Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 48 ~ Mencari keberadaan Juan ~


__ADS_3

Aska keluar dari perusahanya,rencananya dia ingin ke restoran dan menemui Juan,dia tidak ingin Dita repot memikirkan masalah sahabatnya yang hamil di luar nikah,dia melihat kesetiaan Dita terhadap sahabatnya itu.


"Tuan hari ini kita ada meeting dengan perusahaan global,aku harap tuan tidak membatalkannya lagi karena kita sudah sering membatalkan meeting dengan mereka." Ucap Alex yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapannya.


"Hamm...Hari ini aku ada urusan yang sangat penting,kamu tolong gantikan aku untuk meeting kali ini,tanyakan sesuatu yang tidak kamu mengerti." Ucap Aska.Alex tentu saja tidak bisa melawan karena dia hannya asisten yang harus menuruti semua perintah bosnya.


"Baik tuan." Jawab Alex.Aska langsung masuk ke dalam mobilnya lalu meninggalkan Aska yang tetap berdiri di tempatnya sampai mobil Aksa benar-benar hilang.


Alex kembali masuk ke dalam gedung,semua orang menyapa dirinya dengan hormat,dia salah satu orang yang sangat dihormati disana setelah Aksa.Alex bisa bekerja dengan sangat baik menggantikan Aska,tapi kehadiran Renata membuat perasaanya kembali terusik dia sudah lama meluapkan Renata tapi saat Renata kembali perasaan itu kembali muncul di hatinya.


Dia juga tidak mengerti kenapa dia begitu menciantai Renata,sementara gadis cantik itu tidak pernah sekali pun membalas perasaannya selain kejadian satu malam di tiga tahun yang lalu.


Malam itu terjadi keributan antara Renata dan Aksa,dimana Aksa marah dan memutuskan hubungan mereka,saat itu Aksa dan Renata belum menikah mereka hannya pacaran dan saling mencintai.


Malam itu pada saat hujan yang sangat deras Alex dan Aksa baru saja keluar dari kantor,Renata menghubungi Aksa dan menyuruhnya datang ke sebuah hotel,dengan senang hati Aksa menemuinya ditemani oleh Alex.


Sepanjang malam Alex menunggu Aksa di luar hotel dia sudah biasa melakukan itu,Aksa akan selalu memintanya untuk menemaninya saat menemui Renata.Pada saat itu entah apa yang terjadi apa yang mereka ributkan,Aksa keluar dari kamar dengan wajah yang sangat emosi,Aksa tidak mengajaknya lagi bahkan meninggalkan ex di hotel.


Karena tidak ingin terjadi sesuatu terhadap Renata,Alex kembali ke kamar Renata dia ingin melihat apa yang terjadi terhadap Renata ternyata pada malam itu Renata menangis di atas ranjang dengan tubuh yang polos tanpa sehelai benang pun di tubuh wanita mungil itu.


Tentu saja sebagai pria normal malam itu Alex sangat menginginkan tubun Renata bahkan dia ingin mencicipinya juga.beruntung saat itu Alex langsung tersadar dan dia ingin segera keluar dari dalam kamar tapi tiba-tiba Renata beranjak dari atas ranjang dan memeluk Alex dengan erat.


"Nikmati tubuhku malam ini,aku milik mu malam ini." Ucap Renata.Entah dia sadar atau tidak,yang jelas Alex yang sudah tidak tahan langsung mengangkat tubuh Renata ke atas ranjang dan seketika dia menaiki ranjang dan menciumi bibir Renata dengan sangat buas.


Mereka menghabiskan satu malam panjang untuk saling memuaskan hasrat,terlihat sekali Renata juga mengingkan nya dia begitu buas membalas semua serangan yang dilancarkan oleh Alex.


"Tuan...." Tiba-tiba Novi memukul pundak Alex hingga dia kaget dan sadar dari lamunan panjangnya.


"Apaan sih berisik banget kamu?" ..


"Aku tidak mau pak alex kerasukan makanya aku mengagetkan bapak,apa yang bapak pikirkan kayaknya serius banget." Ucap Novi semakin menggoda alex yang sudah emosi.


Tidak ingin dia emosi,dia meninggalkan Novi yang semakin menggodanya,Novi memang sudah lama menaruh hati padanya bahkan Novi sudah pernah jujur tapi sayangnya alex menolaknya.

__ADS_1


Sementara itu,Aksa baru saja sampai di restoran di mana Aksa bekerja,Sudan lama dia tidak mampir di restoran itu sejak Dita tidak bekerja lagi disana, dan menejer restoran juga sudah ganti.


"Selamat siang tuan,sudah lama tuan tidak berkunjung,menejer baru menyambutnya dengan hangat dan Aska sedikit senang melihat banyak perubahan di restoran itu.


"Siang,kalian silahkan bekerja kembali,dan kamu panggilan Juna kemari,aku ingin bertemu dengannya." ucap Aksa sambil meneguk minuman segar yang baru saja di antar oleh Pelayan.


"Maaf tuan,chef Juna sudah tidak bekerja hampir seminggu ini,aku juga tidak tau apa alasannya hingga dia mengundurkan diri." Ucap Menejer dengan wajah ketakutan.


Aksa cukup kaget mendengar kabar itu,tiba-tiba saja timbul rasa curiga di hatinya kalau Juna sengaja melarikan diri dan menolak untuk bertanggung jawab.


Aksa bingung kalau begini,apa yang harus dia katakan kepada Dita sementara Dita sangat ingin membantu Melisa menemui Juna.


Setelah tidak menemukan Juna di restoran,Aska memutuskan mencari Juna ke rumahnya,dia tidak ingin Dita frustasi memikirkan nasib sahabatnya itu.


