
Aska kaget mendengar pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan Dita,dia sedikit takut melihat kemarahan di wajah Dita.Sejak kejadian beberapa Minggu yang lalu dimana Aska, yang sudah mengambil kesucian Dita,gadis yang memiliki wajah jelek Aska selalu takut jika melakukan kesalahan kecil saja.
Aska sadar jika Dita bukanlah gadis yang sembarangan,terbukti sampai hari ini Dita tidak pernah mengungkit atau menuntutnya sejak kejadian itu bahkan Dita seperti menghindar darinya.
"Aku tidak memecat mu,aku hannya menyuruh mu isyarat,karena aku melihatmu begitu kelelahan_
"Tidak usah sok perhatian,aku sangat membencimu melebihi apa pun di dunia ini,kamu melakukan segala sesuatunya tampa memikirkan konsekuensi dari perbuatan mu.Kamu tau aku sangat membutuhkan pekerjaan ini,tapi tampa memikirkan orang kecil sepertiku kamu memecat ku dengan mudah." Ucap Dita.Dia berdiri persis di hadapan Aska yang masih duduk di kursi panjang yang ada di taman itu.
Aska benar-benar tidak mengerti kenapa Dita berbicara seperti itu,padahal dia sama sekali tidak berbicara apa pun kepada menejer tentangnya.
"Aku minta maaf kalau sudah melukai perasaan mu." Ucap Aska dengan wajah memohon.Dia sangat terluka saat melihat air mata Dita yang jatuh dari sudut matanya.
"Permintaan maaf mu tidak bisa membuatku kembali bekerja aku sudah dipecat,kamu puas melihat aku seperti ini,kamu bahagia di atas penderitaan ku." Ucapnya kembali setelah itu dia mengambil tasnya yang masih ada di kursi lalu bergegas meninggalkan Aska yang terlihat masih bingung.
Dita bergegas pergi dari taman,dia sangat sedih bahkan malas untuk pulang ke kontrakanya,tidak ada semangat bertemu adiknya yang tidak tau diri.
"Dita tunggu...Kamu jangan membuatku benar-benar marah."
"Lihat pasangan itu, prianya sangat tampan sementara wanitanya sangat jelek aku yakin wanita itu pergi ke dukun,kalau wanitanya tidak ke dukun mana mungkin pria itu mau sama wanita jelek seperti itu." Beberapa orang memandang keduanya apalagi Aska yang memegang pergelangan tangannya tidak mengijinkan Dita pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Aska menatap mereka dengan sinis,dia tidak malu sedikit pun memegang tangan Dita,malahan Dita yang terlihat sangat malu bahkan dia tidak berani melihat wanita-wanita yang suka bergosip ria itu.
"Kalau kalian tidak tau apa pun lebih baik diam,untuk apa keluar rumah kalau mata dan mulut tidak bisa di jaga,kenapa memang!!kalian iri sama kami..Sana...Sana jangan membuatku semakin emosi." Ucap Aska dengan tatapan membunuh membuat beberapa wanita itu buru-buru meninggalkan mereka.
Dita menghempaskan tangan Aska yang masih memegang pergelangan tangannya lalu dia pergi meninggalkan tempat itu,Aska lalu mengejarnya dan kembali mencengkram tangannya dengan kasar dan membawanya ke dalam mobilnya dia ingin membuktikan kalau dia tidak bersalah sama sekali.
"Lepaskan aku,kenapa kamu selalu melakukan semua dengan sesukamu aku ingin pulang,kepalaku hampir pecah dengan semua masalah yang ada_
"Lebih baik kamu diam dan dengarkan aku berbicara kepada Anton,aku ingin kamu tau kalau aku tidak memecat mu." Ucapnya sambil mengambil ponsel dari kantongnya dan menghubungi Anton.
Dita mendengar semua percakapan mereka,Aska terlihat sangat marah kepada Anton karena sudah memecatnya bahkan Aska ingin memecatnya sebagai Menejer karena membuat peraturan yang tidak sesuai dengan aturannya.
