Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 33 ~ Siapa dia ~


__ADS_3

Dita sangat senang saat Aska mengajaknya untuk menonton bioskop seperti yang dilakukan orang pacaran pada umumnya.Dita bersikap seolah-olah tidak terjadi sesuatu di antara mereka dia berusaha tenang di,dia menyembunyikan perasaan canggungnya dari Aska.


Mereka berdua meninggakan kamar lalu pergi kelantai berikutnya.Di sana sangat ramai pasangan-pasangan yang ingin menonton,Aska mengambil filim romantis.


Dita menonton dengan sangat serius,sesekali dia mengalihkan pandanganya saat terjadi adegan panas,Aska tersenyum melihat sikap malu-malu Dita.


"Kamu tidak usah mengalihkan pandangan mu,kamu lihat saja,nanti kalau kita ciuman setidaknya kamu tau cara membalasnya."Ucap Aska.Dite memukul lengan Aksa saat mendengar godaannya,saat ini dia tidak bisa menahan malu di hadapan Aska.


Sampai filim selesai dan mereka keluar,Dita masih belum bisa move on dari filim mengharukan itu,cinta sejati yang mungkin tidak ada di dunia nyata.


Saat mereka sedang berjalan ingin keluar tiba-tiba Melisa melihatnya,Dita sangat panik dia takut Melisa melihatnya bersama Aska.Dita langsung mengambil masker dari dalam tasnya setelah itu dia berikan kepada Akas.


"Pakai ini,teman ku ternyata ada disini aku takut dia mengenali mu,kami sama-sama bekerja di restoran." Ucap Dita.Aksa menuruti keingian Dita,dia juga tidak mau membuat Dita tidak nyaman.


"Dita sayang,ternyata kamu disini? siapa pria itu,kamu punya kenalan baru?" Melisa menatap Aksa dari atas kebawah ada rasa tidak percaya dihati Melisa saat penampilan Aksa walaupun dia tidak bisa mengenali wajahnya.


"Ini teman ku mel,kami baru saja kenalan tiga hari yang lalu." Ucap Dita berbohong.Aksa mengangguk dan menolak saat Dita Melisa ingin menemaninya.


"Dari mana Dita dapat kenalan pria tampan seperti ini,rasanya tidak mungkin pria tampan seperti dia mau pacaran dengan Dita." Ucapnya dalam hati.


"Dita kamu pacaran dengan pria ini?"


"Tidak kami hannya kenalan saja?"


"Kenapa kamu tidak menyuruhnya buka masker agar aku bisa kenal wajahnya."


"Dia lagi sariawan Mel,"

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu,kami duluan ya Dita,kamu harus hati-hati sama pria itu,ingat Arga dulu sudah menyakitimu kamu tidak bisa sembarangan pacaran dengan orang yang baru saja kamu kenal." Ucap Melisa menasehati Dita.


"Iya sayang.....Aku akan menuruti segala kata-kata mu,hati- hati ya sayang." Ucap Dita akhirhya mereka saling berpisah.


Setelah Melisa meniggalkan tempat mereka pulang menaiki mobil sepeda motor milik pacarnya sepanjang jalan dia memikirkan Dita,dia tidak yakin dengan apa yang dia lihat,dia tidak percaya ada pria dengan tubuh yang begitu bagus dan pakaian yang lengket di tubuh nya dia tau itu barang-barang mewah.


"Masak sih seorang Dita memiliki pacar yang begitu sempurna, aku tidak percaya akan hal itu." Ucapnya dalam hati.


Setelah sampai di rumah kontrakanya,Melisa membawa pacarnya masuk kedalam rumah,dia sudah beberapa kali menginap bersama pacarnya dan dia merahasiakan itu dari Dita.


"Kenapa kamu diam sepanjang jalan sayang,apa kamu kepikiran dengan Dita,sepertinya aku kenal dengan pria itu?Ucap Juan saat mereka sampai di rumah.


"Masak sih,siapa dia?"


