Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 26 ~ Hampir Terulang lagi ~


__ADS_3

Aska langsung menciumi bibir Dita dengan sangat buas,bibirnya yang bekerja di atas sementara tangannya bekerja dibawah dia mulai membuka kancing seragam Dita dengan lembut dia memegangi ****** kedua payudara Dita.


Sebagai wanita normal tentu saja Dita mulai panas dingin menerima setiap sentuhan tangan Aska,dia tidak berani mengeluarkan suara sedikit pun,dia sangat takut ada yang mendengar atau curiga kepada mereka.


Di saat Aska mulai menurunkan kepalanya ke dada miliknya Dita yang masih bersandar di dinding dan tubuhnya masih di tekan Aska dia menarik kepala Aska lalu menempelkan bibirnya di bibir Aska dan..


"Aahh sakit." Dita menggigit bibir Aska dengan kasar hingga mengeluarkan darah segar setelan itu Dita memperbaiki pakainya yang sudah berantakan dan mendorong tubuh Aska menjauh darinya setelah itu dia membuka pintu.


Dia memperhatikan sekelilingnya setelan merasa sepi dia meningagakan gudang dan kembali ke dapur.Aska sangat kesal dia merasakan sakit di bibirnya hasrat yang sudah semakin bergelora harus dipendamnya lagi karena Dita menolaknya.


"Tadi dia sudah sempat mau,entah kenapa dia malah mengigit bibir ku lalu pergi,aku tidak akan membiarkan kamu Dita nanti malam aku harus bisa membawamu kembali ke apertemen aku akan menghabisi mu." Ucapnya sambil memegangi bibirnya yang terluka bahkan sudah membengkak.


Aska keluar dari belakang dia menatap Dita dengan tatapan penuh nafsu dan hasrat tapi Dita mengabaikannya dan pokus bekerja kembali hingga pada saat itu seorang wanita datang dan menyiramnya.


"Dari mana saja kamu,dari tadi aku sudah menyelesaikan semua ini kamu malah sembunyi entah dimana?" Wanita itu menatapnya dengan penuh amarah sejak Anton mencuci otak semua kariawan di restoran mereka tidak menyukai Dita sedikit pun.


Kejadian itu disaksikan oleh Aska,dia langsung menghampiri mereka,wajahnya terlihat sangat marah dia melampiaskan semua rasa kesalnya karena permainan mereka yang tanggung kepada wanita itu.


"Ada apa kamu melakukan sesuatu tanpa bertanya terlebih dahulu,begini cara menejer mu mendidik mu?" Aska berbicara dengan tegas aura kepemimpinannya lansung terlihat saat itu hingga beberapa kariawan mendekati mereka dan melihat kejadian itu.


"Panggil Anton kesini,aku ingin lihat bagaimana dia bekerja sebagai Menejer di restoran ku ini."

__ADS_1


"Baik tuan." seorang kariawan langsung berlari mencari Anton yang sibuk cari muka di hadapan Alex,biasanya dia jarang keluar dari ruangannya tapi berhubung Aksa sedang berkunjung dia sebagai Menejer juga harus cari muka dan angkat telor.


"Tuan maafkan aku,ini semua kesalahan ku,mungkin tadi kakak ini tidak tau kalau aku sedang dibelakang merapikan gudang."Ucap Dita dengan nada gugup.Dia takut keberadaanya di restoran semakin tidak disukai semua orang.


Melisa datang menghampiri mereka yang sudah mulai ramai disana,Melisa kaget melihat rambut dan baju Dita sudah basah.


"Apa yang terjadi,siapa yang melakukan ini kepada mu Dit,aku sudah bilang beberapa kali kalau ada yang menindas mu balas,pasti ini ulah kamu ya..." Melisa tidak melihat kalau Aska juga sedang emosi di belakangnya semua orang diam dan menunduk tidak berani mengeluarkan kata-kata bahkan untuk bernapas saja mereka takut disana.


