Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 52 ~ Biarkan aku mencarinya sendiri ~


__ADS_3

Keadaan Melisa jauh lebih membaik,dia seakan lebih menerima keadaannya saat ini,sejak Aska memarahinya beberapa hari yang lalu entah itu malu atau takut setidaknya dia lebih rajin makan dan istrahat lebih baik.


Dita sengaja mengajaknya untuk kembali tinggal satu rumah,apalagi Melisa memutuskan untuk tidak bekerja lagi karena dia malu kalau ada yang curiga dengannya.


Syukurnya Melisa punya banyak simpanan hingga tidak memberatkan Dita walaupun dia tidak bekerja sama sekali.


"Melisa aku berangkat kerja dulu,maaf tidak bisa menemanimu hari ini." Ucap Dita,dia memukul pundak Melisa yang sedang duduk di ranjang sambil memegangi ponselnya.


"Baik Dita,hati-hati ya aku minta maaf karena sudah menyusahkan kamu beberapa minggu ini,semoga saja bos mu tidak memecat mu nanti." Ucap Melisa penuh harap.


"Tenang saja mereka tidak akan memecat ku,paling juga kariawan lainnya yang akan nyinyir nantinya,dan itu sudah biasa bagiku,lagian aku tidak mendapat gaji selama aku tidak bekerja.Udah ya aku jalan dulu." Ucap Dita lalu segera memaki sepatunya.Melisa mengantar Dita sampai ke pintu bahkan sampai Dita menghilang dari pandangannya,Melisa sangat malu karena harus mengalami hal memalukan seperti ini padahal selama ini dia cukup baik menjaga dirinya sendiri.


Melisa menghela napas panjang,lalu dia kembali masuk ke dalam kamarnya,dan mengambil ponselnya lalu dia mulai menghubungi nomor Juna yang ternyata nomornya sudah di blokir.


Sudah tiga hari ini,dia mencoba menghubungi nomor Juna tapi nomor itu tidak bisa di hubungi dan akhirnya dia mencoba pakai nomor lain nomornya aktif dan juga di angkat.


Sedih,kecewa,sakit hati atas perbuatan juna,dia mencoba untuk merelakan Juna,karena memaksa pria itu pun menikahinya pasti akan berakhir hancur,akhirnya dia memutuskan untuk menghapus nomor Juna dan melanjutkan hidupnya dengan janin yang ada di perutnya.


Lama sekali Melisa menangis menyesali kebodohannya yang menyerahkan tubuhnya kepada seorang pria yang sama sekali tidak mencintainya dia hannya menginginkan tubuhnya,dan cinta yang selalu di ungkapkan pria itu hannya nafsu belaka dan rayuan maut untuk mendapatkan dirinya dan juga tubuhnya.


"Aku memang bodoh,aku gila kenapa aku harus melakukan ini semua,aku tidak bisa seratus persen menyalahkan bajingan itu nyatanya aku sendiri yang menyerahkan tubuhku sebelum pernikahan." Ucapnya sambil terus menangis.


"Bagaimana masa depan ku nanti,bagaimana masa depan anak ini,tabungan ku tidak begitu banyak dan mungkin hannya cukup membiayai makan ku selama kehamilan tidak cukup saat aku melahirkan nanti." Ucapnya kembali sambil menyeka air mata yang jatuh di wajah cantiknya.

__ADS_1


"Melisa memang cantik dan baik hati,tapi sayang cinta membuat matanya buta,tidak bisa mengenali mana pria baik dan mana pria buruk.Sementara itu Dita yang dulu selalu di bully orang nyatanya sekarang mendapat pasangan yang baik dan memiliki latar belakang keluarga yang baik,bahkan sejak pacaran dengan Aska kehidupan Dita benar-benar berubah.


Mungkin Aska sudah membiayai dirinya atau mungkin dia menyesuaikan dirinya setidaknya agar lebih layak berdampingan dengan Aska dia menjadi rajin merawat tubuh dan kulitnya.


Dita sekarang tumbuh menjadi gadis imut,wajahnya mulus tubuhnya yang pendek lebih kurus sedikit,dan rambutnya lebih di tata dengan baik.


"Kamu sangat beruntung Dita,aku sangat bahagia akhirnya kamu lebih beruntung dari aku,kenyataanya hidup ini kadang memang adil yang buruk rupa tapi punya hati yang baik langsung mendapat kehidupan yang cukup baik.


Lelah memikirkan nasibnya yang kurang beruntung Melisa akhirnya ketiduran di atas ranjang dengan ponsel di tangannya.


