"Dita kamu bereskan halaman belakang, kumpulkan semua sampah setelah itu kamu bakar ya." Ucap seorang seniornya.tampa menunggu disuruh dua kali Dita berjalan ke belakang dan membersikan semua lingkungan belakang.


****


Aksa kembali ke kantornya setelah menyelesaikan semua kegiatannya hari ini,dia melonggarkan dasinya yang melilit lehernya dia merasakan sesak luar biasa,mungkin karena dia kelelahan mengikuti semua jadwalnya hari ini.


Sementara itu,seorang wanita keluar dari bandara dengan membawa koper miliknya,dia menunggu taksi online yang sudah dipesannya.


"Aahhh....Akhirnya aku menghirup udara negara tercinta ini lagi,setelah sekian lama tinggal di negara Paris akhirnya aku kembali juga ke negara ini."Ucap Renata sambil berjalan keluar dari dalam bandara.


"Aska....Aku datang kembali sayang,aku sudah merindukan mu setelah tiga tahun kita berpisah." Ucapnya.Renata masuk ke dalam mobil taksi online yang baru saja di pesannya lalu mereka pergi menuju perusahan milik Aska.


Sesampainya di gedung perusahan,dia keluar dari dalam mobil sambil membawa koper miliknya beberapa security mencegatnya saat ingin masuk ke gedung milik pacarnya.


"Selamat sore nona anda dilarang masuk ke perusahan ini!!" Ucap seorang security sambil menghadang langkahnya.


"Kamu tidak kenal dengan ku?" Security lansung menunduk ketakutan tentu saja semua orang perusahan kenal dengan Renata,semua orang tau kalau Renata adalah tunangan Aksa Pratama yaitu pemilik perusahan dimana dia bekerja.


Renata lansung mendorong security itu dengan kasar setelah itu,dia pergi meninggalkan mereka setelah lumayan jauh melangkah dia kembali menoleh ke belakang dan menatap kedua security itu.


"Kalau kamu masih ingin bekerja kamu harus tau bagaimana kamu bersikap,amankan koper ku jangan sampai hilang." Ucap Renata dengan sombong lalu pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


Keduanya hannya bisa diam melihat Renata yang sudah menaiki lift,tentu saja sebagai orang yang jabatannya paling rendah di perusahaan itu mereka tidak berani melakukan apa pun dengan wanita yang mungkin akan menjadi nyonya direktur.


Renata mendorong pintu secara perlahan lalu masuk kedalam ruangan,dari pintu dia berdiri menatap Aksa yang sedang sibuk menatap layar leptop nya.Rindu yang sudah lama di pendam nya akhirnya terobati juga saat melihat pria yang sudah lama dia rindukan.


"Sayang....." perlahan Renata berjalan mendekati Aksa,saat mendengar suara wanita Aksa langsung menegakkan kepalanya,dia cukup kaget melihat kedatangan Renata wanita yang sudah lama dia lupakan dengan sangat susah payah.


"Honey....." Gumamnya dengan nada hampir tidak terdengar,dia menyebut nama panggilan yang dia buat untuk kekasihnya itu.


Mendengar nama panggilannya disebut oleh Aska,Renata lansung berlari menghampiri Aska lalu dia membungkuk dan memeluk Aksa dengan sangat erat.


"Terima kasih sayang.. Ternyata kamu masih ingat dengan nama itu,aku sangat merindukan kamu selama ini." Ucap Renata tampa melepaskan pelukannya dari tubuh Aska yang sudah mulai sesak.


Aska tidak tau harus bagaimana,bahkan dia bingung harus bagaimana dia sudah melupakan Renata sejak lama,sejak Renata memutuskan pertunangan mereka secara sepihak dan tampa alasan sama sekali.


Renata melepaskan pelukannya lalu dia berjalan ke sopa,dia menatap isi ruangan itu sama sekali tidak ada yang berubah dari tiga tahun yang lalu saat dia berangkat ke Paris.


"Kenapa kamu datang dengan tiba-tiba,apa yang membuatmu datang kembali kepadaku?" Aska keluar dari kursinya dan menghampiri Renata yang sudah ada di sopa.


"Maafkan aku sayang,aku salah karena sudah meninggalkan kamu tampa alasan apa pun,dan aku tau kamu masih mencintai aku terbukti sampai sekarang kamu belum mempunyai pacar." Ucap Renata dia kembali duduk di samping Aska.


Aska tersenyum kecil mendengar kata-kata Renata dia sedikit malu mendengar omong kosong wanita itu,sekali pun hari ini dia tidak punya pacar dia tidak akan mau kemabli lagi kepadanya,dia sudah cukup merasakan kecewa saat Renata pergi secara tiba-tiba dan tidak ada alasan.


"Aku punya alasan kenapa aku pergi waktu itu_

__ADS_1


"Aku tidak butuh alasan itu lagi,karena aku sudah tidak ada perasaan apa pun sama kamu."


"Sayang aku mohon jangan bicara seperti itu,tante juga tahu kalau aku masih mencintai kamu,please jangan membenci ku,mari kita lanjutkan hubungan kita." Ucap Renata.


Wajahnya Renata cukup tebal untuk bertemu dengan Aska,tiga tahun yang lalu dia pergi ke luar negri meninggalkan Aksa tampa alasan itu karena dia hamil dari pria lain.Karena tidak ingin malu dia pergi ke luar negri bersama pria yang menghamilinya dan mereka hidup bersama disana selama beberapa tahun.


Tidak tahan lagi hidup miskin di Paris bersama pria itu, akhirnya dia memilih kembali ke tanah air dan meninggalkan pria itu dan anak bayi yang berumur dua tahun lebih.


"Sekarang kamu keluar dari ruangan ku dan jangan pernah kembali lagi,aku sudah punah calon istri dan mungkin kami akan segera menikah." Ucap Aska berbohong.


Aska memastikan dirinya,kalau di hatinya benar-benar tidak ada lagi wanita itu dan sekarang hatinya sudah di huni oleh gadis polos yang sudah di dapatkannya.


Aksa berdiri dan hendak pergi ke tempat duduknya,saat itu Renata juga berdiri lalu memeluk pinggang Aska dan menangis di punggung Aska.


"Sayang maafkan aku,apa yang kamu katakan aku tidak akan mau berpisah darimu kamu adalah suamiku tidak akan bisa wanita mana pun yang bisa memilikimu selain diriku." Ucapnya sambil terisak.


Aska melepaskan tangan Renata dari tubuhnya setelah itu dia pergi ke tempat duduknya.


"Ini semua gara-gara Robert bajingan,seandainya dia tidak menghamili ku tiga tahun yang lalu aku tidak akan menderita seperti sekarang ini,apa yang terjadi aku akan mendapatkan Aska kembali.Aku tau dia hannya pura-pura marah itu karena dia ingin aku membujuknya." Ucapnya dalam hati.


Renata pamit keluar dari ruangan Aska,tapi Aksa mengabaikannya, dia sama sekali tidak menyukai kehadiran Renata kembali ke kehidupannya,dia tau Renata bukan wanita yang mudah dihadapi.


Setelah kedatangan Renata ke kantornya,moodnya langsung berubah,tadinya dia masih semangat bekerja sekarang dia malah malas dan ingin ketemu dengan Dita wanita yang selalu ada di pikirannya.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2