Mencintai Gadis Jelek.

Mencintai Gadis Jelek.
Bab 37 ~ Selalu begitu ~


__ADS_3

Dita sepanjang jalan terus mengoceh,kepala Aska hampir pecah mendengar ocehan yang tidak bermanfaat sama sekali,padahal dia sendiri tidak tau kenapa Renata bisa mampir ke restoran itu.


"Aku mau pulang saja,kepalaku pusing mikirin semua itu,dan aku juga mulai besok tidak mau bekerja disana,aku mau cari pekerjaan yang lain." Omelnya.Aska mengabaikan semua ocehan Dita,dia takut kalau dia menjawab dia semakin salah di mata Dita.


Mereka sampai disebuah klinik kecantikan,Aska menarik tangan Dita dan membawanya masuk kedalam.


"Selamat sore tuan,ada yang bisa kami bantu?"


"Segera lakukan perawatan untuknya,berikan yang terbaik dan setelan itu berikan juga paket lengkap scancare." Ucap Aska,dia meninggalkan Dita di ruangan itu lalu dia pergi ke ruang tunggu.


Aska sangat kesal dengan Anton yang lagi-lagi merendahkan Dita,sebelumnya dia sudah memperingati Anton tapi sepertinya Anton mengabaikan ancamannya dulu.Dia mengambil ponselnya lalu memecat Anton hannya dengan sekali bicara.


"Berani sekali dia mengabaikan ancaman ku,Renata memangnya dia siapa,apa mereka semua masih mengira kalau aku dan renata masih ada hubungan." Ucapnya dalam hati.


Cukup lama Aska menunggu Dita di ruang tunggu dia menghabiskan waktu dengan bermain ponselnya, sudah ada beberapa pesan minta maaf dari Anton sang menejer tapi Aska mengabaikannya.


"Berani sekali kamu mengabaikan ancaman ku beberapa Minggu yang lalu,memangnya kenapa kalau aku jatuh cinta dengan Dita,ada masalah dia wanita yang istimewa di hatiku." Ucapnya dalam hati.


Dita keluar dari ruang perawatan,banyak sekali perubahan dalam dirinya,kulitnya terlihat sangat segar dan bibirnya juga terlihat merah alami.Dita menghampirinya dengan malu-malu Aska sengaja menggodanya dengan pura-pura tidak melihatnya.


"Mas udah..." Ucapnya wajahnya memerah menahan malu,dia malu karena sebelumnya dia begitu marah kepada Aska dan sekarang dia malah senyum-senyum saat dia sudah menikmati pelayanan yang begitu nyaman di dalam ruangan barusan.


Mereka meninggalkan klinik dokter,Dita membawa sepaket scancare pembelian Aska dia tidak tau berapa biaya yang harus dibayar Aska untuknya hari ini.


"Kita makan dulu ya,aku lapar,seharian aku belum makan sama sekali." Ucap Aska,Dita hannya mengangguk karena dia juga belum masuk sebutir nasi pun ke dalam tubuhnya hari ini.

__ADS_1


****


Melisa baru saja sampai di rumah kontrakanya,dia cukup kesal setelah sampai disana dia melihat rumah kontrakan yang begitu berantakan,dia semakin kesal saat melihat Nissa yang sibuk bermain ponsel sementara ibu dan adiknya sedang tidur.


"Nissa kenapa kamu tidak membersikan rumah,lihat kamar mandi juga sangat kotor_


"Aku sedang malas,kamu saja yang bersihkan." Ucap Nissa santai tampa menoleh ke arah Melisa yang sedang berbicara.


Tidak ingin ribut dengan keluarga sahabatnya,Melisa keluar dari rumah,rencana hari ini dia ingin menginap di rumah Juan seperti biasa yang dia lakukan.


"Dasar keluarga brengsek,bisa-bisanya mereka menganggap rumah itu seperti rumah mereka," Ucapnya dia menghubungi Juan.


Nissa dan ibunya yang pura-pura tidur langsung tertawa saat Melisa meninggalkan rumah mereka ,rencana mereka sukses untuk mengusir wanita itu cara halus.