Sementara itu,Dita hari ini yang kembali masuk kerja setelah libur hampir dua Minggu,teman-teman kerjanya banyak yang tidak suka dengan kedatangannya lagi ke cafe membuat keributan di dalam cafe.


"Kamu ngapain lagi kembali Dita,kamu pikir cafe ini milik nenek moyang mu bisa libur sesuka hatimu dan bekerja sesuka hatimu,enak banget kamu ya...Aku kesal melihat mu." Ucap wanita yang memang tidak menyukai Dita saat mengetahui Dita memiliki hubungan dengan pria yang sangat hebat.


"Oohh jadi sekarang kamu sedang berusaha mendekati pak menejer agar kamu bisa melakukan sesuka mu di cafe ini,murahan banget sih kamu jadi wanita jangan sok cantik ya...Aku jijik banget lihat cewek sok cantik padahal burik juga." Omel wanita itu,wajahnya terlihat sangat emosi.


"Iri bilang bos,iri ya karena kamu tidak bisa seperti aku,kerja yang baik,aku libur juga karena ada urusan bukan main-main tau kamu." Jawab Dita tidak mau kalah.Tidak ingin keributan semakin besar akhirnya Dita meninggalkan wanita itu lalu pergi ke dapur dan minum kopi sebelum berdiri di meja seharian.


"Dasar ular betina...Aku akan kasih kamu pelajaran ya,aku benar-benar emosi melihat dia yang sok cantik,entah dimana cantiknya dia,bodoh sekali pria yang mau sama dia itu." Ucap wanita itu sambil mengepal kedua tangannya.


Dita bekerja dengan serius seharian ini,bahkan dia sampai tekat makan,dia mengabaikan sindiran dari teman-temannya yang tidak menyukainya.


Sore harinya ganti posisi dengan petugas lain untuk memegang kasir,dia sekarang melayani pelanggan yang semakin ramai,Dita tetap melakukannya dengan baik hingga saat itu Dewi yang selalu nyinyir sama dia menabraknya hingga minuman yang dia bawa jatuh semua ke lantai bahkan dengan sengaja Dewi menyiram wajah Dita.

__ADS_1


Mereka berdua adu mulut,hingga menjadi bahan tontonan para pelanggan,menejer langsung datang mendamaikan mereka setelan itu dia minta maaf kepada pelanggan dan menyuruh keduanya ke ruangannya.


"Jelaskan kepadaku,apa yang terjadi hingga kalian berdua adu mulut di depan umum tidak tau malu." Ucap Menejer sambil menatap wajah keduanya bergantian.


"Dewi...Jelaskan kepada pak menejer apa maksud mu mendorong ku tadi saat bawa minuman bahkan menyiram wajahku dengan air kotor,ingat kita berdua sama-sama makan gaji dan sama-sama cari nafkah kenapa harus saling menjatuhkan!!!"Ucap Dita sambil membersihkan wajah dan barunya dari kotoran.


"Apa kamu bilang,menjatuhkan...Hello!!! kamu itu yang suka menjilat ya,bagaimana bisa kamu libur begitu banyak tapi kamu masih bisa bekerja,jelaskan apa maksudnya itu." Dewi dan Dita tetap ribut di ruang menejer hingga membuat sang menejer kesal.


"Terus kamu iri sama aku,kamu itu yang menjilat dari dulu aku tau kamu sering cari muka dan menjilat...Kamu orang bermuka dua_


"Apa kamu bilang bermuka dua....


"Stop....Kalian memang tidak punya rasa malu,bisa-bisanya kalian ribut disini."


"Dia pak yang kelewatan,masak udah libur berminggu-minggu masih berani datang,sekarang kalau dia masih bekerja disini aku akan mengundurkan diri." Ucap Dewi lalu membuang muka dari Dita dan menejer.


Dita tidak bisa berkata-kata,dengan terpaksa dia yang harus mundur,karena tidak mungkin orang yang aktif kerja yang akan mengundurkan diri.


"Dewi satu hal yang kamu tau,Dita libur bukan berarti dia di gaji selama tidak bekerja,kenapa kamu harus naif kayak gitu,dia libur karena keluarganya yang sakit,bukan karena dia main-main." Menejer menjelaskan agar tidak terjadi salah paham di antara semua kariawan.


"Aku tidak peduli,dia dapat gaji atau tidak kalau dia tidak keluar dari cafe ini aku yang akan keluar,enak saja dia bisa bekerja sesuka hatinya."Ucap Dewi tetap pada pendiriannya.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2