Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 42 ~ Menemuinya ~


__ADS_3

Renata keluar dari restoran perasaanya sangat kesal karena Dita tidak mau kalah dengan dirinya,dia juga merasa aneh dengan Aska karena bisa tergoda dengan level rendah seperti dita.


"Bisa-bisanya Aska jatuh cinta dengan wanita model begituan,apa yang membuatnya jatuh cinta,apa mungkin seleranya berubah semenjak aku meninggalkan dirinya,aku tidak akan membiarkan mereka bersama,aku harus bisa kembali kepada Aska." Ucapnya.Rebata membawa mobilnya menuju perusahan milik Aska.


Sesampainya di pintu perusahan,Renata kembali di cegat oleh security,mereka sama-sama menghadang langkah Renata saat memasuki gedung.


"Nona mohon kerja samanya,tuan Aska melarang anda masuk ke perusahan ini,dia tidak mau bertemu dengan anda." Ucap seorang security mewakili mereka bertiga.


Plak...Plak....Plak....


"Berani sekali kalian menghadang ku,kalian tidak kenal dengan ku,atau kalian sedang mencari masalah dengan ku?" Renata menatap mereka dengan penuh amarah hingga ketiganya menunduk tidak berani berbicara.


Beberapa kariawan disana menatapnya dengan remeh,Aska sudah mengumumkan kepada semua kariawan kalau mereka tidak memiliki hubungan lagi hingga semua orang tidak perlu untuk takut kepada Renata mantan tunangan sang direktur.


Renata meninggalkan ketiga security, dia pergi menuju lift ke ruangan Aska Pratama,pria pernah mencintainya begitu dalam.


Sebelum lift membawanya ke lantai atas dua wanita juga memasuki lift,mereka menatap aneh kepada Renata membuatnya begitu kesal.


"Apa yang kalian lihat dari ku,ada yang aneh dengan diriku,atau kalian merasa segan kepadaku karena aku calon nyonya Pratama?" Ucap Renata penuh percaya diri hingga kedua wanita itu tersenyum kecil.


"Maaf ya nona,tuan Aska sudah membuat pengumuman kepada semua kariawan kalau tuan Aska tidak memiliki hubungan apa pun lagi dengan anda." Ucap wanita itu. Saat Renata ingin marah kedua wanita itu keluar dengan buru-buru dari sama mungkin mereka sudah melihat perubahan wajah Aska.


"Ya....Kalian... "Kedua wanita itu tertawa merendahkan membuat Renata semakin malu di hadapan mereka berdua,dia segera keluar saat tujuannya sampai di lantai atas ruangan direktur.


Renata mendorong pintu ruangan Aska,dia tidak terima saat semua kariawan menatap aneh kepadanya.

__ADS_1


"Sayang...Apa maksud mu,kenapa kamu harus mengumumkan kepada semua orang kalau kita tidak punya hubungan,kamu tidak menghargai ku sama sekali,kamu kejam mas." Ucap Renata.Wajahnya benar-benar marah bahkan dia terlihat sangat emosi.


Aska menghentikan kegiatannya,lalu menutup leptop yang ada di depannya,dia menatap Renata yang masih emosi.


"aku rasa kamu juga tau kalau kita tidak ada hubungan lagi,kamu lupa apa yang aku katakan kemarin,sekarang kamu keluar,sepertinya aku harus menghukum semua penjaga perusahaan ini,untuk apa aku menggaji mereka dengan mahal kalau hannya menjaga wanita seperti kamu mereka tidak mampu." Ucap Aska.


Renata tidak bisa berkata-kata,kepalanya pusing seakan dia ingin pingsan saja dia begitu depresi karena Aska semakin sulit dia dapatkan.


"Keluar...." Aska memekik dengan tiba-tiba,dia keluar dari kursinya lalu menghampiri Renata yang masih berdiri dengan wajah pucat.


"Kenapa kamu belum pergi,apa lagi yang kamu tunggu apa kata-kata ku masih kurang jelas,aku tidak ada perasaan apa pun lagi kepada mu,jadi tolong kamu pergi dan jangan pernah kembali lagi,aku tidak mau semua kariawan menganggap mu sebagai nyonya nantinya." Ucap Aska.


Renata tidak terima dengan semua keputusan Aska,dia akhirhya kembali berpura-pura di hadapan Aska berharap dia mendapat simpati dari Aska.