"Kenapa kamu mesti cari perhatian di depan ku,kamu tidak bisa diam,kepalaku pusing mendengar ocehan mu." Ucap Aska dengan nada datar.Melisa kesal mendengar kata-kata itu hampir saja dia memaki orang yang berbicara di belakangnya untung dia langsung melihat dengan jelas.


"Maafkan aku tuan." Ucap Melisa dia mundur ke samping Dita.Sementara itu Dita tidak berani sedikit pun melihat Aska,apalagi melihat bibir Aska yang sudah memerah akibat ulahnya tadi yang mengigit bibir Aska dengan keras.


Anton dan Alex datang ke belakang,melihat Aksa Anton seketika gemetaran apalagi Dita juga ada disana dia sudah takut apalagi Aksa sudah memberikan peringatan kepadanya.


"Anton...Jelaskan kepadaku,bagaimana kamu mendidik anak buah mu? bagaimana bisa di restoran ini tidak ada saling menghargai sesama kariawan? katakan bagaimana kamu mendidik mereka?"


Aska bertanya dengan nada datar,dia tidak ingin menunjukkan kemarahannya di hadapan semua kariawan kepada menejer karena dia selalu menjaga harga diri dari semua anggotanya.


"Ma.._maaf tuan aku tidak mengerti apa yang tuan maksud aku selalu mengajarkan yang terbaik kepada semua kariawan baik itu kariawan bagian depan atau pun bagian belakang." Jawab Anton dengan nada gemetaran.


"Terus...Kalau kamu mengajarkan mereka sikap saling menghargai,dan kamu juga bisa bersikap adil tidak memandang wajah bawahan mu tidak mungkin dia berani menyiram wajah wanita ini dengan lancang hannya karena salah paham sedikit saja." Wajah wanita itu lansung memerah apalagi semua orang menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


Aska menutup sementara restoran dan lalu memberikan arahan kepada semua kariawan Restoran baik dari penjaga keamanan dan juga kebersihan.


Sebenarnya Alex merasa aneh dengan sikap bosnya,dia merasa tuannya sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


"Bagaimana mungkin seorang Aska Pratama,pria yang begitu banyak kesibukan harus mengurusi usahanya yang tidak terlalu banyak memberikan untung untuknya apa yang tuan tutupi dariku." Ucapnya dalam hati.Aska memandang wajah kariawan satu persatu dan Alex juga tidak bisa curiga kepada kariawan wanita disana,dia tau jelas kalau Aska bukan tipe pria yang mau jatuh hati kepada pegawainya secantik apa pun itu.


Semakin Alex berpikir semakin dia merasa aneh,karena tidak satu pun wajah wanita disana ada yang spesial semuanya biasa saja dan dia yakin tidak mungkin Aska memiliki orang istimewa di restoran itu.


"Hari ini kalian bisa pulang dengan cepat dan renungkan apa yang aku katakan dari tadi,belajar untuk saling menghargai sesama kariawan dan harus saling menjaga karena kalian semua disini adalah saudara.Anton apa kamu bisa menjalankan jabatan mu dengan baik."tanya Aska seketika jantung Anton berdetak dia takut Aska memecantnya hari itu juga.


"Saya masih bisa tuan,"


"Mulai hari ini aku akan memantau restoran ini,kamu hati-hati disaat aku datang tiba-tiba."


"Baik tuan."


"Dan kamu petugas kebersihan? kalau kamu merasa tidak mampu melakukanya silahkan keluar.Aku masih mengampuni sikapmu yang sangat tidak terpuji itu." Ucap Aska lalu dia segera beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan mereka semua.


"Rasain kamu,makanya jangan belagu." Ucap Melisa kepada kariawan yang menyiram Dita tadi.Melisa menarik tangan Aska dan membawanya menjauh dari mereka dan saat itu Juan juga datang menghampiri mereka.


"Sayang bukankah tuan Aska saudaramu kenapa kalian tidak begitu dekat." Tanya Melisa mencari tau.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2