Aksa dan Juna memang memiliki hubungan keluarga walaupun sudah agak jauh,apalagi keluarga mereka juga tidak dekat.Pada saat dia sampai di rumah Juna lagi-lagi dia tidak menemukan Juna.


"Maaf tuan sudah empat hari tuan Juna tidak kemabli ke rumah." Jawab sang pelayan.Aksa sudah putus asa karena tidak menemukan Juna dimana pun dia sangat yakin kalau Juna sengaja menghindar takut bertanggung jawab sementara dia bukan anak kecil lagi sudah bisa juga menikah.


Setelan sampai di kontarakan Dita,Aksa duduk di sopa sambil menatap Melisa yang sedang sakit,sepertinya dia sedang demam tinggi dan juga tipus karena dia tidak makan dengan teratur.


Dita menarik tangan Aksa dan membawanya ke dapur,dia tidak ingin Melisa mendengar obrolan mereka,dia takut Melisa semakin sakit memikirkan nasibnya yang sangat buruk.


"Mas kamu jadi menemui Juna di tempat kerjanya apa katanya?" Tanya Dita dia sudah tidak sabar ingin tau jawaban dari Aksa.


"Hmmm....Aku takut kalau Melisa tau tentang Juna dia semakin terpuruk,Juna sudah tidak bekerja lagi dan dia juga sudah empat hari tidak pulang ke rumah ibunya." Ucap Aksa.Dita sangat kaget mendengar ucapan Aska,sekarang dia bingung bagaimana dengan nasib Melisa.


****


Sudah seminggu ini Melisa tinggal bersama Dita dan seminggu itu juga Melisa tidak bekerja setiap hari dia hannya menangis dan menagis menyesali semua yang sudah dia lakukan.


Keadaan Melisa semakin memburuk saat Dita memberi tahu semua tentang Juna,dia tidak mau makan dan minum sementara dirinya setiap pagi mengalami muntah yang sangat luar biasa.


Tubuh Melisa semakin kurus,dan lemas hal itu membuat Dita ketakutan dia menyuruh Aksa untuk membawanya ke rumah sakit tapi Melisa menolaknya.

__ADS_1


"Aku tidak mau,aku ingin mati saja,ayahku akan membunuhku kalau sampai dia tau aku hamil sementara pria yang menghamili ku kabur entah kemana." Ucap Melisa,dia menghempaskan tangan Dita yang berusaha menolongnya.


Aska sangat marah saat melihat Melisa memperlakukan Dita seperti itu,Aksa menarik tangan Dita dan membawanya keluar dari tempat itu.


"Abaikan saja dia,dasar wanita bodoh,bagaimana bisa kamu ingin menolong wanita yang tidak tau malu itu,sudah di bantu malah tidak tau diri." Sungut Aksa dia melarang Dita untuk membantu Melisa.


"Mas cukup....Kamu tidak tau betapa terlukanya dia sekarang,apa kamu pikir dia sedang pura-pura sedih kamu tidak tau berapa kejamnya ayahnya aku tau Melisa akan di bunuh bapaknya kalau sampai dia pulang hamil.Dia sangat frustasi mas,kalau kamu tidak bisa membantunya setidaknya kamu bisa membantunya untuk lebih tenang."Ucap Dita panjang lebar.


"Oohh aku tau mas kamu pasti akan melakukan hal yang sama kepadaku kalau seandainya aku hamil,aku akan bunuh diri jika itu terjadi dan aku akan gentayangan lalu mengambil napas mu." Ucap Dita.


"Hahaha....bagaimana bisa jaman sekarang masih ada hantu,sudah lah kamu jangan berpikir sembarangan,aku tidak akan melakukan hal yang sama." Jawab Aska.


Pada saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba Melisa menjerit hingga membuat Aksa dan Dita lari bersamaan menemui Melisa di ruang tamu yang sedang sakit.


"Melisa ada apa dengan mu,kenapa kamu menjerit aku disini menunggu mu,aku akan menemani mu." Ucap Dita lalu menemani Melisa di dalam kamarnya.Sementara itu Aksa menghubungi dokter pribadi milik keluarganya dia dengan terpaksa menyuruh dokter pribadinya karena Melisa menolak semua makanan dan juga minuman apalagi obat.


Tidak lama kemudian seorang dokter datang ke rumah itu,sang dokter memeriksa,setelah melihat keadaanya,dokter memutuskan untuk merawat di rumah dan memberikan banyak vitamin untuk Melisa.


"Dimana suami perempuan itu,dia sedang hamil dia butuh dukungan dari keluarga,dia seperti itu karena dia tidak di perhatikan.


Aksa dan Dita saling menatap,Aksa tersenyum kepada sang dokter,hingga membuat dokter sadar kalau Aksa yang sudah menyuruhnya datang kemari.


"Aku tidak menyangka kalau tuan muda ini akan memanggilku ke tempat kumuh seperti ini," Sindir sang dokter,selain dokter pribadi keluarganya mereka berdua juga sahabat yang sangat Akrab.


"Diam kamu,kalau aku tidak menghubungimu kamu pasti masih di rumah sakit untuk menggoda para pasien yang cantik-cantik."Jawab dokter Rian.


"Hahaha kamu bisa saja,kami juga ada kode etik,jadi kami tidak akan tergoda pasien apa secantik apa pun dia."Jawab Rian kembali.


Dita tidak mau menemani mereka berdua,dia mengurus Melisa yang sudah tidur terlelap mungkin karena pengaruh obat.


Dita dengan sabar menyisir rambut Melisa lalu membersihkan wajah Melisa dengan air mawar,semakin dia melihat Melisa semakin besar rasa bersalahnya terhadap sahabatnya,andai saja mereka tidak pisah maka kejadian ini tidak akan terjadi.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2