"Biarkan saja dia mencari rumah untuknya,aku lebih nyaman tinggal di rumah ini,ibu sama bapak jadi tinggal di kota ini kan Bu,disini lebih baik Bu,dan bapak juga nanti lebih gampang cari pekerjaan dari pada di desa bapak sering pengangguran." Ucap Nissa.


"Kapan kakak mu pulang,bukanya wanita itu teman kerjanya kenapa dia belum pulang sementara temannya sudah pulang,sudah lama juga kau tidak bertemu dengan Dita,apa dia sudah berubah?"


"Berubah apanya Bu,dia tetap saja seperti dulu jelek dan dekil,bahkan aku lihat dia semakin jelek saja,aku rasa dia tidak akan menikah sampai dia tua." Ucap Nissa dengan nada merendahkan bahkan dia tertawa kecil seakan menghina kakaknya.


"Dasar anak bodoh,dia hannya membuat malu keluarga saja,mau tarok dimana wajahku nanti kalau punya anak gadis tidak laku-laku." Ucap Nadia ibunya.Nisa kembali tersenyum meremehkan dia bangga dengan dirinya yang baru saja tinggal di kota ini tapi dia sudah banyak teman pria.


****


Dita yang sedang menikmati makan malam di sebuah restoran kaget saat merasakan ponselnya yang bergetar dia mengambil ponselnya dan membaca pesan dari Melisa.

__ADS_1


"Ada apa,kenapa kamu terlihat marah?"


"Melisa kirim pesan,katanya besok dia pindah kontrakan,sepertinya aku juga ingin pindah kontrakan saja,aku tidak mau tinggal bersama adikku." Dita berbicara tampa sadar.


"Lah...Kenapa bukankah kamu senang jika kamu bisa tinggal bersama adikmu,kamu bisa menyuruhnya untuk membantu mu,saat kamu sedang lelah."


"Kamu belum tau dia mas makamnya kamu bicara demikian." Jawab Dita.Seketika nafsu makannya hilang padahal tadi sore dia sudah sangat lapar.


"Pusing aku,pekerjaan hilang teman kos ku juga hilang,entah apa yang membuatku sial seperti ini." Sungut Dita sambil mengaduk makanan yang ada di piringnya,dia sudah kehilangan nafsu makanya.


"Untuk apa kamu pusing,aku bisa memberikan apa pun yang kamu inginkan,makan lah makanan mu,malam ini kamu ke apertemen ku,besok aku cari kontarakan untukmu." Ucap Aska dengan mudah.


"Bahagianya hidupku jika Aska pria yang jatuh cinta kepadaku,sampai detik ini aku belum tau apa yang membuat dia begitu baik kepada ku,mungkin dia hannya ingin membayar semua yang sudah dia ambil dari ku." Ucap Dita dalam hatinya.


Jatuh cinta,tentu saja wanita mana yang tidak jatuh cinta dengan pria seperti Aska,tapi Dita tidak mau berharap banyak kepada Aska karena dia mungkin bukan orang yang tepat untuk seorang Aska.


"Kamu kenapa diam,dan makanan mu sudah dingin?"


"Aku sudah tidak lapar,nafsu makan ku sudah hilang." Jawab Dita.Aska membayar semua makanan mereka,setelan itu dia memutuskan kembali ke apertemen dengan membawa Dita.


Sepanjang jalan Dita dan Aska hannya diam saja,Aska sibuk menyetir sesekali dia menatap Dita dengan ekor matanya,dia bingung dengan Dita yang selalu banyak masalah setiap harinya.


Setelah sampai di apertemenya,Aska sangat kaget saat memasukkan kata sandi ke pintu apertemen pintu malah tidak bisa dibuka dia mencoba beberapa kali dan hasilnya tetap sama pintunya tidak terbuka.


"Wanita sialan itu pasti sudah mengganti kata sandinya,berani sekali dia melakukan itu kepada ku." Ucapnya dalam hati.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2