"Bug...."


Awalnya Aska merasa canggung harus mengangkat tubuh Renata ke atas lantai tapi saat dia melihat wajah Renata yang pucat dia terpaksa melakukan dengan terpaksa.


Aska meletakkan tubuh Renata dengan hati-hati ke atas sopa setelah itu dia berjalan ke arah mejanya dan mengambil ponselnya.


"Keruangan ku sebentar." Ucap Aska,kepada seseorang lewat telepon,setelah itu dia duduk di atas sopa sambil memainkan ponselnya.Renata masih bisa melihat Aksa dengan baik dia membuka matanya sedikit melihat reaksi Aksa saat dia pingsan ternyata Aksa biasa saja membuat Renata kecewa.


Alex mengetuk pintu ruangan,setelah Aksa menyuruhnya masuk dia membuka pintu dan lalu masuk dia cukup kaget saat melihat Renata tergeletak di atas sopa dia mengira sesuatu yang mesum terjadi di antara keduanya.


"Dia pingsan di ruanganku,aku tidak tau untuk apa dia datang kemari lagi,bahkan dia memukul ketiga penjaga pintu,silahkan bawa dia dari ruangan ini."Aska menyuruh Alex mendengar itu Renata semakin kesal,dia membenci Aska yang tidak mempunyai belas kasihan kepadanya.

__ADS_1


"Tapi tuan....


"Ada apa...Lekas bawa dia dari ruangan ini,aku tidak ingin menghirup napas yang sama dengannya lagi,dan satu lagi suruh dia membereskan apertemen ku,kenapa dia masih tinggal di sana apa dia tidak punya harga diri?"Gumam Aska.Dia seakan menyadari kalau Renata pura-pura dihadapannya.


"Maaf tuan,mungkin nona Renata belum punya tempat tinggal,jadi dia tinggal disana_


"Aku lihat kamu sangat membelanya Alex,kenapan kamu dan dia tidak pacaran saja,seharunya kamu mengejar cintanya jangan membiarkan dia mengejarku seperti ini,apalagi aku yang tidak punya perasaan lagi kepadanya." Ucap Aska,dia sengaja mengatakan itu agar Alex lebih berani karena dia juga sudah lama tau kalau asistennya menciantai mantan tunangannya itu.


"Oke..aku akan pergi,kamu urus wanita itu aku tidak ingin dia terus mengganggu kehidupan ku,dan katakan kepadanya apa pun yang terjadi aku tidak mau kembali dengannya." Ucap Aska.Setelah mengucapkan kata-katanya dia keluar dari ruangannya,lalu dia beranjak ke lift dan turun ke lantai dasar.


Ketiga security yang bertugas di bawah menghampirinya lalu meminta maaf karena sudah lalai menjalankan tugasnya.


"Maafkan kami tuan,kami sudah berusaha untuk tidak mengijinkan nona Renata tapi dia cukup kasar kepada kami hinga kami mengalah." Ucap Pelayan dengan wajah ketakutan.


"Aku akan memaafkan kalian untuk saat ini,sekali lagi kalau kalian membiarkan dia masuk aku akan memecat kalian bertiga,aku sudah membayar kalian mahal seharunya kalian bisa bekerja dengan baik." Ucap Aska lalu dia pergi menuju parkiran khusus untuknya.


Aska membawa mobilnya keluar dari gedung miliknya,sekarang dia ingin bertemu dengan Dita,dia sudah mengirim beberapa pesan tapi belum ada balasan hingga membuat Aska gelisah.


Pada saat dia melewati sebuah mall,tiba-tiba dia ingin mampir membelikan sesuatu untuk Dita sudah lama bersama Dita belum pernah meminta apa pun darinya.


Aska berjalan mengelilingi mall,dia sedikit risih dengan wanita-wanita muda yang menggodanya,dan pada saat itu tampa sadar seorang wanita menabrak tubuhnya.


"Mas...Kamu pria yang bersama Dita waktu itu ya,aku sudah lama mencari kamu mas aku ingin bicara." Ucap Nissa dia sangat senang akhirnya bertemu Aska tanpa sengaja.


Aska sebenarnya malas,tapi karena merasa tidak enak akhirnya dia menuruti keinginan Nissa mampir di sebuah restoran kecil yang ada di dalam mall.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2