"Kamu sudah mendengar...Sebelum kamu emosi seharunya kamu tanyakan kebenaranya terlebih dahulu." Ucap Aska.Mereka berdua masih duduk di dalam mobil kemarahan Dita membuat Aska kesal tapi dia tidak mau menumpahkan kekesalannya karena dia takut Dita semakin marah kepadanya.
"Kamu kenapa diam,kamu sudah melihat dan mendengar kata-kata ku kan,apa masih ada masalah yang lain lagi?" Dita tampak menghela napas panjang lalu dia membuka pintu mobil karena dia ingin pulang karena hari sudah malam.
"Kamu mau kemana lagi aku mengantarmu pulang." Dita sama sekali tidak mau bicara dengannya membuat Aska semakin salah tingkah ini pertama dalam hidupnya wanita mengabaiakan nya.
"Dita kamu ada masalah apa lagi katakan kepadaku,aku akan membantu mu,jika aku mampu."
__ADS_1
"Tentu saja kamu mampu,kamu pria banyak uang yang mampu melakukan apa saja,kamu beruntung dalam hidup,kamu memiliki wajah tampan,memilki latar belakang keluarga yang hebat dan kamu juga banyak harta,itulah sebabnya kamu sombong sementara aku,hannya butuh uang sepuluh juta saja aku tidak mampu mendapatnya." Ucap Dita dengan nada gemetaran menahan kemarahan yang sangat dalam.
Dita marah kepada keluarganya, yang tidak pernah menghargainya,bahkan dia merasa lelah menjadi tulang punggung keluarganya yang tidak pernah puas dengan apa yang dia berikan.Dia ingin berontak dengan semua keadaanya saat ini tapi dia tidak memiliki kekuatan apa pun.
Dita merasa lelah menjadi orang baik,rasanya dia ingin menjadi wanita nakal saja tapi wajahnya yang tidak memadai tidak mengijinkan menjadi wanita nakal.
"Tuhan memang tidak pernah adil untukmu,kalian semua sangat jahat aku benci kalian..." Ucap Dita wajahnya sangat marah bahkan air mata menetes dari sudut matanya.
Dita menangis sesenggukan masalah yang datang silih berganti kepadanya membuatnya benar-benar lelah dan rasanya ingin menyerah dan melarikan diri saja.
Aska memang tidak tau apa yang terjadi kepada Dita,melihat Dita menderita seperti itu membuat hatinya juga tidak tega entah keberanian dari mana tiba-tiba dia menarik tubuh Dita ke pelukannya dan memeluknya dengan erat.
Setelah perasaanya mulai tenang,Dita tersadar kalau dia sedang berada di pelukan Aksa,dia merasakan detak jantung Aksa yang tidak normal membuatnya tersadar.Dita melepaskan tubuhnya dari pelukan Aksa lalu duduk dan menatap lurus ke depan.Setelah perasaanya lebih tenang,dia enggan menatap Aska yang masih duduk di sampingnya bahkan sesekali Akas menoleh kepadanya.
"Aku akan mengantarmu pulang." Ucap Aksa lalu menghidupkan mobilnya dan mereka meninggalkan tempat itu dimana para muda mudi semakin banyak berdatangan ke tempat itu.
Sepanjang jalan mereka hannya diam,Dita terus menatap lurus ke depan dia masih merasa malu untuk bertatapan dengan Aksa setelan dia melepaskan semua masalah yang ada di hatinya.Tepat di sebuah ATM Aksa menghentikan mobilnya lalu dia keluar dari dalam mobilnya dan mampir ke tempat itu.
Saat keluar dari ATM,Aksa memberikan dia banyak uang bahkan sangat banyak,sudah bekerja sangat lama dia belum pernah memiliki uang sebanyak itu.
__ADS_1
" Pakai uang ini jika kamu butuh." Ucap Aksa Dita sangat kaget melihat banyaknya uang itu.
πππbersambung πππ