"Kalau tidak salah dia itu Aska Pratama,kebetulan aku hapal dengan perawakannya dan aku juga melihat mobil sportnya di luar hotel_


"Hahahaha.....Kamu bercandanya berlebihan sayang,kamu pikir tuan Aska tidak bisa mendapat wanita yang sempurna lagi,dia itu Aska Pratama Lo sayang,wanita mana pun sanggup dia dapatkan hannya dengan sekali lirikan,untuk apanya wanita seperti Dita." Ucap Melisa dengan nada menghina.


"Sayang...Bukan kamu dan Dita teman dekat,dan setahuku kamu orang yang pertama yang membantunya saat ada orang yang menghinanya." Ucap Juan dengan nada sedikit menekan.


"Hmm...Iya sayang...Aku hannya tidak percaya saja dengan apa yang kamu katakan." Jawab Melisa.


*****


Senin berikutnya,Dita dan Melisa kembali bekerja seperti biasa,Dita masih memilih diam kepada Nissa adiknya setelan kejadian malam itu.


Pagi ini saat Dita mau berangkat kerja,Nissa langsung bangun,dia juga hari ini kuliah pagi.

__ADS_1


"Kakak berikan aku duit,aku ingin membeli beberapa kebutuhan sekolah!!"


"Apa!!! uang,kamu gila ya kamu pikir aku ini bank,setiap saat uang selalu ada,aku sudah bilang kemarin,uang yang aku berikan adalah uang sampai setengah tahun,belum satu bulan kamu sudah minta lagi...Maaf aku tidak punya uang lagi." Jawab Dita.Tidak ingin ribut lagi dengan adiknya Dita bergegas keluar meninggalkan adiknya.


"Kakak....Nanti siang ibu dan Riko sampai disini,aku akan mengadukan semua perbuatan mu sama ibu." Nissa memekik dari dalam rumah.Dita menghentikan langkah kakinya lalu menoleh kebelakang.


"Untuk apa ibu datang kemari?"


"Tentu saja untuk melihatku,dia sudan kangen dengan ku." Jawan Nissa sinis lalu masuk kedalam rumah.


"Dasar keluarga sinting,mengurusi manusia yang satu itu saja aku stres masak ibu harus datang lagi,mereka sudah gila ya,sebenarnya aku anak kandung apa tidak sih? aku muak."Ucap Dita sepanjang jalan dia terus marah dan mengatai keluarganya.


"Dit...Memangnya kamu kasih berapa adikmu uang?" Tanya Melisa ingin tau.Melisa sedikit curiga keuangan Dita akhir-akhir ini, Melisa melihat Dita memakai barang-barang baru bahkan dia juga memakai scancare mahal dan bahkan dia sendiri tidak mampu membelinya.


Melisa curiga Dita mendapat uang dari pria yang menemaninya malam itu.Dita juga semakin hari kulitnya semakin bersih dan giginya yang maju ke depan sudah tidak terlihat karena dia memakai behel.


"Tidak banyak Mel,aku memberikan semua tabungan ku selama ini untuknya,ternyata dia tidak menghargainya." Ucap Dita sambil menghela napas berat.


"Kamu sih terlalu memanjakan keluargamu,lihat adikmu saja sudah membuat mu stres setiap hari bagaimana nanti kalau ibumu datang,kalau ibumu datang aku akan pindah Dit aku tidak mau tinggal sama kamu lagi maaf ya." Ucap Melisa.Dita hannya diam,dia juga maklum dengan temannya itu,dia tau betul dengan sikap Melisa yang tidak suka dengan keributan.


Setelah mereka sampai di restoran,Dita sibuk dengan semua pekerjanya,begitu juga dengan Melisa.


Sementara itu Alex dan Aska baru saja meninggalkan apertemen milik Aska,sekarang Alex sedang bingung melihat sikap Aska yang sering hilang begitu saja.


"Apa jadwal ku hari ini?"


"Pagi ini tuan meeting dengan kepala keuangan hotel dan restoran setelah itu sore nanti meninjau klub malam yang baru saja tuan beli dari keluarga Handoko,setelah itu_

__ADS_1


"Sudah-sudah itu saja aku sedang capek." Ucap Aska menolak jadwal yang sudah disusun alex.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2